Diklat

PENDAHULUAN

Manusia, adalah mahluk yang mempunyai ketergantungan sangat tinggi terhadap lingkungan sekitarnya. Banyak hal dibutuhkan untuk menunjang kehidupan manusia sejak dilahirkan hingga meninggalkan alam fana, utamanya adalah makanan. Dengan akal dan pikiran yang dimiliki, manusia akhirnya bisa menemukannya dari sumber daya alam.

 

Hewan adalah salah bagian dari sumber daya alam tersebut. Pada awalnya jumlah hewan sangat berlimpah, namun ketika populasi manusia terus bertambah menyebabkan terjadi eksploitasi secara besar-besaran. Kelangkaan sumber pada daya alam akan sangat berdampak besar terhadap kelangsungan umat manusia di muka bumi.

 

Oleh karena itu manusia dituntut untuk mencari cara agar kebutuhannya terpenuhi tetapi tidak merusak alam bahkan menjaga kelestariannya, demi kebutuhan sekarang maupun generasi yang akan datang. Salah satu upayanya adalah dengan budidaya. Budi daya adalah kegiatan terencana pemeliharaan sumber daya hayati yang dilakukan pada suatu areal lahan untuk diambil manfaatnya.

 

Kegiatan budi daya dapat dianggap sebagai inti dari usaha tani. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, budi daya (husbandry) adalah "usaha yg bermanfaat dan memberi hasil". Budi daya hewan dimulai dari pembesaran bakalan (hewan muda) atau bibit pada suatu lahan tertentu selama beberapa waktu untuk kemudian dijual, disembelih untuk dimanfaatkan daging serta bagian tubuh lainnya, diambil telurnya, atau diperah susunya (pada peternakan susu), namun tidak termasuk pengolahan produknya. Jadi, budidaya hewan dilakukan hanya untuk mendapatkan manfaat/hasil panennya saja.

 

Jika tujuannya untuk "mencari keuntungan finansial" dengan penerapan prinsip-prinsip manajemen pada faktor-faktor produksi yang telah dikombinasikan secara optimal, maka kegiatannya disebut sebagai peternakan. Jadi, intinya beternak itu harus menguntungkan !

 

Dilihat dari sisi bisnis, peternakan memang tergolong jenis usaha yang cukup menjanjikan di masa depan. Dengan semakin bertambahnya jumlah manusia, maka kebutuhan akan daging, susu, telur dan hasil olahan produk peternakan akan terus meningkat. Dengan demikian peluang sukses untuk menjadi seorang wirausaha di bidang peternakan sesungguhnya sangatlah besar !

 

Namun sangat disayangkan, tidak banyak wirausaha ternak yang mampu mengelola peternakan secara profesional dengan tata laksana yang baik. Akibatnya, hasil yang didapat tidak sesuai dengan harapan sehingga semakin lama bidang peternakan ini tidak menarik lagi bagi kalangan wirausaha.

 

Sebagai salah satu pemerhati bidang peternakan, sudah sejak lama kami prihatin dengan kondisi tersebut. Nasib peternak di Indonesia, khususnya para peternak tradisional skala Usaha Kecil dan Menengah (UKM) semakin terpuruk. Selain faktor pengetahuan dan ketrampilan yang tidak berkembang, juga terjadi penurunan terhadap jumlah peternak. Dapat diramalkan jika dimasa yang akan datang profesi peternak akan semakin langka dan ketergantungan kita terhadap produk impor akan semakin meningkat.

 

Salah satu upaya yang kami lakukan adalah membuat sebuah Program Pendidikan dan Pelatihan dengan materi  yang tidak hanya menarik namun juga sistematis, logis, benar dan ilmiah dan disesuaikan dengan kemampuan peserta. Menarik, karena kepada para peserta akan diberikan informasi seluas-luasnya mengenai manfaat usaha peternakan selain keuntungan finansial yang didapat.

 

Sistematis artinya program disusun dalam suatu urutan teratur, sehingga para peserta memahami materi yang diberikan.  Logis dan benar, materi yang diajarkan berlandaskan teori yang kuat, tidak menyimpang dari disiplin ilmu peternakan, serta dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah, karena Tim Diklat kami  terdiri dari para tokoh, ahli dan trainer specialist, dari berbagai organisasi dan instansi terkait antara lain;

 

  • Balai Pelatihan Ternak; lembaga pemerintah yang diberi tugas untuk  mencari dan meningkatkan manfaat dari sumberdaya peternakan, menghasilkan dan mendiseminasi  inovasi teknologi, membangun jaringan kerjasama dan pertukaran informasi teknologi, serta meningkatkan kualitas sarana dan prasarana penunjang kegiatan penelitian peternakan, termasuk juga kualitas sumberdaya manusianya.

 

Semoga langkah kecil ini berguna bagi perkembangan dunia peternakan di Indonesia.

 

Salam Peternak !

 

JENIS PROGRAM:

1.Anak Sekolah:

- Field Trip

- Experiential Learning

 

2.Wirausaha

- Ternak Sapi

- Ternak Ayam & Itik

- Ternak Kambing & Domba

- Ternak Kelinci

 

Panduan memulai wirausaha ternak kelinci dengan materi mulai dari program pembentukan karakter, teknis budidaya hingga strategi pemasaran.
JADWAL & LOKASI DIKLAT Tanggal : 14 s/d 15 Agustus 2017* Hari : Senin s/d Selasa Jam : 08.00 s/d 17.00 Tempat : Balai Penelitian Ternak, Ciawi, Bogor
JADWAL & LOKASI DIKLAT Tanggal : 03 s/d 04 Agustus 2017* Hari : Kamis s/d Jum'at Jam : 08.00 s/d 17.00 Tempat : Balai Penelitian Ternak, Ciawi, Bogor    
"Program DIKLAT Untuk Anak Sekolah Dengan Metode FIELD TRIP".
Halaman 1 dari 2
  • DIKLAT TERNAK SAPI DIKLAT TERNAK SAPI
    JADWAL & LOKASI DIKLAT Silahkan menghubungi kami melalui telpon/Whatsapp Messenger: 087839370699 (Sony) atau 0811112227 (Abrianto), atau dengan mengisi FORM PERTANYAAN.  
  • Program "EXPERIENTIAL LEARNING" Untuk Anak Sekolah Program "EXPERIENTIAL LEARNING" Untuk Anak Sekolah
    "Program DIKLAT Untuk Anak Sekolah Dengan Metode EXPERIENTIAL LEARNING".
  • DIKLAT TERNAK KELINCI DIKLAT TERNAK KELINCI
    Panduan memulai wirausaha ternak kelinci dengan materi mulai dari program pembentukan karakter, teknis budidaya hingga strategi pemasaran.