TENTANG DIKLAT

Selamatkan Peternak Indonesia !

Demikian tagline yang kami canangkan, sebagai hasil kesepakatan dari para pengelola website ini yang terdiri dari berbagai kalangan, mulai dari para pelaku bisnis ternak sapi, pengurus komunitas peternak, hingga para tenaga pendidik yang memiliki idealisme untuk terus memperjuangkan nasib para peternak sapi di Indonesia.

 

Mengapa peternak harus diselamatkan ?

Peternakan sapi sebagai contoh, mayoritas masih berskala kecil dan merujuk pada sistem pemeliharaan konvensional. Ciri khas peternakan dengan model tersebut adalah tidak pernah mengenal apa yang disebut sebagai segitiga produksi peternakan, yaitu keterpaduan langkah antara bidang pembibitan (Breeding), pakan, (Feeding), dan tata laksana (Management). Padahal ketiga hal tersebut sangat berpengaruh pada tingkat kesuksesan peternak.

Ketidakmengertian peternak disebabkan utamanya oleh minimnya ilmu pengetahuan dan ketrampilan peternak akibat “keyakinan”, bahwa tatacara beternak sapi yang telah mereka jalankan sejak jaman dahulu itu adalah yang terbaik. Mereka lupa bahwa situasi dan kondisi sekarang ini telah jauh berubah.

Bibit sapi unggul yang dahulu mudah didapatkan, sekarang seperti barang antik yang semakin sulit dijumpai. Bibit yang tersedia bukan lagi keturunan murni dari ternak sapi asli yang memiliki banyak kelebihan dalam hal penyesuaian terhadap situasi dan kondisi di lokasi peternakan tersebut berada.

Juga ketersediaan pakan yang tidak lagi mencukupi akibat terjadinya alih fungsi lahan. Peternak sapi pada saat ini tidak lagi bisa mendapatkan pakan secara gratis, karena harus mengeluarkan biaya minimal untuk tranportasi.  Artinya diperlukan modal lebih besar untuk membeli pakan, walaupun hanya mempertahankan hidup ternak sapinya.

Cuma bertahan hidup? ya! Karena untuk bisa mencapai target pertambahan berat badan tertentu, jumlah biaya yang harus dikeluarkan akan semakin besar, termasuk resiko yang harus ditanggung. Bukan saja pada saat pemeliharan tetapi juga pada saat penjualan. Hal itu terjadi karena tataniaga yang semakin kacau, akibat beberapa kebijakan pemerintah yang tidak pro kepada peternak sapi. Salah satu contohnya adalah tidak terkontrolnya distribusi daging impor.

Sejumlah daging eks impor yang pada awalnya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan industri justru membanjiri pasar tradisional. Akibatnya, harga ternak sapi terus merosot karena harus bersaing dengan daging impor yang harganya dipatok jauh lebih murah daripada daging sapi lokal yang dijual di pasar becek.

Tak hanya itu, kelangsungan bidang usaha peternakan sapi juga semakin terancam. Hasil penelitian yang dilakukan di wilayah Asia, termasuk Indonesia, mayoritas generasi muda kurang menunjukkan minat terhadap bidang peternakan sapi, sementara para peternak yang ada semakin bertambah usianya.

Dari hasil Sensus Pertanian Tahun 2015, jumlah peternak sapi di indonesia saat ini kurang lebih 5.200.000 orang. Jumlah tersebut terbagi berdasarkan umur sebagai berikut:

  • Diatas 45 tahun: 3.120.000 orang.
  • Antara 35 - 45 tahun: 1.352.000 orang.
  • Dibawah 35 tahun:   624.000 orang.

Bayangkan apa yang akan terjadi 10-15 tahun mendatang? Ketika peternak yang sekarang berumur diatas 45 tahun tidak mau lagi memelihara sapi karena faktor kemampuan fisik dan psikisnya sudah jauh menurun ? Coba hitung berapa jumlah penggantinya, tidak ada separuhnya bukan? Lantas, bagaimana Swasembada dapat tercapai dengan jumlah peternak yang semakin menyusut?

Atas dasar itulah, pada tahun 2004 kami mencoba membuat website, sebagai solidaritas kami kepada para peternak sapi. Website ini kami gunakan untuk menyebarluaskan ilmu pengetahuan tentang peternakan melalui teknologi internet. Target utamanya adalah peternak pemula. Kami tidak dapat berharap banyak kepada para peternak sapi senior karena rata-rata mereka tidak akrab dengan teknologi informasi.

Target selanjutnya adalah para calon peternak yang kami harapkan bisa menjadi generasi penerus. Itu sebabnya, konten yang di-upload adalah artikel-artikel yang menarik, menyenangkan, dan ringan melalui pemilihan tata bahasa yang mudah dimengerti, namun tetap berbobot dalam hal isi.

Respon dari para pembaca ternyata sangat luarbiasa. Dalam tempo tidak terlalu lama, jumlah pengunjungnya meningkat luar biasa. Bahkan seringkali “down” karena tidak sanggup melayani.

Pada tahun 2007, kami meng-upgrade website ini agar lebih “powerfull”, walaupun pada kenyataannya hanya mampu bertahan 3 tahun saja dan kembali mengalami banyak kendala akibat melimpahnya pengunjung.

Pada tahun 2010, kami kembali melakukan upgrade, dan memutuskan untuk mengelolanya secara profesional dibawah PT. Rumpun Sejathi. Reborn dan relaunching versi baru, dilakukan pada event akbar "Indolivestock" Tanggal 08 Juli tahun 2010, disaksikan langsung oleh  Menteri Pertanian Republik Indonesia pada saat itu yaitu Bapak Ir. H. Suswono, MMA.

duniasapi menteri pertanianUpaya yang kami lakukan beberapa tahun silam, kini membuahkan hasil. Para purna bakti (pensiunan), profesional, karyawan dan para pelajar banyak yang tertarik untuk memelihara hewan ternak, apapun jenisnya. Itu adalah awal yang bagus bagi perkembangan peternakan di Indonesia.

Karena, hewan adalah salah satu bagian dari sumber daya alam yang menghidupi manusia. Pada awalnya jumlah hewan sangat berlimpah, namun ketika populasi manusia terus bertambah menyebabkan terjadi eksploitasi secara besar-besaran. Kelangkaan sumber pada daya alam akan sangat berdampak besar terhadap kelangsungan umat manusia di muka bumi.

Oleh karena itu manusia dituntut untuk mencari cara agar kebutuhannya terpenuhi tetapi tidak merusak alam bahkan menjaga kelestariannya, demi kebutuhan sekarang maupun generasi yang akan datang. Salah satu upayanya adalah dengan budidaya. Budi daya adalah kegiatan terencana pemeliharaan sumber daya hayati yang dilakukan pada suatu areal lahan untuk diambil manfaatnya.

Kegiatan budi daya dapat dianggap sebagai inti dari usaha tani. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, budi daya (husbandry) adalah "usaha yg bermanfaat dan memberi hasil". Budi daya hewan dimulai dari pembesaran bakalan (hewan muda) atau bibit pada suatu lahan tertentu selama beberapa waktu untuk kemudian dijual, disembelih untuk dimanfaatkan daging serta bagian tubuh lainnya, diambil telurnya, atau diperah susunya (pada peternakan susu), namun tidak termasuk pengolahan produknya. Jadi, budidaya hewan dilakukan hanya untuk mendapatkan manfaat/hasil panennya saja.

Jika tujuannya untuk "mencari keuntungan finansial" dengan penerapan prinsip-prinsip manajemen pada faktor-faktor produksi yang telah dikombinasikan secara optimal, maka kegiatannya disebut sebagai peternakan. Jadi, intinya beternak itu harus menguntungkan!

Dilihat dari sisi bisnis, peternakan memang tergolong jenis usaha yang cukup menjanjikan di masa depan. Dengan semakin bertambahnya jumlah manusia, maka kebutuhan akan daging, susu, telur dan hasil olahan produk peternakan akan terus meningkat. Dengan demikian peluang sukses untuk menjadi seorang wirausaha di bidang peternakan sesungguhnya sangatlah besar!

Apalagi dengan pesatnya perkembangan teknologi, limbah yang sejak dahulu dianggap sebagai masalah kini telah menjadi sumber pendapatan dari suatu peternakan, bahkan menjadi pendapatan utama. Termasuk potensi dari industri pakan yang tidak dapat dipandang sebelah mata. Dengan demikian peluang sukses untuk menjadi seorang wirausaha di bidang peternakan sesungguhnya sangatlah besar!

Saat kita berbicara mengenai wirausaha, tentunya tidak terlepas dari modal yang dibutuhkan sebagai start awal.  Modal ini bisa berupa uang dan tenaga (keahlian). Modal uang biasa digunakan untuk membiayai berbagai keperluan usaha, seperti biaya prainvestasi, pengurusan izin, biaya investasi untuk membeli aset, hingga modal kerja. Sedangkan modal keahlian adalah kepiawaian seseorang dalam menjalankan suatu usaha.

Perhitungan modal awal sangat penting untuk dilakukan, karena akan memberi gambaran mengenai kesiapan untuk menjalankan wirausaha peternakan yang dipilih. Jumlah modal yang tidak mencukupi, selain dapat menghentikan usaha ternak yang sedang dirintis, juga beresiko menimbulkan kerugian di masa yang akan datang.

Modal awal juga akan menjadi faktor penentu keuntungan yang akan didapatkan. Memang ada pemeo yang mengatakan bahwa "semakin besar modal, semakin tinggi produktivitas". Namun hal tersebut tentu akan tergantung pada tingkat keberhasilan bisnis peternakan yang dijalankan. Jadi, apapun jenis usaha peternakan yang telah dipilih, lakukan hal tersebut dengan penuh perhitungan.

 

Peternak sukses adalah obsesi kami!

Salah satu upaya yang kami lakukan adalah dengan membuat Program Pendidikan dan Pelatihan untuk peternak dan calon peternak untuk aneka komoditas ternak. Tidak hanya ternak sapi tetapi juga jenis ternak lainnya seperti: domba, kambing, ayam, itik, kelinci, ikan, dll. Materi pelatihan disusun sedemikan rupa agar  tidak hanya menarik namun juga sistematis, logis, benar dan ilmiah dan disesuaikan dengan kemampuan peserta.

Menarik, karena kepada para peserta akan diberikan informasi seluas-luasnya mengenai manfaat usaha peternakan selain keuntungan finansial yang didapat.

Sistematis artinya program disusun dalam suatu urutan teratur, sehingga para peserta memahami materi yang diberikan.  Logis dan benar, materi yang diajarkan berlandaskan teori yang kuat, tidak menyimpang dari disiplin ilmu peternakan, serta dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Hal tersebut bisa kami realisasikan berkat afiliasi dengan beberapa organisasi dan instansi terkait seperti: 

  • Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI); cikal bakal organisasi peternak sapi di Indonesia, yang dibentuk sejak tahun 1976.
  • Balai Penelitian Ternak; lembaga pemerintah yang diberi tugas untuk  mencari dan meningkatkan manfaat dari sumberdaya peternakan, menghasilkan dan mendiseminasi  inovasi teknologi, membangun jaringan kerjasama dan pertukaran informasi teknologi, serta meningkatkan kualitas sarana dan prasarana penunjang kegiatan penelitian peternakan, termasuk juga kualitas sumberdaya manusianya.
  • Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran, sebuah perguruan tinggi yang sejak dahulu sudah terkenal sebagai lembaga pendidikan yang peduli dengan nasib peternak. Terbukti dari banyaknya insan-insan peternakan yang lahir disini, mulai dari pelaku usaha, pemerhati, tokoh organisasi maupun  para pengambil kebijakan.

Untuk mendukung proses pendidikan dan pelatihan sesuai target yang diharapkan, tim kami terdiri dari para tokoh, ahli dan trainer specialist yang sangat kompeten di bidangnya, antara lain :   

 

Sony Endra Busono, SE

Sony Endra

  • Ketua Tim & Special Trainer Program Pendidikan Pelatihan Wirausaha Ternak Duniasapi (2016-Now).
  • Co-Founder & Special Trainer - Kusumadmo & Kawan, Jakarta (2016-Now).
  • Direktur CV Kencana Karya Karsa (2014-2016).
  • Regional Manager Human Resources Development PT. Summit Oto Finance (2007-2014).
  • Trainer PT. Summit Auto Group Learning Centre (2004-2007).

Selengkapnya...

 

Drs. E. Kusumadmo, M.M. Ph.D

Kusumadmo

  • Penasehat Program Pendidikan Pelatihan Wirausaha Ternak Duniasapi
  • Organizations Culture Change Research (2016).
  • Member of ISSP (International Sustainability Society Professional) – (2011-2016).
  • Nara sumber: Workshop Talent Management: Area & Asisten Manajer PERTAMINA, Hotel PATRA-Kuta, Bali (2009).
  • Konsultan Manajemen Bisnis – Part time : TITIK Strategic Partner-Jakarta (2005-2010); PT.Indokor Indonesia-Jakarta (2004-2005); JSA & Rekan-Jakarta (2009).

Selengkapnya...

 

Dr. Ir. Rochadi Tawaf, MS.

rochadi tawaf

  • Penasehat Program Pendidikan Pelatihan Wirausaha Ternak Duniasapi
  • Anggota Dewan Riset Daerah (DRD) Jawa Barat (2011 – 2013)
  • Anggota Majelis BP3IPTEKS Provinsi Jawa Barat (2016-sekarang)
  • Konsultan ahli pada PT. Berdikari (persero), 2012
  • Anggota Forum Ekonomi Jawa Barat, 2013
  • Tenaga Konsultan dengan Sahabat Cipta dan Dairy Danone Ciater Project dalam Pembinaan Kelompok Peternak sapi Perah di Ciater anggota KPSBU  sejak 2011-2014

Selengkapnya...

 

Prof. Dr. I Ketut Sutama

ketut sutama

  • Trainer Program Pendidikan Pelatihan Wirausaha Ternak Duniasapi Untuk Komoditas Kambing - Domba
  • Secretary & Member of Expert Team (Consultant) Agriculture Development, Mulia Group International & Indonesian Agency for Agriculture Research and Development (IAARD) in Papua New Guinea.
  • Short term consultant Development of beef cattle at transmigration area, Dep. of Labor and Transmigration, Republic of Indonesia
  • Chairman of the Organizing Committee On Seminar Improved Dairy and meat Goat Production for Small-scale farmers in Asia. Food and Fertilizer Technology Center for the Asian and Pacific Region (FFTC-APAC)-Taiwan ROC.
  • Food and Fertilizer Technology Center for the Asian and Pacific Region (FFTC-APAC)-Taiwan ROC, AARD- Dep. of Agriculture Republic of Indonesia

Selengkapnya...

 

Dr. Ir. L. Hardi Prasetyo

Hardi Prasetyo

  • Trainer Program Pendidikan Pelatihan Wirausaha Ternak Duniasapi Untuk Komoditas Itik
  • Research Fellow pada National Institute of Agrobiological Resources, Tsukuba, Japan.
  • Research Fellow pada ‘REPROGEN’, University of Sydney, Sydney, Australia
  • Anggota Sub Komisi Bibit Ternak Unggas, Direktorat Jenderal Produksi dan Kesehatan Hewan
  • Anggota Dewan Redaksi “Jurnal Ilmu Ternak dan Veteriner”

Selengkapnya...

 

Ir. Pius P. Ketaren, M.Sgr.Sc, PhD.

pius

  • Manajer Kartika Poultry Farm, Ciawi, Bogor.
  • Manajer Produksi, Pembibitan Ayam HyLine, PT. Hyline Indonesia (Hidon), Sukamahi, Ciawi, Bogor.
  • Peneliti Nutrisi Unggas, Balai Penelitian Ternak, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Departemen Pertanian, Jakarta, Indonesia.
  • Konsultan Nutrisi, Perusahaan Pembibitan, Produksi Telur dan Daging  (PT. Hyline Indonesia-Hidon). Jakarta, Indonesia.
  • Konsultan USAID, Proyek Penelitian Peternakan Unggas di Indonesia.

 Selengkapnya...

 

Ir. Yono Cahyanto Raharjo MSc.Agr.

yono cahyanto ahli kelinci

  • OC, International Seminar on Rabbit Production in Indonesia I. Bogor 2017
  • Member American Rabbit Breeders Association
  • Head of R&D Dept National Rex Rabbit Club, USA
  • Member World Rabbit Science Association
  • Chairman Indonesian Branch-World Rabbit Science Associ. – Himpunan Masy. Perkelincian Indonesia (HIMAKINDO)

Selengkapnya... 

 

Prof. Dr. Ir. I-Wayan Mathius MSc.

Wayan Mathius

  • Beliau adalah alumnus SMA Katholik Surya di Atambua, Nusa Tenggara Timur, lulus pada tahun 1969. Tahun 1975 menyelesaikan pendidikan Sarjana Muda dalam bidang Produksi Peternakan pada Universitas Nusa Cendana Kupang, NTT dan Program S1 (1979) di Universitas Udayana Bali dalam bidang yang sama.
  • Pada  tahun 1987 mendapat gelar MSc dari Departement of Animal Science, Oregon State University, Corvallis-USA. Gelar Doktor diperoleh pada tahun 1996 dari Program Pascasarjana IPB, Bogor.

Selengkapnya...

 

Dr. Ir. Rd. Hery Supratman,MS

hery supratman image

  • Tokoh akademisi sekaligus praktisi dibidang peternakan, yang aktif melakukan penelitian serta membuat aneka produk yang sangat dibutuhkan oleh para peternak.
  • Konsultan pada beberapa usaha ternak untuk formula pakan, produk pakan, mesin pembuat pakan  serta merancang pabrik pakan.
  • Selalu berusaha untuk menciptakan produk yang dapat langsung diaplikasikan dan dimanfaatkan oleh peternak, agar bidang peternakan tetap berkelanjutan.

Selengkapnya...

 

Dr. Ashari

dr ashari thahar

  • Rural Techniques di Queensland Agricultural College, Qld, Australia (1976 – 1977).
  • Fakultas Biologi, Universitas Gajah Mada - Yogyakarta (1964–1970)
  • Training Workshop on Livestock Sosio-economics Res. And Devel 1983, Kasetsart Univ.
  • Pasca Sarjana Universitas Padjadjaran (S-3), Bandung ( 1982 – 1992)
  • A biology degree (Department of Zoology / Ecology) in 1970 from the University of Gadjah Mada.

Selengkapnya...

 

Ir. Elizabeth Julia Juarini, M.Sc.

Elizabeth Julia Juarini 1

  • Memperoleh gelar sarjana Peternakan pada tahun 1976 di Institut Pertanian Bogor. Pendidikan S2 pada tahun 1982 jurusan Agricultural Science (behavioral phisiology) di The University of Adelaide, South Australia.
  • Jenjang fungsional Ajun Peneliti Madya diperoleh pada tahun 1999 dalam bidang penelitian Manajemen Peternakan. Sedangkan pertama kali menduduki jabatan fungsional Asisten Peneliti Muda pada tahun 1995 dengan bidang yang sama.Peneliti Madya diperoleh sejak tahun 2004 sampai saat ini.

Selengkapnya...

 

TARGET PESERTA

"Selamatkan Peternak Indonesia" bisa tercapai salah satunya adalah  jika peternak atau calon peternak bisa menguasai ilmu pengetahuan dan informasi terkini tentang usaha yang akan atau sedang dijalankannya. Oleh sebab itu kami membagi program pendidikan dan pelatihan menjadi beberapa tingkatan yang disesuaikan dengan kemampuan peserta yaitu:

  • Diklat Wirausaha, bagi para karyawan dan wirausahawan yang ingin alih profesi menjadi peternak, atau para pensiunan yang ingin memiliki usaha yang menyenangkan dan menguntungkan dengan menjadi wirausaha ternak.
  • Diklat Khusus, bagi para peternak yang berpengalaman karena sudah cukup lama menjalankan usaha, namun belum mampu mengoptimalkan hasil usahanya.

 

JENIS DIKLAT

Setiap peternak atau calon peternak memiliki ketertarikan akan jenis ternak dan tingkat pengetahuan yang berbeda-beda, itu sebabnya kami membagi program pendidikan dan pelatihan menjadi beberapa jenis yaitu :

 

1.Diklat Wirausaha Ternak Sapi

diklat ternak sapi

Konon khabarnya, beternak sapi adalah jenis usaha yang sangat menguntungkan. Setiap hari, puluhan ribu rupiah bisa dihasilkan dari kenaikan berat badan pada sapi potong, atau dari penjualan susu segar pada usaha ternak sapi perah. Bahkan pada momen hari raya Idul Adha, dari satu ekor sapi potong saja mampu mengeruk keuntungan hingga Rp5.000.000,-. Tak hanya itu, kotoran sapi kini menjadi sumber pendapatan yang nilainya cukup signifikan. Baca selengkapnya...

 

 

2.Diklat Khusus Pakan Sapi ++

diklat pakan sapiMerasa sudah berpengalaman beternak sapi, menguasai teknis budidaya,  mampu memilih bibit unggul, dan telah memberi pakan dengan kualitas terbaik, mengapa hasil  usaha atau keuntungan yang diperoleh tetap kurang memuaskan ?. Itulah yang keluhan sebagian besar peternak sapi potong dan sapi perah pada saat ini. Mereka hanya bisa pasrah dan menyalahkan keadaan dimana harga bibit,  pakan dan biaya operasional peternakan sapi naik tinggi, namun harga jual tidak bisa mengikuti. Baca Selengkapnya...

 

 

3.Diklat Wirausaha Ternak Kambing - Domba

diklat kambing domba

Salah satu jenis ternak yang sedang "booming" adalah kambing dan domba. Bagaimana tidak, hanya dalam waktu satu tahun saja, investasi yang anda tanamkan pada kambing atau domba potong, dapat meningkat 5 kali lipat. Angka tersebut didapat dari pertambahan populasi, karena dalam 1 tahun seekor kambing betina dapat melahirkan 2 sampai 4 ekor. Bahkan bisa  lebih jika lahir kembar. Baca selengkapnya...

 

 

4.Diklat Pakan Domba Kambing ++

diklat pakan domba kambing Domba dan Kambing sudah sejak dulu menjadi jenis hewan yang paling diminati oleh para peternak. Selain harga jualnya yang relatif stabil, domba dan kambing juga mudah dipelihara. Metode yang paling sederhana adalah dengan cara menggembalakannya di padang rumput, atau dilepas dikebun. Namun hal tersebut hanyalah cerita masa lalu.  Baca selengkapnya...

 

 

5. Diklat Wirausaha Ternak Ayam

diklat ternak ayam

"Ngapain ikut pendidikan dan pelatihan ternak ayam ?. Mending uangnya dijadikan modal dan langsung aja beternak, gampang kok". Demikian komentar yang selalu muncul, jika para calon wirausahawan mencari program diklat tentang ternak ayam. Memang benar, beternak ayam itu relatif mudah. Tapi coba tanyakan, bagaimana perhitungan rugi laba usahanya?. "Adalah untungnya walaupun ngga gede, namanya juga usaha sampingan", selalu begitu jawaban yang didapat bukan ?. Baca selengkapnya...

 

 

6.Diklat Optimalisasi Usaha Ternak Ayam Kampung

diklat ayam kampungAyam Kampung adalah istilah untuk salah satu jenis ternak unggas asli Indonesia. Jenis ayam ini tersebar di seluruh pelosok nusantara, berkat kemampuannya untuk beradaptasi pada segala lingkungan, serta tahan terhadap serangan berbagai penyakit. Istilah Ayam Kampung, pada awalnya disematkan sebagai pembeda dengan ayam negeri, yaitu ayam hasil persilangan dari berbagai jenis ayam untuk mendapatkan daya produktivitas yang lebih tinggi.  Baca selengkapnya...

 

 

7. Diklat Wirausaha Ternak Itik

diklat ternak itikApakah anda tertarik dengan ternak itik? Coba diperjelas lagi, ternak itik atau bebek? Tau perbedaanya? Mari kenali terlebih dulu! Bebek, meski bisa menghasilkan telur, adalah jenis unggas yang dibudidayakan untuk diambil dagingnya. Ciri-ciri bebek antara lain: tubuhnya gemuk, berjalan horisontal, dan gerakannya lambat. Sedangkan itik, adalah dipelihara untuk diambil telurnya. Karakteristik itik yaitu bertubuh ramping, gerakannya lincah, dan berjalan tegak. Baca selengkapnya...

 

 

8.Diklat Wirausaha Ternak Kelinci

diklat ternak kelinci

Jenis sayuran hijau seperti kangkung, wortel, lobak, kol, sawi, dan daun singkong, seringkali sudah layu sebelum sempat diolah. Akhirnya menjadi limbah. Jika hanya sedikit tinggal membuangnya di bak sampah. Bagaimana jika jumlahnya berlimpah ? Mengapa tidak berpikir untuk memanfaatkannya ? Mungkin tidak banyak yang tau bahwa beberapa jenis limbah sayur mayur yang biasanya dibuang, memiliki potensi sebagai penghasil uang. Bagaimana caranya ? Baca selengkapnya...

 ----------------------------------------

Demikian info tentang program pendidikan dan pelatihan yang kami tawarkan. Jika membutuhkan informasi lebih lanjut silahkan menghubungi kami melalui telpon/Whatsapp Messenger:

 

JADWAL DIKLAT 2017

 

17-18 Juli 2017 Ternak Sapi
03-04 Agustus 2017 Ternak Ayam
14-15 Agustus 2017 Ternak Kambing & Domba
23-24 Agustus 2017 Pakan Sapi ++
25-26 Oktober 2017 Pakan Domba Kambing ++
08-09-10 November 2017 Ternak Itik
15-16 November 2107 Ternak Sapi

 

-----------------------------------------

 

LAYANAN KONSULTASI LAHAN PETERNAKAN

Klik DISINI