<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Dunia Sapi</title>
	<atom:link href="http://duniasapi.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://duniasapi.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Wed, 10 Mar 2010 02:22:03 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Sapi Tahan Panas</title>
		<link>http://duniasapi.com/sapi-tahan-panas/</link>
		<comments>http://duniasapi.com/sapi-tahan-panas/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Mar 2010 02:08:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abrianto Wahyu Wibisono</dc:creator>
				<category><![CDATA[ALL]]></category>
		<category><![CDATA[BIBIT]]></category>
		<category><![CDATA[IPTEK]]></category>
		<category><![CDATA[grati]]></category>
		<category><![CDATA[kulit sapi]]></category>
		<category><![CDATA[ongole]]></category>
		<category><![CDATA[sapi tahan panas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniasapi.com/?p=2709</guid>
		<description><![CDATA[Kulit dan bagian-bagiannya seperti : Rambut, kelenjar keringat, warna kulit dan rambut mempunyai peran penting untuk melindungi kulit dari berbagai macam sumber infeksi, menjaga panas tubuh, dan lain-lain.
Thahar, Moran dan Soeripto dari Balai Penelitian dan Pengembangan Ternak, Ciawi Bogor telah melakukan penelitian tentang kulit pada sapi dan kerbau di Indonesia. Berikut ini adalah beberapa informasi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Kulit</strong> dan bagian-bagiannya seperti : <strong>Rambut</strong>, <strong>kelenjar keringat</strong>, <strong>warna kulit</strong> dan <strong>rambut</strong> mempunyai peran penting untuk melindungi kulit dari berbagai macam sumber infeksi, menjaga panas tubuh, dan lain-lain.</p>
<p style="text-align: justify;">Thahar, Moran dan Soeripto dari Balai Penelitian dan Pengembangan Ternak, Ciawi Bogor telah melakukan penelitian tentang kulit pada <strong>sapi </strong>dan <strong>kerbau</strong> di Indonesia. Berikut ini adalah beberapa informasi yang berkaitan dengan kulit pada sapi dan kerbau di Indonesia :</p>
<ul>
<li><strong><a rel="attachment wp-att-2714" href="http://duniasapi.com/sapi-tahan-panas/a1-8/"><img class="alignright size-full wp-image-2714" title="Sapi tahan panas" src="http://duniasapi.com/wp-content/uploads/2010/03/a1.gif" alt="" width="300" height="386" /></a>Ukuran panjang Rambut</strong> : rambut sapi terpanjang ada pada sapi Grati (peranakan/turunan sapi FH).</li>
</ul>
<ul>
<li><strong>Diameter Rambut</strong> : terbesar ada pada sapi Ongole. Terkecil pada sapi Grati.</li>
</ul>
<ul>
<li><strong>Ketebalan kulit</strong> : Kulit kerbau lebih tebal dari kulit sapi yaitu 6,3 (invivo) dan 7,9 (slide), sedangkan tebal kulit sapi 3,2 (invivo) dan 4,0 (slide).</li>
</ul>
<ul>
<li style="text-align: justify;"><strong>Kelenjar keringat</strong> :  <strong>sapi Ongole</strong> menduduki peringkat jumlah kelenjar keringat tertinggi yaitu 2327, sedangkan sapi Grati 1990. Sedangkan kerbau mempunyai jumlah kelenjar keringat paling sedikit (95).</li>
</ul>
<ul>
<li><strong>Kemiringan akar rambut</strong> : lebih kecil pada kerbau (44 derajat) dibanding sapi (53 derajat).</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kedalaman kelenjar keringat</strong>, <strong>rambut</strong> dan <strong>panjang akar rambut </strong>pada sapi dan kebau mempunyai urutan yang serupa sesuai ketebalan kulit.  Banyaknya kelenjar keringat per sentimeter persegi, panjang rambut dan ketebalan kulit ini mempunyai <strong>hubungan erat </strong>terhadap <strong>&#8220;ketahanan panas</strong>&#8220;. Oleh sebab itu, kerbau memang  lebih tidak tahan panas dibanding kan dengan sapi. Meskipun demikian kerbau mempunyai kemampuan adaptasi tertentu untuk menghadapi panas, salah satunya adalah dengan cara berendam di dalam air.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk jenis Sapi, <strong>ketahanan panas tinggi ada pada sapi Ongole</strong>, paling rendah adalah pada sapi Grati. Sapi Grati adalah turunan dari sapi Bos taurus yang memang berasal dari  daerah dingin.</p>
<p>Artikel Terkait :</p>
<ul>
<li><a href="../analisa-sapi-madura/">Analisa Sapi Madura</a></li>
<li><a href="../analisa-sapi-bali/">Analisa sapi bali</a></li>
<li><a href="../analisa-usaha-penggemukan-sapi/">Analisa usaha penggemukan sapi</a></li>
<li><a href="http://duniasapi.com/bangsa-dan-sifat-genetis-bibit-sapi-unggul/">Bangsa dan sifat genetis bibit sapi unggul</a></li>
</ul>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Sumber :</p>
<ul>
<li>triakoso.blog.unair.ac.id</li>
<li>strangebreedcartoons.com</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniasapi.com/sapi-tahan-panas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perawatan Sapi Potong Bunting</title>
		<link>http://duniasapi.com/perawatan-sapi-potong-bunting/</link>
		<comments>http://duniasapi.com/perawatan-sapi-potong-bunting/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Mar 2010 14:43:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abrianto Wahyu Wibisono</dc:creator>
				<category><![CDATA[ALL]]></category>
		<category><![CDATA[BIBIT]]></category>
		<category><![CDATA[sapi bunting]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniasapi.com/?p=2688</guid>
		<description><![CDATA[Sapi potong yang sedang bunting, tubuhnya cenderung melemah  dan menjadi  rentan terhadap pengaruh luar serta berbagai macam penyakit. Tanda-tanda umum  sapi potong yang sedang  bunting adalah :

Tidak adanya siklus birahi lagi. Namun pada prakteknya, tidak timbulnya siklus birahi pada sapi betina belum pasti menandakan adanya kebuntingan.
Peningkatan berat badan.
Dinding perut bertambah besar.
Sapi betina manjadi lebih tenang.
Adanya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Sapi potong</strong> yang sedang <strong>bunting</strong>, tubuhnya cenderung melemah  dan menjadi  rentan terhadap pengaruh luar serta berbagai macam penyakit. Tanda-tanda umum  sapi potong yang sedang  bunting adalah :</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li><strong><a rel="attachment wp-att-2699" href="http://duniasapi.com/perawatan-sapi-potong-bunting/a2-5/"><img class="alignright size-full wp-image-2699" title="perawatan sapi potong bunting" src="http://duniasapi.com/wp-content/uploads/2010/03/a24.jpg" alt="" width="300" height="247" /></a>Tidak adanya siklus birahi</strong> lagi. Namun pada prakteknya, tidak timbulnya siklus birahi pada sapi betina belum pasti menandakan adanya kebuntingan.</li>
<li><strong>Peningkatan berat</strong> badan.</li>
<li><strong>Dinding perut</strong> bertambah besar.</li>
<li>Sapi betina manjadi <strong>lebih tenang.</strong></li>
<li>Adanya perkembangan <strong>ambing</strong>.</li>
<li>Ada <strong>gerakan pada perut</strong> sebelah bawah,sisi kanan dan belakang.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;"><strong>Masa bunting</strong> sapi potong rata-rata adalah  <strong>281</strong> <strong>hari</strong>. Pada masa ini <strong>sapi potong bunting</strong> harus dirawat dengan baik dan diberikan makanan dengan <strong>nutrisi yang cukup</strong>. Defisiensi zat-zat makanan selama kebuntingan akan menimbulkan pengaruh serius pada perkembangan anak sapi yang sedang dikandungnya. Selain itu harus dilakukan juga <strong>kontrol perkembangan kebuntingan</strong> agar dapat melahirkan anak sapi yang normal dan sehat</p>
<p style="text-align: justify;"><a rel="attachment wp-att-2695" href="http://duniasapi.com/perawatan-sapi-potong-bunting/a1-6/"><img class="alignleft size-medium wp-image-2695" title="sapi bunting" src="http://duniasapi.com/wp-content/uploads/2010/03/a14-300x211.jpg" alt="" width="300" height="211" /></a>Apabila telah terlihat tanda-tanda kehamilan, sapi  harus segera  <strong>dipisahkan </strong>dengan kelompok sapi yang lain. Apabila ada lebih dari satu ekor sapi,  dapat  dikumpulkan menjadi satu kandang . Perlakuan kepada sapi bunting pun harus dibedakan dengan sapi normal, karena kondisi badan yang sedang melemah tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah <strong>Sapi potong  bunting</strong> mendekati masa <strong>melahirkan</strong>, segera  pisahkan pada kandang tersendiri. Kandang ini  pun harus selalu dalam kondisi  yang bersih, kering dan terang. Sapi potong bunting yang akan melahirkan akan memperlihatkan tanda-tanda sebagai berikut :</p>
<ul>
<li style="text-align: justify;">Ambing membesar, membengkak dan mengeras</li>
<li style="text-align: justify;">Urat daging di sekitar pelvis mengendor dan disekeliling pangkal ekor cekung.</li>
<li style="text-align: justify;">Vulva membangkak dan mengeluarkanlendir.</li>
<li style="text-align: justify;">Napsu makan menurun</li>
<li style="text-align: justify;">Sapi tampak selalu  gelisah dan berubah posisi antara  bediri, berbaring atau berputar-putar.</li>
<li style="text-align: justify;">Sapi seringkali  kencing</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Bila sudah tampak gejala-gejala semacam itu, kandang untuk melahirkan harus disiapkan dengan diberi alas jerami dan selalu diawasi.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p><strong>Artikel Terkait : </strong></p>
<ul>
<li><a href="../sapi-korban-perbuatan-asusila/">Sapi Korban Perbuatan Asusila</a></li>
<li><a href="../kecemburuan-sapi-jantan/">Kecemburuan Sapi jantan</a></li>
<li><a href="../beda-sapi-jantan-dan-sapi-betina/">Beda Sapi jantan dan Sapi betina</a></li>
<li><a href="../kekuatan-sapi-jantan/">Kekuatan Sapi Jantan</a></li>
<li><a href="http://duniasapi.com/larangan-pemotongan-sapi-betina-produktif/">Larangan pemotongan sapi betina produktif</a></li>
</ul>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align: justify;">Sumber :</p>
<ul>
<li>scribd.com</li>
<li>books.google.co.id</li>
<li>ndhomekeeper.blogspot.com</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniasapi.com/perawatan-sapi-potong-bunting/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Daging &#8220;Paha Belakang&#8221; Sapi</title>
		<link>http://duniasapi.com/daging-paha-belakang-sapi/</link>
		<comments>http://duniasapi.com/daging-paha-belakang-sapi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Mar 2010 12:56:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abrianto Wahyu Wibisono</dc:creator>
				<category><![CDATA[ALL]]></category>
		<category><![CDATA[DAGING]]></category>
		<category><![CDATA[paha belakang]]></category>
		<category><![CDATA[rump]]></category>
		<category><![CDATA[silverside]]></category>
		<category><![CDATA[topside]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniasapi.com/?p=1468</guid>
		<description><![CDATA[Dari bagian paha belakang sapi, terdapat beberapa jenis potongan daging  yaitu :

Daging tanjung (rump).
Daging kelapa (knuckle).
Daging penutup (inside, topside).
Silverside.
Daging gandik (eye of round).
Daging pendasar (outside).

TANJUNG adalah bagian daging yang posisinya ada di bagian pinggang.  Daging ini termasuk jenis daging lunak dan dilapisi oleh lemak yang cukup tebal. Tanjung biasa dipotong sebagai rump atau dipotong menjadi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a rel="attachment wp-att-2673" href="http://duniasapi.com/daging-paha-belakang-sapi/a1-5/"><img class="alignright size-full wp-image-2673" title="daging paha belakang sapi" src="http://duniasapi.com/wp-content/uploads/2010/03/a13.jpg" alt="" width="290" height="290" /></a>Dari bagian paha belakang sapi, terdapat beberapa jenis potongan daging  yaitu :</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Daging tanjung (rump).</li>
<li>Daging kelapa (<span style="font-style: italic;">knuckle</span>).</li>
<li>Daging penutup (<span style="font-style: italic;">inside, topside</span>).</li>
<li><span style="font-style: italic;">Silverside</span>.</li>
<li>Daging gandik (<span style="font-style: italic;">eye of round</span>).</li>
<li>Daging pendasar (<span style="font-style: italic;">outside</span>).</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">TANJUNG adalah bagian daging yang posisinya ada di bagian pinggang.  Daging ini termasuk jenis daging lunak dan dilapisi oleh lemak yang cukup tebal. Tanjung biasa dipotong sebagai <span style="font-style: italic;">rump</span> atau dipotong menjadi bagian lebih kecil menjadi<span style="font-style: italic;"> rump steak</span>.  Tanjung bisa panggang, di<span style="font-style: italic;">grill</span> atau di<span style="font-style: italic;">broil</span>, digoreng atau diungkep. Jika diiris tipis-tipis bisa juga dipakai untuk oseng.</p>
<p style="text-align: justify;">Daging penutup, kelapa, gandik dan pendasar lebih cocok diolah menjadi empal, dendeng,  dan rendang karena sifat dagingnya yang padat.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-style: italic;"><a rel="attachment wp-att-2678" href="http://duniasapi.com/daging-paha-belakang-sapi/a2-3/"><img class="aligncenter size-full wp-image-2678" title="potongan daging rump" src="http://duniasapi.com/wp-content/uploads/2010/03/a22.jpg" alt="" width="400" height="268" /></a>Silverside</span> terdapat di paha belakang bagian bawah. Dagingnya padat dan tidak banyak mengandung lemak. Cocok juga dibuat dendeng, rendang, abon dan bisa juga direbus.</p>
<p>Artikel Terkait :</p>
<ul>
<li><a href="../daging-sampil-sapi/">Daging Sampil Sapi </a></li>
<li><a href="../daging-sandung-lamur-sapi/">Sandung Lamur</a></li>
<li><a href="../daging-samcan-sapi/">Samcan</a></li>
<li><a href="../daging-sengkel-sapi/">Sengkel</a></li>
<li><a href="../daging-iga-sapi/">Iga</a></li>
<li><a href="../tata-cara-pemotongan-hewan-kurban/">Tata Cara Pemotongan Hewan Kurban</a></li>
</ul>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align: justify;">Sumber :</p>
<ul>
<li>suffolkriversbeef.co.uk</li>
<li><cite>daylesfordorganic.com</cite></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniasapi.com/daging-paha-belakang-sapi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bentuk Luar Bibit Sapi Unggul</title>
		<link>http://duniasapi.com/bentuk-luar-bibit-sapi-unggul/</link>
		<comments>http://duniasapi.com/bentuk-luar-bibit-sapi-unggul/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Mar 2010 17:27:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abrianto Wahyu Wibisono</dc:creator>
				<category><![CDATA[ALL]]></category>
		<category><![CDATA[BIBIT]]></category>
		<category><![CDATA[bibit unggul]]></category>
		<category><![CDATA[ciri sapi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniasapi.com/?p=2657</guid>
		<description><![CDATA[Bentuk atau ciri luar sapi mempunyai hubungan erat dengan faktor genetis seperti : Laju pertumbuhan berat sapi, kualitas tubuh sapi  serta mutu dari daging yang akan dihasilkan. Oleh sebab itu, bentuk atau ciri luar pun menjadi salah satu kriteria dalam pemilihan bibit sapi yang baik.
Bentuk atau ciri luar dari sapi yang baik dapat diuraikan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><a rel="attachment wp-att-2662" href="http://duniasapi.com/bentuk-luar-bibit-sapi-unggul/a1-4/"><img class="aligncenter size-full wp-image-2662" title="bentuk luar bibit sapi unggul" src="http://duniasapi.com/wp-content/uploads/2010/03/a12.jpg" alt="" width="400" height="237" /></a>Bentuk atau ciri luar</strong> sapi mempunyai hubungan erat dengan faktor genetis seperti : <strong>Laju pertumbuhan berat sapi</strong>, <strong>kualitas tubuh sapi </strong> serta <strong>mutu dari daging yang akan dihasilkan</strong>. Oleh sebab itu, bentuk atau ciri luar pun menjadi salah satu kriteria dalam pemilihan bibit sapi yang baik.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Bentuk atau ciri luar</strong> dari sapi yang baik dapat diuraikan sebagai berikut :</p>
<ul>
<li>Penampilan harus baik, besar badan yang dimilikinya harus sesuai dengan umur.</li>
</ul>
<ul>
<li>Memiliki tubuh yang kuat, leher besar, punggung kuat, pinggang lebar, pundak sedikit tajam dan lebar.</li>
</ul>
<ul>
<li>Badan panjang, dada dalam, lingkar perut dan lingkar dada besar, dengan demikian tubuh sapi akan dapat menampung lebih banyak makanan, dengan demikian laju pertumbuhan berat sapi akan lebih cepat.</li>
</ul>
<ul>
<li>Tubuh sapi unggul akan terlihat dari  pertumbuhan tubuh bagian tengah,depan,tengah dan belakang yang serasi, dengan garis badan atas dan bawah sejajar</li>
</ul>
<ul>
<li>Pada bagian paha  sampai dengan  pergelangan penuh berisi daging.</li>
</ul>
<ul>
<li>Dadanya  lebar dan dalam serta menonjol ke depan</li>
</ul>
<ul>
<li>Kaki terlihat kokoh menopang tubuhnya.</li>
</ul>
<p><strong>Artikel Terkait </strong>:</p>
<ul>
<li><a href="../silsilah-sapi-madura/">Silsilah Sapi Madura</a></li>
<li><a href="http://sapronak.com/products/19/0/Bibit/">Bibit Sapi</a></li>
<li><a href="http://duniasapi.com/nasib-bibit-ternak-sapi-unggulan-indonesia/">Nasib bibit sapi unggulan indonesia</a></li>
</ul>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</p>
<p>Sumber :</p>
<ul>
<li>rotiisicoklat.dagdigdug.com</li>
<li>ter-ronfarms.com</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniasapi.com/bentuk-luar-bibit-sapi-unggul/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Fungsi Air Dalam Tubuh Sapi</title>
		<link>http://duniasapi.com/fungsi-air-dalam-tubuh-sapi/</link>
		<comments>http://duniasapi.com/fungsi-air-dalam-tubuh-sapi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Mar 2010 15:25:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abrianto Wahyu Wibisono</dc:creator>
				<category><![CDATA[ALL]]></category>
		<category><![CDATA[PAKAN]]></category>
		<category><![CDATA[air minum sapi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniasapi.com/?p=2635</guid>
		<description><![CDATA[Dalam tubuh sapi, terdapat air dengan kandungan mencapai  70%.  Oleh sebab itu, tidak dapat disangkal apabila Air termasuk salah satu komponen yang sangat penting dalam tubuh sapi. Jika prosentase tersebut berkurang hingga 20% saja, akan berakibat cukup fatal pada tubuh sapi bahkan dapat menyebabkan  kematian.
Air pada tubuh sapi mempunyai fungsi yang sangat penting, yaitu sebagai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a rel="attachment wp-att-2640" href="http://duniasapi.com/fungsi-air-dalam-tubuh-sapi/a1-3/"><img class="alignleft size-full wp-image-2640" title="Fungsi air dalam tubuh sapi " src="http://duniasapi.com/wp-content/uploads/2010/03/a11.jpg" alt="" width="400" height="349" /></a>Dalam tubuh sapi, terdapat <strong>air</strong> dengan kandungan mencapai  <strong>70%</strong>.  Oleh sebab itu, tidak dapat disangkal apabila <strong>Air</strong> termasuk salah satu komponen yang sangat penting dalam tubuh sapi. Jika prosentase tersebut berkurang hingga <strong>20% </strong>saja, akan berakibat cukup fatal pada tubuh sapi bahkan dapat menyebabkan  kematian.</p>
<p style="text-align: justify;">Air pada tubuh sapi mempunyai fungsi yang sangat penting, yaitu sebagai berfungsi media untuk <strong>mengatur suhu tubuh</strong>, membantu <strong>proses pencernaan</strong>, <strong>mengangkat zat-zat pakan</strong> dan yang paling penting adalah <strong>mengeluarkan bahan-bahan yang sudah tidak berguna</strong> dari dalam tubuh sapi.</p>
<p style="text-align: justify;">Akan tetapi, kebutuhan air dari sapi berbeda-beda, tergantung kepada beberapa faktor seperti : <strong>bangsa sapi</strong>, <strong>kondisi iklim</strong> , <strong>umur</strong> (sapi yang berumur lebih muda cenderung lebih banyak membutuhkan air dibandingkan dengan yang lebih tua ) dan <strong>jenis pakan</strong> yang diberikan.</p>
<p style="text-align: justify;">Pemenuhan kebutuhan air  pada sapi , diperoleh dari berbagai cara yaitu melalui <strong>air minum</strong>, melalui <strong>air yang terkandung di dalam pakan</strong> atau melalui air yang berasal dari <strong>metabolisme</strong> zat  yang terkandung di dalam pakan.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagaimana air di dapat dari pakan ?. Pada dasarnya semua bahan pakan mengandung air. Untuk bahan pakan kasar seperti hijauan segar atau rerumputan kandungan  airnya cukup tinggi,  hingga 85%. Oleh sebab itu, hewan tropis seperti sapi dapat bertahan hidup tanpa minum air  hanya dengan  makan hijauan.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk bahan pakan berupa biji-bijian, kandungan airnya lebih sedikit yaitu sekitar 10-25% saja.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut penelitian, seekor  sapi setiap hari rata-rata membutuhkan air antara 3-6 liter air / 1 Kg pakan kering. Oleh sebab itu, air ini harus <strong>cukup tersedia</strong> di kandang apabila menginginkan pertumbuhan sapi yang baik.</p>
<p><a rel="attachment wp-att-2645" href="http://duniasapi.com/fungsi-air-dalam-tubuh-sapi/a2-2/"><img class="aligncenter size-full wp-image-2645" title="kebutuhan air pada ternak sapi " src="http://duniasapi.com/wp-content/uploads/2010/03/a21.jpg" alt="" width="500" height="134" /></a></p>
<p><strong>Artikel Terkait :</strong></p>
<ul>
<li><a href="../ransum-dan-bahan-pakan-ternak-sapi/">Ransum dan bahan pakan ternak sapi</a></li>
<li><a href="../pemberian-pakan-pedet-baru-lahir/">Pemberian pakan pedet baru lahir</a></li>
<li><a href="../pemberian-pakan-pedet-masa-sapih-1-9-minggu-2/">Pemberian pakan pedet masa sapih</a></li>
<li><a href="../pemberian-pakan-sapi-dara-2/">Pemberian pakan sapi dara</a></li>
<li><a href="../pemberian-pakan-sapi-laktasi/">Pemberian pakan sapi laktasi</a></li>
<li><a href="../penilaian-kualitas-pakan-sapi/">Penilaian kualitas pakan sapi</a></li>
</ul>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</p>
<p style="text-align: justify;">Gambar diambil dari  : joannetuckerart.com</p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniasapi.com/fungsi-air-dalam-tubuh-sapi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bangsa dan Sifat Genetis Bibit Sapi Unggul</title>
		<link>http://duniasapi.com/bangsa-dan-sifat-genetis-bibit-sapi-unggul/</link>
		<comments>http://duniasapi.com/bangsa-dan-sifat-genetis-bibit-sapi-unggul/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Mar 2010 16:34:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abrianto Wahyu Wibisono</dc:creator>
				<category><![CDATA[ALL]]></category>
		<category><![CDATA[BIBIT]]></category>
		<category><![CDATA[bangsa sapi]]></category>
		<category><![CDATA[bibit unggul]]></category>
		<category><![CDATA[sifat genetis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniasapi.com/?p=2611</guid>
		<description><![CDATA[Target utama Peternak sapi potong adalah mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya dari kegiatan peternakan yang dilakukannya. Keuntungan ini bisa didapatkan dari kenaikan berat Sapi potong serta kualitas daging yang dihasilkan.
Pada dasarnya semua bangsa dan tipe sapi dapat digemukkan. Akan tetapi, untuk mendapatkan hasil yang maksimal sebaiknya peternak sudah dapat memperhitungkan hasil yang diperoleh (penjualan hasil ternak) dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><a rel="attachment wp-att-2617" href="http://duniasapi.com/bangsa-dan-sifat-genetis-bibit-sapi-unggul/a1-2/"><img class="alignleft size-full wp-image-2617" title="bangsa dan sifat genetis sapi kriteria memilih bibit unggul" src="http://duniasapi.com/wp-content/uploads/2010/03/a1.jpg" alt="" width="400" height="292" /></a>Target utama</strong> Peternak sapi potong adalah mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya dari kegiatan peternakan yang dilakukannya. Keuntungan ini bisa didapatkan dari <strong>kenaikan berat</strong> Sapi potong serta <strong>kualitas daging</strong> yang dihasilkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada dasarnya semua bangsa dan tipe sapi <strong>dapat digemukkan</strong>. Akan tetapi, untuk mendapatkan hasil yang maksimal sebaiknya peternak sudah dapat memperhitungkan <strong>hasil yang diperoleh</strong> (penjualan hasil ternak) dengan <strong>biaya yang dikeluarkan</strong> (pembelian bibit sapi, pakan, biaya operasional).</p>
<p style="text-align: justify;">Secara umum, bibit sapi yang menguntungkan memang bibit sapi yang <strong>tingkat pertumbuhannya cepat</strong>, <strong>dagingnya baik dan berkualitas tinggi</strong>. Untuk mendapatkannya bukanlah hal yang mudah,   peternak wajib memiliki <strong>pengetahuan</strong>, <strong>pengalaman</strong> dan <strong>kecakapan</strong>. Salah satu kriteria dalam pemilihan bibit sapi yang unggul adalah <strong>Bangsa dan sifat genetis sapi</strong>.</p>
<p style="text-align: justify;">Setiap bangsa sapi memiliki sifat genetis yang berbeda-beda, baik mengenai dagingnya , ataupun kemampuan beradaptasi dengan lingkungan seperti penyesuaian iklim dan penyesuaian pakan.</p>
<p style="text-align: justify;"><a rel="attachment wp-att-2622" href="http://duniasapi.com/bangsa-dan-sifat-genetis-bibit-sapi-unggul/a2/"><img class="alignright size-full wp-image-2622" title="sapi impor jenis unggul" src="http://duniasapi.com/wp-content/uploads/2010/03/a2.jpg" alt="" width="400" height="267" /></a>Menurut teori, sapi-sapi yang unggul sebagai sapi pedaging adalah jenis : Hereford, Aberdeen angus, beefmaster,charolais, dsb, yang biasanya harus di-impor dari luar negeri.  Sapi-sapi jenis ini  dapat menghasilkan prosentase karkas lebih dari 60%. Sedangkan jenis lokal seperti sapi bali, madura,ongole,  prosentase karkas selalu lebih rendah dari jenis-jenis sapi diatas.</p>
<p style="text-align: justify;">Akan tetapi, pada prakteknya  sapi-sapi jenis unggul ini tidak popular di kalangan peternak tradisional di Indonesia. Beternak sapi-sapi impor seringkali tidak dapat memenuhi target yang diharapkan. Pendapat ini memang ada benarnya, tetapi penyebab utamanya terkadang bukan karena bibit yang jelek, melainkan ketidaksesuaian iklim dimana sapi–sapi itu diternakkan, teknik pemeliharaan  serta kualitas pakan yang rendah.</p>
<p style="text-align: justify;">Perbedaan iklim antara daerah asal dengan lingkungan yang baru membuat sapi-sapi impor harus berjuang extra keras untuk beradaptasi yang akhirnya stress dan mempengaruhi pertumbuhan beratnya. Belum lagi masalah ketidaktahuan peternak tentang perbedaan perlakuan antara sapi impor dengan sapi lokal. Demikian juga dengan pakan yang diberikan,  kualitasnya berbeda dengan pakan sehari-hari dikonsumsi sapi-sapi impor ini. Pada akhirnya, peternak tidak akan dapat menghasilkan  keuntungan bahkan bisa merugi.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Artikel Terkait :</p>
<ul>
<li><a href="http://duniasapi.com/analisa-sapi-madura/">Analisa Sapi Madura</a></li>
<li><a href="http://duniasapi.com/analisa-sapi-bali/">Analisa sapi bali</a></li>
<li><a href="http://duniasapi.com/analisa-usaha-penggemukan-sapi/">Analisa usaha penggemukan sapi</a></li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p style="text-align: justify;">Sumber :</p>
<ul>
<li>Sapi Potong (A.S.Sudarmono)</li>
<li>cattle.com</li>
<li>embryoplus.com</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniasapi.com/bangsa-dan-sifat-genetis-bibit-sapi-unggul/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>THE IMPACT OF IMPORTED BEEF BOXED TO FEEDLOT BUSINESS DEVELOPMENT IN INDONESIA</title>
		<link>http://duniasapi.com/the-impact-of-imported-beef-boxed-to-feedlot-business-development-in-indonesia/</link>
		<comments>http://duniasapi.com/the-impact-of-imported-beef-boxed-to-feedlot-business-development-in-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Feb 2010 15:23:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rochadi Tawaf</dc:creator>
				<category><![CDATA[ALL]]></category>
		<category><![CDATA[BUDIDAYA]]></category>
		<category><![CDATA[PERATURAN]]></category>
		<category><![CDATA[PERDAGANGAN]]></category>
		<category><![CDATA[crossbreeding]]></category>
		<category><![CDATA[indonesian feedlot]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniasapi.com/?p=2590</guid>
		<description><![CDATA[In Indonesia, total populations of beef cattle comprise around 11.8 millions head. Generally, the cattle are kept by small holder business feedlot of them are raised by feedlot companies. The main problems are breed quality, the feedlots are small size and low feed quality (roughage and concentrate). Production performance indicated that average daily gain reached [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a rel="attachment wp-att-2603" href="http://duniasapi.com/the-impact-of-imported-beef-boxed-to-feedlot-business-development-in-indonesia/a1/"><img class="aligncenter size-full wp-image-2603" title="dampak daging box terhadap peternakan di indonesia" src="http://duniasapi.com/wp-content/uploads/2010/02/a1.jpg" alt="" width="400" height="264" /></a>In Indonesia, <strong>total populations of beef cattle</strong> comprise around <strong>11.8 millions head</strong>. Generally, the cattle are kept by <strong>small holder</strong> business feedlot of them are raised by feedlot companies. The main problems are <strong>breed quality</strong>, the feedlots are <strong>small size</strong> and <strong>low feed quality</strong> (roughage and concentrate). Production performance indicated that <strong>average daily gain</strong> reached <strong>0.5-0.9 kg/day/head</strong> in <strong>small holder farms </strong>and <strong>1.2-1.5 kg/day/head</strong> in <strong>feedlot companies</strong>.</p>
<p style="text-align: justify;">During several years, Indonesian beef farmers were interested to run <strong>crossbreeding</strong> (<strong>Simmental and Limousine cross with local cattle</strong>) and crossing with <strong>Ongole Cross</strong> (local breed), in order to achieve better performance.</p>
<p style="text-align: justify;">According <strong>the Meat and Livestock Australia</strong> report (2009), live cattle and carcass export to Indonesia grew up rapidly during the last four years. In <strong>2007-08</strong> the live cattle to indonesia counted <strong>547,000 heads</strong>, while in <strong>2006-07</strong> was of <strong>452,000 heads</strong>, carcass export reached <strong>46,100 tones in 2007-08</strong> increasing thus twice from <strong>28,000 tones in 2006-07</strong>.</p>
<p style="text-align: justify;"><a rel="attachment wp-att-2600" href="http://duniasapi.com/the-impact-of-imported-beef-boxed-to-feedlot-business-development-in-indonesia/a3/"><img class="alignright size-full wp-image-2600" title="sapi impor" src="http://duniasapi.com/wp-content/uploads/2010/02/a3.jpg" alt="" width="300" height="379" /></a>Whole value of live cattle traded export to indonesia reached around<strong> US $ 341 million</strong> during <strong>2007-08</strong>, compared to last year—only <strong>US $ 99 millions</strong>. This was the <strong>third market level after USA and Japan markets</strong>, and was developed very rapidly. It is predicted to increase around <strong>12%</strong> in 2009, and to keep increasing in the next few years.</p>
<p style="text-align: justify;">Actually there is <strong>disparity beef price</strong> in Indonesia between <strong>local </strong>and <strong>imported</strong> beef. Thus the retail price for Australia beef is only <strong>Rp. 42.500/kg</strong> (around US $ 4, 00), compared to local beef, around <strong>Rp.55, 000/kg</strong> or US $ 5, 00. It will be impact to Australia beef cattle sold the heavy cattle directly to slaughter house.</p>
<p style="text-align: justify;">On the other side, this disparity has <strong>impact to short time</strong> on the <strong>beef price</strong> in Indonesia and will have <strong>negative impact</strong> on the <strong>small scale farmers</strong> and <strong>feedlot companies</strong>, because the production cost will not covered by beef market price.</p>
<p style="text-align: justify;">Therefore, if beef imports from Australia will be continued over l<strong>ong term</strong>, the feedlot business companies in Indonesia <strong>will be collapsed</strong>. In anticipation for long term, Australia should export the feeder cattle (steer or heifer) to Indonesia at <strong>competitive price</strong>. The price disparity between Australia imported boxed beef and Indonesian beef has distorted the local beef market price and influenced the feedlot industries in Indonesia, decreasing also the price of the live cattle imported from Australia. This condition is <strong>not conducive</strong> to the cattle farmers in north area in Australia and feedlot business in Indonesia.</p>
<p>Artikel Terkait :</p>
<ul>
<li><a href="../performans-bisnis-feedlot/">Performans Bisnis Feedlot</a></li>
<li><a href="../penggemukan-sapi-di-tempat-sampah/">Penggemukan Sapi di Tempat Sampah</a></li>
<li><a href="../analisa-usaha-penggemukan-sapi/">Analisa Usaha Penggemukan Sapi</a></li>
<li><a href="http://duniasapi.com/langkah-langkah-membangun-peternakan-sapi/">Langkah-langkah membangun usaha peternakan sapi</a></li>
</ul>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p>Image from :</p>
<ul>
<li>devonred.co.uk</li>
<li>hawaiipictures.com</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniasapi.com/the-impact-of-imported-beef-boxed-to-feedlot-business-development-in-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kontroversi Susu Kolostrum Sapi</title>
		<link>http://duniasapi.com/kontroversi-susu-kolostrum-sapi/</link>
		<comments>http://duniasapi.com/kontroversi-susu-kolostrum-sapi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Feb 2010 11:41:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abrianto Wahyu Wibisono</dc:creator>
				<category><![CDATA[ALL]]></category>
		<category><![CDATA[IPTEK]]></category>
		<category><![CDATA[MINUMAN]]></category>
		<category><![CDATA[agammaglobulinemia]]></category>
		<category><![CDATA[iga]]></category>
		<category><![CDATA[IgC]]></category>
		<category><![CDATA[kekebalan tubuh]]></category>
		<category><![CDATA[susu sapi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniasapi.com/?p=2327</guid>
		<description><![CDATA[Susu,  adalah makanan pertama dan utama yang disiapkan Sang Pencipta untuk kehidupan pertama manusia ataupun hewan yang lahir ke dunia. Oleh sebab itu, kandungan gizi yang terkandung di dalam susu akan berbeda-beda tergantung kepada jenis mahluk hidup yang akan menerimanya.
Kandungan gizi dalam susu ini memang dirancang untuk tujuan tertentu. Salah satunya berhubungan dengan kekebalan tubuh. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><a rel="attachment wp-att-2548" href="http://duniasapi.com/kontroversi-susu-kolostrum-sapi/kolostrum-2-2/"><img class="aligncenter size-full wp-image-2548" title="kontroversi susu kolostrum sapi" src="http://duniasapi.com/wp-content/uploads/2010/02/kolostrum-21.jpg" alt="" width="500" height="292" /></a>Susu</strong>,  adalah makanan pertama dan utama yang disiapkan Sang Pencipta untuk kehidupan pertama manusia ataupun hewan yang lahir ke dunia. Oleh sebab itu, kandungan gizi yang terkandung di dalam susu akan <strong>berbeda-beda</strong> tergantung kepada <strong>jenis mahluk hidup</strong> yang akan menerimanya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kandungan gizi</strong> dalam susu ini memang dirancang untuk tujuan tertentu. Salah satunya berhubungan dengan <strong>kekebalan tubuh</strong>. Sebagai contoh adalah <strong>susu sapi</strong>. Berdasarkan penelitian, anak sapi yang baru lahir sama sekali<strong> tidak mempunyai kekebalan tubuh</strong> (<em>agammaglobulinemia</em>), oleh sebab itu  sapi yang baru lahir harus <strong>segera</strong> meminum susu induknya sebagai cara untuk men-transfer kekebalan tubuh.</p>
<p style="text-align: justify;"><a rel="attachment wp-att-2553" href="http://duniasapi.com/kontroversi-susu-kolostrum-sapi/kolostrum-3/"><img class="alignleft size-full wp-image-2553" title="mekanisme transfer kekebalan tubuh via kolostrum sapi" src="http://duniasapi.com/wp-content/uploads/2010/02/kolostrum-3.gif" alt="" width="304" height="311" /></a>Bagaimana <strong>mekanisme</strong> ini terjadi ?. Ternyata pada<strong> usus anak sapi</strong> yang baru lahir  terdapat  <strong>pori-pori</strong> yang berukuran lebih besar dibandingkan dengan usus sapi yang telah dewasa. Rupanya pori-pori ini berguna   sebagai <strong>jalan masuk</strong> bagi &#8220;<strong>materi kekebalan tubuh</strong>&#8221; berupa <strong> protein</strong> ataupun <strong>peptida</strong> yang memang berukuran besar.</p>
<p style="text-align: justify;">Akan tetapi, struktur pori  usus anak sapi seperti ini hanya berlangsung hingga kira-kira <strong>36 jam</strong>. Setelah  36 jam, epitel usus akan mengelupas dan <strong>menjadi normal</strong> seperti pada  umumnya usus sapi dewasa. Setelah itu usus hanya mampu menyerap bahan protein yang berukuran kecil (asam amino), bukan protein atau peptida sebagai materi kekebalan. Oleh sebab itu, <strong>keterlambatan</strong> mengkonsumsi kolostrum pada sapi berakibat cukup fatal,  karena materi kekebalan yang ada dalam kolostrum sudah tidak dapat masuk lagi ke dalam tubuh dan sapi menjadi rentan terhadap berbagai penyakit.</p>
<p style="text-align: justify;">Materi kekebalan di dalam susu kolostrum sapi disebut sebagai <strong>IgC </strong>(<em>imunoglobulin G</em>) dengan jumlah kandungan yang sangat tinggi. Ini adalah semacam &#8220;<strong>fotocopy rumus kekebalan</strong>&#8221; yang pernah dimiliki oleh induk sapi yang kemudian akan  diturunkan sementara (siap pakai) pada anak sapi melalui susu kolostrum tadi.</p>
<p style="text-align: justify;"><a rel="attachment wp-att-2574" href="http://duniasapi.com/kontroversi-susu-kolostrum-sapi/kolostrum-4-2/"><img class="aligncenter size-full wp-image-2574" title="kandungan  gizi pada kolostrum" src="http://duniasapi.com/wp-content/uploads/2010/02/kolostrum-41.jpg" alt="" width="400" height="278" /></a>Berbeda dengan manusia, proses <strong>transfer kekebalan</strong> pada bayi manusia telah diturunkan sejak dini melalui <strong>plasent</strong>a. Materi kekebalan yang dibutuhkan pun bukan seperti <strong>IgC </strong> pada sapi tetapi berupa <strong>IgA</strong> yang fungsinya juga berbeda yaitu untuk<strong> melindungi</strong> permukaan epitel usus.</p>
<p style="text-align: justify;">Kandungan zat-zat yang terdapat pada susu sapi dan ASI juga saling berlawanan, contohnya :</p>
<ul>
<li style="text-align: justify;"><strong>IgG</strong> -&gt;  pada kolostrum sapi sangat banyak, pada kolostrum ibu sangat rendah.</li>
</ul>
<ul>
<li style="text-align: justify;"><strong>IgA</strong> -&gt;  pada kolostrum sapi sangat rendah pada kolostrum ibu sangat tinggi.</li>
</ul>
<ul>
<li><strong>Laktoferin</strong> -&gt;  pada kolostrum sapi sangat rendah, pada kolostrum ibu sangat tinggi.</li>
</ul>
<ul>
<li style="text-align: justify;"><strong>Laktoperoksidase</strong> -&gt; Pada kolostrum sapi mempunyai b-laktalbumin, pada kolostrum ibu tidak terkandung zat tersebut.</li>
</ul>
<ul>
<li><strong>Kalsium</strong> -&gt; pada kolostrum sapi sangat tinggi, pada kolsotrum ibu tidak begitu tinggi.</li>
</ul>
<ul>
<li style="text-align: justify;"><strong>Kandungan lemak</strong> -&gt; kolostrum sapi sangat tinggi, kolostrum ibu tidak.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><a rel="attachment wp-att-2560" href="http://duniasapi.com/kontroversi-susu-kolostrum-sapi/kolostrum-sistem-kekebalan-tubuh/"><img class="alignright size-full wp-image-2560" title="sistem kekebalan tubuh" src="http://duniasapi.com/wp-content/uploads/2010/02/kolostrum-sistem-kekebalan-tubuh.jpg" alt="" width="400" height="301" /></a>Melihat komposisi ini, sangatlah jelas bahwa kolostrum sapi diciptakan hanya untuk memenuhi kebutuhan anak sapi bukan bayi atau manusia.</p>
<p style="text-align: justify;">Apakah manusia juga membutuhkan informasi kekebalan yang diperoleh sapi melalui IgG ?. Jika melihat kepada penyakit-penyakit yang  menyerang sapi dan manusia, kenyataannya memang berbeda. Sapi dapat menderita penyakit <strong>Foot and Mouth Disease</strong>, <strong>Malignant Catharrhal Fever</strong> dan sebagainya yang ternyata tidak menyerang tubuh manusia.  Kalaupun ada informasi kekebalan yang dibutuhkan olah tubuh manusia, materi tersebut tidak dapat diserap usus manusia sehingga tidak juga bisa dimanfaatkan.</p>
<p><strong>Jadi&#8230;&#8230;.., masih percaya khasiat susu kolostrum sapi untuk manusia ?</strong></p>
<p>Artikel terkait :</p>
<ul>
<li><a href="../lebih-baik-mengonsumsi-susu-segar/">Lebih baik mengkonsumsi susu segar</a></li>
<li><a href="../keju-dan-pembantaian-anak-sapi/">Keju hasil dari pembantaian anak sapi</a></li>
<li><a href="../keju-hasil-olahan-susu-sapi/">Hasil olahan susu sapi</a></li>
<li><a href="../susu-sapi-dilarang-untuk-bayi-sapihan/">Susu dilarang untuk bayi yang disapih</a></li>
<li><a href="../daging-dan-susu-tidak-baik-untuk-kesehatan/">Daging dan susu tidak baik untuk kesehatan ?</a></li>
<li><a href="../alergi-susu-sapi/">Alergi susu sapi</a></li>
<li><a href="../morfin-susu-sapi/">Morfin susu sapi</a></li>
<li><a href="../menuju-koperasi-susu-berdaya-saing/">Menuju koperasi susu berdaya saing</a></li>
<li><a href="../susu-darah-sapi/">Susu darah sapi</a></li>
<li><a href="../teko-susu-sapi/">Teko susu sapi</a></li>
<li><a href="http://duniasapi.com/sejarah-pemasaran-susu/">Sejarah pemasaran susu </a></li>
</ul>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p>Sumber :</p>
<ul>
<li>triakoso.blog.unair.ac.id</li>
<li>green-tea-colostrum.blogspot.com</li>
<li>shopnewzealand.co.nz</li>
<li>megamax.net</li>
<li>colostrum2u.com</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniasapi.com/kontroversi-susu-kolostrum-sapi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jenis Iklim Untuk Ternak Sapi</title>
		<link>http://duniasapi.com/jenis-iklim-untuk-ternak-sapi/</link>
		<comments>http://duniasapi.com/jenis-iklim-untuk-ternak-sapi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Feb 2010 08:29:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abrianto Wahyu Wibisono</dc:creator>
				<category><![CDATA[ALL]]></category>
		<category><![CDATA[LAHAN]]></category>
		<category><![CDATA[jenis iklim]]></category>
		<category><![CDATA[savana]]></category>
		<category><![CDATA[stepa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniasapi.com/?p=2514</guid>
		<description><![CDATA[Hewan ternak akan hidup dengan nyaman apabila berada di daerah yang memiliki iklim ideal yang sesuai dengan  spesies mereka. Apabila hewan hidup di lingkungan yang bersuhu kritis (suhu diatas atau dibawah normal) maka hewan akan dipaksa untuk beradaptasi. Akibatnya, hewan akan mengalami stress, yang akhirnya kembali kepada tingkat pertumbuhan dari hewan ternak tersebut.
Iklim di Indonesia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a rel="attachment wp-att-2515" href="http://duniasapi.com/jenis-iklim-untuk-ternak-sapi/iklim/"><img class="aligncenter size-full wp-image-2515" title="jenis iklim untuk peternakan sapi" src="http://duniasapi.com/wp-content/uploads/2010/02/iklim.jpg" alt="" width="500" height="246" /></a>Hewan ternak akan <strong>hidup dengan nyaman</strong> apabila berada di daerah yang memiliki iklim ideal yang sesuai dengan  spesies mereka. Apabila hewan hidup di lingkungan yang bersuhu kritis (suhu diatas atau dibawah normal) maka hewan akan dipaksa untuk <strong>beradaptasi</strong>. Akibatnya, hewan akan mengalami stress, yang akhirnya kembali kepada tingkat pertumbuhan dari hewan ternak tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Iklim di Indonesia pada umumnya tergolong panas dan lembab, dengan curah hujan rata-rata diatas 1.800 mm/tahun, kelembaban udara diatas 60 %, serta perbedaan suhu udara antara siang dan malam sekitar 2 – 5 derajad celcius. Akan tetapi sesungguhnya ada beberapa  tipe iklim yang ada di Indonesia yaitu :</p>
<h2 style="text-align: justify;">Tipe Iklim basah</h2>
<p style="text-align: justify;">Daerah dengan tipe ini memiliki <strong>suhu sedang</strong> dengan <strong>curah hujan yang sangat tinggi</strong> yang menyebabkan <strong>kelembaban udara pun menjadi sangat tinggi</strong>. Daerah ini biasanya memiliki hutan lebat dengan pepohonan dan semak-semak yang tumbuh rapat. Di daerah ini pepohonan  dapat tumbuh dengan cepat termasuk hijauan pakan ternak.  Oleh sebab itu daerah ini <strong>ketersediaan  hijauan pakan ternak terjamin sepanjang tahun</strong>. Akan tetapi , daerah seperti ini juga memiliki beberapa kekurangan seperti :</p>
<ul>
<li>Produk-produk hasil peternakan yang berkadar protein tinggi cepat membusuk  karena bakteri dan parasit hidup subur di daerah seperti ini.</li>
</ul>
<ul>
<li>Curah Hujan yang tinggi cenderung<strong> menggerus lapisan tanah atas </strong>(top soil) pada lahan-lahan yang  ditanami hijauan pakan ternak. Sehingga apabila digunakan untuk penanaman hijauan, nilai gizi seperti protein dan mineral yang terkandung dari hijauan pakan ternak yang dihasilkan bernilai rendah</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">
<h2 style="text-align: justify;">Tipe Iklim Setengah Basah</h2>
<p style="text-align: justify;">Daerah ini memiliki <strong>suhu yang relatip tinggi</strong> pada musim panas dan <strong>kelembaban yang rendah</strong> pada musim hujan. Umumnya merupakan padang rumput dengan pepohonan lebat yang biasa disebut sebagai “<strong><em>Savana</em></strong>”. Contohnya adalah daerah Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Kekurangan dari daerah ini untuk pemeliharaan sapi adalah<strong> tidak ada jaminan kontinuitas hijauan pakan ternak</strong>.</p>
<p style="text-align: justify;">
<h2 style="text-align: justify;">Tipe Iklim Setengah Kering</h2>
<p style="text-align: justify;">Daerah ini ditandai dengan <strong>kelembaban yang rendah</strong> karena matahari yang selalu bersinar cerah dengan <strong>curah hujan sedikit</strong> serta perbedaan suhu antar siang dan malam cukup terasa. Umumnya berupa padang rumput berukuran pendek diseling dengan pepohonan yang terpencar-pencar atau biasa disebut sebagi “<strong><em>Stepa</em></strong>”. Walaupun di daerah beriklim seperti ini, bakteri dan parasit tidak terlalu mengganggu karena mudah diberantas, usaha peternakan sapi tidak dapat berjalan dengan baik, karena ketersediaan air selalu menjadi masalah.</p>
<h2 style="text-align: justify;">Tipe Iklim Kering</h2>
<p style="text-align: justify;">Pada tipe iklim ini, curah hujan sangat rendah sehingga tumbuhan pun sangat jarang. Daerahnya ditandai dengan padang pasir. Daerah ini tidak direkomendasikan untuk peternakan karena hijauan dan air sulit diperoleh.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p>Artikel Terkait :</p>
<ul>
<li><a href="../rumput-raja-hijauan-pakan-sapi/">Rumput Raja hijauan pakan sapi</a></li>
<li><a href="../makan-rumput-cara-sapi/">Makan Rumput cara sapi</a></li>
<li><a href="http://sapronak.com/products/23/0/Hijauan/">Hijauan segar</a></li>
<li><a href="../kloning-sapi/">Kloning Sapi</a></li>
</ul>
<ul>
<li><a href="../nasib-bibit-ternak-sapi-unggulan-indonesia/">Nasib Bibit Ternak Sapi Unggulan Indonesia</a></li>
<li><a href="../analisa-dedak-padi-untuk-pakan-sapi/">Analisa Dedak Padi Untuk Pakan Sapi</a></li>
<li><a href="../ransum-dan-bahan-pakan-ternak-sapi/">Ransum dan Bahan Pakan Ternak</a></li>
<li><a href="../pemberian-pakan-pedet-baru-lahir/">Pemberian Pakan Pedet Baru lahir</a></li>
</ul>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Sumber :</p>
<ul>
<li>indoforum.org</li>
<li>Sapi Potong (A.S. Sudarmono)</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniasapi.com/jenis-iklim-untuk-ternak-sapi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Daging Sapi Menurunkan Kualitas Sperma</title>
		<link>http://duniasapi.com/daging-sapi-menurunkan-kualitas-sperma-2/</link>
		<comments>http://duniasapi.com/daging-sapi-menurunkan-kualitas-sperma-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Feb 2010 17:01:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abrianto Wahyu Wibisono</dc:creator>
				<category><![CDATA[ALL]]></category>
		<category><![CDATA[IPTEK]]></category>
		<category><![CDATA[MAKANAN]]></category>
		<category><![CDATA[hormon pertumbuhan sapi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniasapi.com/?p=2495</guid>
		<description><![CDATA[Daging sapi merupakan bahan pangan yang penting dalam memenuhi kebutuhan gizi. Selain tingginya mutu protein, pada daging sapi terdapat pula kandungan asam amino esensial yang lengkap dan seimbang serta beberapa jenis mineral dan vitamin. Keunggulan protein dari daging dibandingkan dengan protein nabati adalah  lebih mudah dicerna oleh tubuh.
Akan tetapi, di amerika serikat daging sapi pernah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><a rel="attachment wp-att-2498" href="http://duniasapi.com/daging-sapi-menurunkan-kualitas-sperma-2/sperma-1-2/"><img class="alignleft size-full wp-image-2498" title="daging sapi menurunkan kualitas sperma" src="http://duniasapi.com/wp-content/uploads/2010/02/sperma-11.jpg" alt="" width="200" height="209" /></a>Daging sapi</strong> merupakan bahan pangan yang penting dalam memenuhi kebutuhan gizi. Selain tingginya mutu protein, pada <strong>daging sapi</strong> terdapat pula kandungan asam amino esensial yang lengkap dan seimbang serta beberapa jenis mineral dan vitamin. Keunggulan protein dari daging dibandingkan dengan protein nabati adalah  <strong>lebih mudah dicerna</strong> oleh tubuh.</p>
<p style="text-align: justify;">Akan tetapi, di amerika serikat <strong>daging sapi </strong>pernah dianggap mempunyai peran penting dalam beberapa kasus <strong>menurunnya kualitas sperma</strong> pada bayi yang dilahirkan dari ibu yang banyak mengkonsumsi daging sapi. Untuk itu, para Ilmuwan dari University of Rochester, Amerika Serikat (AS), melakukan uji coba penghitungan sperma di antara lelaki AS yang lahir antara tahun 1949 dan 1983.  Ternyata, didapat data bahwa kaum ibu yang mengkonsumsi daging sapi lebih dari <strong>tujuh kali setiap minggu</strong>nya menghasilkan anak yang memiliki kualitas sperma buruk. Konsentrasi spermanya hanya <strong>43,1 juta</strong> <strong>sperma per milimeter</strong> pada cairan seminalnya (lebih rendah 17,7 persen dari standar WHO).</p>
<p style="text-align: justify;">Sedangkan para ibu yang mengonsumsi daging sapi lebih sedikit, melahirkan anak lelaki dengan konsentrasi sperma lebih padat, yaitu 56,9 juta sperma per milimeter. Kesimpulannya, para ibu yang mengonsumsi daging sapi lebih banyak, melahirkan anak lelaki dengan kualitas sperma lebih rendah.</p>
<p style="text-align: justify;"><a rel="attachment wp-att-2503" href="http://duniasapi.com/daging-sapi-menurunkan-kualitas-sperma-2/sperma-2-2/"><img class="alignright size-full wp-image-2503" title="penurunan kualitas sperma " src="http://duniasapi.com/wp-content/uploads/2010/02/sperma-21.jpg" alt="" width="300" height="177" /></a>Dari penelitian lanjutan, ditemukan fakta bahwa  penyebab sesungguhnya  penurunan kualitas sperma <strong>bukanlah daging sapi</strong> itu sendiri. Menurut Profesor Shanna Swan, pimpinan studi tersebut, penyebab utamanya adalah <strong>kandungan bahan kimia pemicu pertumbuhan</strong> yang terdapat didalam daging sapi itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Hormon  pemicu pertumbuhan sudah <strong>dilarang</strong> digunakan di Eropa sejak tahun 1988 silam. Pada tahun 1979, Amerika Serikat  juga sempat melarang pemakaian hormon testoteron dan progesteron pada sapi. Namun faktanya sampai saat ini masih banyak  dipakai di kalangan industri daging.</p>
<p style="text-align: justify;">Penelitian terhadap peran bahan pemicu pertumbuhan pada daging sapi sempat juga diulang pada lelaki Eropa yang lahir setelah tahun 1988, hasilnyapun tidak jauh berbeda. <strong>Dr Allan Pacey</strong>, pakar andrologi dari University of Sheffield mengatakan walau lelaki belum memproduksi sperma hingga usia puber, organ testis mereka sudah berkembang untuk bersiap memproduksi sperma.</p>
<p style="text-align: justify;">Para ilmuwan juga sempat menganalisa imbas penggunaan bahan kimia oestrogen yang terkandung pada air, plastik atau bahan kosmetika. Bahan kimia tersebut dapat memperngaruhi tahap-tahap kritis perkembangan testis anak lelaki.</p>
<p><strong>Artikel terkait :</strong></p>
<ul>
<li><a href="../cara-sehat-makan-daging-sapi/">Cara sehat makan daging sapi</a></li>
<li><a href="../prosedur-standar-operasi-pemotongan-sapi/">Prosedur Standar Operasional Pemotongan sapi</a></li>
<li><a href="../%E2%80%9Ctiada-prestasi-tanpa-gizi%E2%80%9D/">Tiada Prestasi Tanpa Gizi</a></li>
</ul>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p>Sumber :</p>
<ul>
<li>smallcrab.com</li>
<li>zazzle.com.au</li>
<li>guyism.com</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniasapi.com/daging-sapi-menurunkan-kualitas-sperma-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
