DIKLAT TERNAK KAMBING DAN DOMBA

JADWAL & LOKASI DIKLAT

Tanggal : 14 s/d 15 Agustus 2017*
Hari : Senin s/d Selasa
Jam : 08.00 s/d 17.00
Tempat : Balai Penelitian Ternak, Ciawi, Bogor

 

TARGET PESERTA

  1. Para karyawan dan wirausahawan yang ingin alih profesi.
  2. Para pensiunan yang ingin memiliki usaha yang menyenangkan dan menguntungkan
  3. Para peternak kambing atau domba yang ingin meningkatkan pendapatan.

 

LATAR BELAKANG

Apa yang sedang anda rasakan saat ini ? Bosan dan jenuh dengan kehidupan yang sedang anda jalani ? Merasa tidak berdaya karena penghasilan tidak seimbang dengan pengeluaran ? Atau malah sudah menimbang-nimbang untuk mencari profesi baru yang tidak hanya menghasilkan uang  namun juga menyenangkan.

Mengapa tidak mencoba menjadi wirausaha dibidang peternakan ?.

Memang tidak mudah, tetapi jika dilakukan dengan tekun hasilnya cukup memuaskan. Dengan satu syarat, anda telah mengetahui dengan pasti seluk beluk, tantangan dan hasil yang akan didapat. Seperti yang dikatakan Steven Covey dalam bukunya “Seven Habits” bahwa salah satu kebiasaan orang sukses adalah mengetahui manfaat yang dilakukannya sekarang.

Salah satu jenis ternak yang sedang "booming" adalah kambing dan domba. Bagaimana tidak, hanya dalam waktu satu tahun saja, investasi yang anda tanamkan pada kambing atau domba potong, dapat meningkat 5 kali lipat. Angka tersebut didapat dari pertambahan populasi, karena dalam 1 tahun seekor kambing betina dapat melahirkan 2 sampai 4 ekor. Bahkan bisa  lebih jika lahir kembar.

Dikalangan peternak, kelahiran kembar merupakan hal biasa. Termasuk kembar tiga yang justru tidak diharapkan, karena menghasilkan anak kambing dengan ukuran yang terlalu kecil.

Demikian pula untuk jenis kambing perah. Ragam keuntungan yang didapat lebih banyak. Selain dari penjualan anakan kambing dan kambing indukan yang bobotnya terus bertambah. Peternak kambing perah juga bisa mendapatkan uang setiap hari,  dari penjualan susu yang dihasilkan. Setiap ekor kambing perah dapat memproduksi susu sekitar 3 liter per hari. Jika harga per liter susu Rp30.000,- maka dalam sebulan total omzet mencapai Rp900.000,- per ekor. Menggiurkan...

Diluar itu, ada lagi keuntungan yang kadang luput dari perhitungan, yaitu dari penjualan pupuk kompos hasil pengolahan limbah peternakan. Harga jualnya  saat ini sekitar  Rp20.000,-  per karung. Relatif tinggi jika dibandingkan dengan harga pupuk dari kotoran sapi maupun kerbau, faktor penyebabnya adalah rendahnya kadar kadar air yang terdapat pada kotoran kambing, sehingga kualitas pupuk yang dihasilkan jauh lebih tinggi.

Atau jika anda memiliki modal yang lumayan besar, cobalah berpikir untuk menambah penghasilan lain dengan membuka usaha restoran yang berbasis daging kambing, penginapan di area peternakan, wisata pendidikan, wisata alam, dan masih banyak lagi peluang sampingan yang bisa di dapat.

Cukup jelas, tambah bingung atau malah takut ? Apa yang anda takutkan ? Tak memiliki lahan luas, tak punya modal besar, tak ada sumber pakan ?.

Jangan  khawatir, ternak kambing tidak memerlukan kandang berukuran besar dengan spesifikasi khusus seperti pada ternak sapi. Artinya, biaya pembuatan kandang sangat fleksibel, tergantung pada  tipe kandang, ukuran dan bahan baku yang akan digunakan.

Ternak kambing dan domba juga memiliki kelebihan dalam hal kemampuan adaptasi dengan berbagai lingkungan termasuk jenis pakan. Rumput memang  makanan utama, namun ternak kambing dan domba juga menyukai segala jenis dedaunan, dengan syarat harus dalam kondisi segar. Tidak ada masalah jika jenis pakan hijauan yang diberikan selalu berubah-ubah karena faktor ketersediaan. Malah cenderung bosan jika diberi pakan itu-itu saja. Cukup mudah bukan ?.

Selanjutnya masalah modal, maksudnya untuk membeli bibit. Pastinya tidak sebesar beternak sapi dan kerbau. Harga bibit yang ada di pasaran relatif terjangkau, membuat anda bebas menentukan jumlah yang akan diternakkan sesuai kemampuan.

Bagaimana, mulai tertarik untuk beternak kambing dan domba?  Jika sudah mantap, jangan lupa untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan yang bisa didapat melalui pendidikan dan pelatihan.

Pendidikan adalah suatu proses, teknis dan metode belajar mengajar dengan tujuan mentransfer pengetahuan tentang peternakan dari nara sumber kepada para peserta dengan standar yang telah ditetapkan. Sedangkan pelatihan adalah satu cara mengembangkan kemampuan dan rasa percaya diri para peternak saat menjalani kehidupan dan pekerjaannya.

Tujuan tersebut bisa tercapai jika penyelenggara diklat sangat kredibel, materi dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan diberikan oleh para ahli yang kompeten dibidangnya.

Bagi anda yang ingin memulai wirausaha ternak atau para peternak pemula yang ingin meningkatkan pendapatan, kami memiliki Program Pendidikan dan Pelatihan Wirausaha Ternak yang terbuka untuk umum. Program ini merupakan kolaborasi antara duniasapi.com dengan  Koperasi Pegawai Republik Indonesia - Balai Penelitian Ternak (KPRI-BALITNAK).

Duniasapi.com adalah salah satu pionir website profesional berbadan hukum (dibawah naungan PT. Rumpun Sejathi), yang dikelola bersama-sama oleh beberapa pelaku bisnis peternakan, tokoh peternakan, tenaga pendidik, dan pengurus komunitas peternak.   Situs ini berawal dari blog gratisan yang di-launching pada awal tahun 2005, dan langsung booming karena menjadi acuan para peternak yang selama ini memang sulit mengakses informasi tentang bidang usaha yang digelutinya. Hingga akhirnya diputuskan untuk mengoptimalkannya secara profesional.

Reborn dan relaunching duniasapi.com versi baru dilakukan pada event akbar "Indolivestock" tanggal 28 Juli tahun 2007, disaksikan langsung oleh Menteri Pertanian Republik Indonesia pada saat itu yaitu Bapak Ir. H. Suswono, MMA.

Sedangkan KPRI BALITNAK, adalah satu unit usaha yang didirikan dan dikelola oleh pegawai Balai Penelitian Ternak, sebuah lembaga yang dibentuk untuk kepentingan dan kemajuan peternak di Indonesia. Salah satu potensi yang ada di KPRI  BALITNAK adalah para ahli ternak (informasi lengkap silahkan KLIK DISINI), yang telah memasuki masa purna bakti, namun tetap mempunyai semangat dan idealisme untuk membangun dunia peternakan di Indonesia.

Dengan modal pengalaman serta sumber daya tersebut, kami bekerjasama  merancang program diklat yang tidak hanya menarik dan mudah dicerna, namun juga sistematis, logis, benar dan ilmiah dan disesuaikan dengan kemampuan peserta. Menarik, karena kepada para peserta akan diberikan informasi seluas-luasnya mengenai manfaat usaha peternakan selain keuntungan finansial yang umum didapat.

Mudah dicerna,  melalui materi yang telah  disesuaikan dengan tingkat kemampuan para peserta. Sistematis artinya program disusun dalam suatu urutan teratur, sehingga para peserta memahami materi yang diberikan.  Logis dan benar, materi yang diajarkan berlandaskan teori yang kuat, tidak menyimpang dari disiplin ilmu peternakan, serta dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

 

MATERI

Secara umum materi dibagi menjadi:

 

1."Self Improvement" dan Manajemen Peternakan

Berdasarkan penelitian, memiliki modal dan fasilitas, ternyata tidak menjamin kesuksesan seorang wirausaha ternak. Dibutuhkan persiapan psikologis, pembentukan karakter, dan pengetahuan tentang tatacara pengelolaan usaha ternak. Itu sebabnya kami memasukkan materi self improvement dan management, sebagai program awal diklat wirausaha ini.

 

2.Gambaran Umum Tentang Wirausaha Ternak

Memberikan pengetahuan seluas-luasnya tentang kondisi terkini, potensi, serta masa depan wirausaha ternak, berdasarkan hasil penelitian lapangan dan penelitian laboratorium. Termasuk informasi mengenai berbagai inovasi teknologi yang membantu mengoptimalkan keuntungan dari usaha ternak yang akan dijalankan.

 

3.Panduan Memulai Usaha Ternak dan Teknis Budidaya

Sejak dahulu kala, hewan ternak memang memiliki daya tarik yang luar biasa. Banyak orang yang sejak kecil sudah mempunyai cita-cita untuk menjadi wirausahawan ternak, dan itu terus menjadi obsesi seumur hidupnya. Tak perlu heran, jika menjadi wirausahawan ternak menjadi pilihan saat harus mempersiapkan diri memasuki usia pensiun.

Harus diakui wirausaha ternak memang menjadi memiliki kepuasan tersendiri, jika dibandingkan dengan bidang usaha yang lain. Namun demikian tidak banyak yang tau darimana harus memulainya.

Sebagian narasumber diklat ini adalah para pelaku usaha profesional, namun memiliki idealisme untuk turut serta mengembangkan dan memajukan bidang peternakan di Indonesia. Mereka akan berbagi pengetahuan tentang kegiatan-kegiatan di peternakan yang dilakukan sehari-hari. Juga berbagai solusi atas kendala dan permasalahan yang dialami saat menjalankan bisnisnya Tujuannya adalah, agar para peserta tidak mengulang kesalahan dan menghamburkan biaya, waktu dan tenaga untuk suatu hal yang sebenarnya tidak perlu dilakukan.

Pada sesi ini, kepada para peserta akan diberikan materi untuk melakukan studi kelayakan sebelum memulai usaha ternaknya. Antara lain untuk mengetahui potensi wilayah (market, sumber pakan), pilihan jenis ternak yang menguntungkan untuk dibudidayakan, serta antisipasi masalah-masalah yang akan timbul di kemudian hari, dll.

Dilanjutkan dengan materi teknis budidaya, seperti mempersiapkan dan mengatur lahan, memilih tipe dan proses pembuatan kandang, memilih dan mempersiapkan bibit, pembuatan dan pemberian pakan, penanganan penyakit, cara panen, teknik pemasaran dan tata niaga, pengolahan limbah, dsb.

 

4. Analisis Finansial

Adalah teknik melihat kelayakan usaha dari sudut pandang peternak sebagai pemilik modal. Yang menjadi perhatian utama adalah segi cash-flow yaitu perbandingan antara hasil penerimaan atau penjualan kotor (gross-sales) dengan jumlah biaya-biaya (total cost), yang dinyatakan dengan nilai terkini. Tujuannya adalah untuk mengetahui apakah usaha tersebut layak dijalankan untuk mendapatkan keuntungan. 

Materi ini seharusnya dikuasai oleh peternak. Namun pada kenyataannya, tidak banyak yang tau atau malah tidak mau tau karena terlalu yakin bahwa usaha ternak yang yang dijalankan sudah pasti menguntungkan.

 

5.Strategi Pemasaran Modern

Sebagian besar peternak masih terbelenggu dengan cara pemasaran produk peternakan secara tradisional, melalui makelar atau calo yang dikalangan para peternak sapi dan kambing biasa disebut sebagai Blantik. Akibatnya, keuntungan yang didapat tidak maksimal.

Materi ini akan membuka wawasan para peserta bahwa ada banyak alternatif pemasaran produk peternakan, bahkan dimungkinkan untuk membuka market khusus yang berbeda. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan teknologi internet.

 

6. Studi Lapangan

Bersama dengan narasumber, para peserta akan berkunjung ke usaha peternakan profesional yang telah menerapkan hasil kajian dari para ilmuwan. Tidak sekedar Field Trip, peserta diwajibkan melakukan pengamatan tentang flow bussines dan mengerjakan tugas-tugas yang diberikan narasumber sebagai bahan diskusi dan tanya jawab. Targetnya, agar para peserta mengetahui berbagai kegiatan yang sehari-hari dilakukan di peternakan.

 

TIKET DIKLAT

  • Harga Tiket : Rp1.950.000,- / Peserta.
  • Dapat diangsur Rp108.334,- x 18 bulan (tanpa bunga).

 

 

Catatan:

  1. Tempat Terbatas.
  2. Biaya sudah termasuk Ruang Pendidikan, Praktek Lapangan, Seminar Kit, Sertipikat dan Konsumsi untuk 2 hari (Lunch Box + 2 Paket Coffee Break / hari)
  3. Biaya belum termasuk akomodasi dan transportasi peserta pelatihan. Untuk peserta dari luar kota, dapat menggunakan  Wisma Tamu milik Balai Penelitian Ternak dengan biaya sewa Rp60.000,- / malam.

 

Jika membutuhkan informasi lebih lanjut silahkan menghubungi kami melalui telpon/Whatsapp Messenger: