TENTANG DIKLAT

Selamatkan Peternak Indonesia !

Demikian tagline yang kami canangkan, sebagai hasil kesepakatan dari para pengelola website ini yang terdiri dari berbagai kalangan, mulai dari para pelaku bisnis ternak sapi, pengurus komunitas peternak, hingga para tenaga pendidik yang memiliki idealisme untuk terus memperjuangkan nasib para peternak sapi di Indonesia.

 

Mengapa Peternak Indonesia Harus Diselamatkan ?

Peternakan sapi sebagai contoh, mayoritas dilakukan oleh peternak skala rumahtangga yang merujuk pada sistem pemeliharaan secara tradisional. Ciri khas peternakan dengan model tersebut adalah, tidak pernah mengenal apa yang disebut sebagai segitiga produksi peternakan, yaitu keterpaduan langkah antara bidang pembibitan (Breeding), pakan, (Feeding), dan tata laksana (Management). Padahal ketiga hal tersebut sangat berpengaruh pada tingkat kesuksesan peternak.

Ketidakmengertian peternak disebabkan oleh minimnya ilmu pengetahuan dan ketrampilan akibat “keyakinan”, bahwa tatacara beternak sapi yang telah mereka jalankan sejak jaman dahulu itu adalah yang terbaik. Mereka lupa bahwa situasi dan kondisi sekarang ini telah jauh berubah.

Bibit sapi unggul yang dahulu mudah didapatkan, sekarang seperti barang antik yang semakin sulit dijumpai. Bibit yang tersedia bukan lagi keturunan murni dari ternak sapi asli yang memiliki banyak kelebihan dalam hal penyesuaian terhadap situasi dan kondisi di lokasi peternakan tersebut berada.

Juga ketersediaan pakan, yang tidak pernah mencukupi, sebagai akibat dari maraknya alih fungsi lahan. Pakan yang dahulu bisa didapatkan dengan mudah dan murah, kini telah menjadi sumber pengeluaran yang sangat besar, yang besarannya mencapai angka 70-80% dari total biaya operasional. Penyebabnya adalah lokasi sumber pakan berada jauh dari kandang. Artinya, diperlukan modal lebih besar untuk menyediakan pakan, walaupun hanya mempertahankan hidup ternak sapinya saja.

Cuma mempertahankan hidup? Pastinya, karena untuk bisa mencapai target pertambahan berat badan tertentu, jumlah biaya yang harus dikeluarkan akan semakin besar, termasuk resiko yang harus ditanggung. Bukan saja pada saat pemeliharan tetapi juga pada saat penjualan. Hal itu terjadi karena tataniaga yang semakin kacau, akibat beberapa kebijakan pemerintah yang tidak pro kepada peternak sapi.

Seperti tidak terkontrolnya distribusi daging impor, dimana daging eks impor yang pada awalnya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan industri justru membanjiri pasar tradisional. Akibatnya, harga ternak sapi terus merosot karena harus bersaing dengan daging impor yang harganya dipatok jauh lebih murah daripada daging sapi lokal yang dijual di pasar becek.

Tak hanya itu, bidang usaha peternakan sapi juga semakin kurang diminati. Hasil penelitian yang dilakukan di wilayah Asia, termasuk Indonesia, mayoritas generasi muda tidak lagi tertarik untuk beternak sapi, sementara para peternak yang ada semakin bertambah usianya.

Dari hasil Sensus Pertanian Tahun 2015, jumlah peternak sapi di indonesia saat ini kurang lebih 5.200.000 orang. Jumlah tersebut terbagi berdasarkan umur sebagai berikut:

  • Diatas 45 tahun: 3.120.000 orang.
  • Antara 35 - 45 tahun: 1.352.000 orang.
  • Dibawah 35 tahun:   624.000 orang.

Bayangkan apa yang akan terjadi 10-15 tahun mendatang? Ketika peternak yang sekarang berumur diatas 45 tahun tidak mau lagi memelihara sapi karena faktor kemampuan fisik dan psikisnya sudah jauh menurun. Coba hitung berapa jumlah penggantinya, tidak ada separuhnya bukan? Lantas, bagaimana Swasembada dapat tercapai dengan jumlah peternak yang semakin menyusut?

Atas dasar itulah, pada tahun 2004 kami mencoba membuat website yang khusus membahas bidang peternakan sapi, dengan nama duniasapi.com. Website tersebut merupakan bentuk solidaritas kami, dengan cara menyebarluaskan ilmu pengetahuan tentang peternakan melalui teknologi internet. Target utamanya adalah peternak pemula. Terus terang, kami tidak dapat terlalu berharap banyak kepada para peternak sapi senior, karena rata-rata mereka tidak akrab dengan teknologi informasi.

Target selanjutnya adalah para calon peternak yang kami harapkan bisa menjadi generasi penerus. Itu sebabnya, konten yang di-upload adalah artikel-artikel yang menarik, menyenangkan, dan ringan melalui pemilihan tata bahasa yang mudah dimengerti, namun tetap berbobot dalam hal isi.

Respon dari para pembaca ternyata sangat luarbiasa. Dalam tempo tidak terlalu lama, jumlah pengunjungnya meningkat luar biasa. Bahkan seringkali “down” karena tidak sanggup melayani. Pada tahun 2007, kami meng-upgrade website ini agar lebih “powerfull”, walaupun pada kenyataannya hanya mampu bertahan 3 tahun saja dan kembali mengalami banyak kendala akibat melimpahnya pengunjung.

duniasapi menteri pertanianPada tahun 2010, kami memutuskan untuk mengelolanya secara profesional dibawah PT. Rumpun Sejathi. Reborn dan relaunching versi baru, dilakukan pada event akbar "Indolivestock" Tanggal 08 Juli tahun 2010, disaksikan langsung oleh  Menteri Pertanian Republik Indonesia pada saat itu yaitu Bapak Ir. H. Suswono, MMA.

Upaya yang kami lakukan belasan tahun silam itu, kini membuahkan hasil. Bidang usaha peternakan kembali naik daun. Berbagai kalangan masyarakat, mulai dari pelajar, karyawan, profesional dan para purna bakti (pensiunan), banyak yang tertarik untuk beternak. Tidak hanya sapi tapi juga komoditas ternak lainnya.

Hal tersebut sungguh menggembirakan, karena kita sebagai manusia adalah mahluk yang mempunyai ketergantungan sangat tinggi terhadap lingkungan sekitarnya. Banyak hal dibutuhkan untuk menunjang kehidupan manusia sejak dilahirkan hingga meninggalkan alam fana, utamanya adalah makanan. Dengan akal dan pikiran yang dimiliki, manusia akhirnya bisa menemukannya dari sumber daya alam.

Hewan adalah salah bagian dari sumber daya alam tersebut. Pada awalnya jumlah hewan sangat berlimpah, namun ketika populasi manusia terus bertambah menyebabkan terjadi eksploitasi secara besar-besaran. Kelangkaan sumber pada daya alam akan sangat berdampak besar terhadap kelangsungan umat manusia di muka bumi.

Oleh karena itu manusia dituntut untuk mencari cara agar kebutuhannya terpenuhi tetapi tidak merusak alam bahkan menjaga kelestariannya, demi kebutuhan sekarang maupun generasi yang akan datang. Salah satu upayanya adalah dengan budidaya. Budi daya adalah kegiatan terencana pemeliharaan sumber daya hayati yang dilakukan pada suatu areal lahan untuk diambil manfaatnya.

Kegiatan budi daya dapat dianggap sebagai inti dari usaha tani. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, budi daya (husbandry) adalah "usaha yg bermanfaat dan memberi hasil". Budi daya hewan dimulai dari pembesaran bakalan (hewan muda) atau bibit pada suatu lahan tertentu selama beberapa waktu untuk kemudian dijual, disembelih untuk dimanfaatkan daging serta bagian tubuh lainnya, diambil telurnya, atau diperah susunya, namun tidak termasuk pengolahan produknya. Jadi, budidaya hewan dilakukan hanya untuk mendapatkan manfaat/hasil panennya saja.

Jika tujuannya untuk "mencari keuntungan finansial" dengan penerapan prinsip-prinsip manajemen pada faktor-faktor produksi yang telah dikombinasikan secara optimal, maka kegiatannya disebut sebagai peternakan. Jadi, intinya beternak itu harus menguntungkan!

Dilihat dari sisi bisnis, peternakan memang tergolong jenis usaha yang cukup menjanjikan di masa depan. Dengan semakin bertambahnya jumlah manusia, maka kebutuhan akan daging, susu, telur dan hasil olahan produk peternakan akan terus meningkat. Dengan demikian peluang sukses untuk menjadi seorang wirausaha di bidang peternakan sesungguhnya sangatlah besar!

Apalagi dengan pesatnya perkembangan teknologi, limbah yang sejak dahulu dianggap sebagai masalah kini telah menjadi sumber pendapatan dari suatu peternakan, bahkan menjadi pendapatan utama. Termasuk potensi dari industri pakan yang tidak dapat dipandang sebelah mata. Dengan demikian peluang sukses untuk menjadi seorang wirausaha di bidang peternakan sesungguhnya sangatlah besar!

Saat kita berbicara mengenai wirausaha, tentunya tidak terlepas dari modal yang dibutuhkan sebagai start awal.  Modal ini bisa berupa uang dan tenaga (keahlian). Modal uang biasa digunakan untuk membiayai berbagai keperluan usaha, seperti biaya prainvestasi, pengurusan izin, biaya investasi untuk membeli aset, hingga modal kerja. Sedangkan modal keahlian adalah kepiawaian seseorang dalam menjalankan suatu usaha.

Perhitungan modal awal sangat penting untuk dilakukan, karena akan memberi gambaran mengenai kesiapan untuk menjalankan wirausaha peternakan yang dipilih. Jumlah modal yang tidak mencukupi, selain dapat menghentikan usaha ternak yang sedang dirintis, juga beresiko menimbulkan kerugian di masa yang akan datang.

Modal awal juga akan menjadi faktor penentu keuntungan yang akan didapatkan. Memang ada pemeo yang mengatakan bahwa "semakin besar modal, semakin tinggi produktivitas". Namun hal tersebut tentu akan tergantung pada tingkat keberhasilan bisnis peternakan yang dijalankan. Jadi, apapun jenis usaha peternakan yang telah dipilih, lakukan hal tersebut dengan penuh perhitungan.

 

Peternak Sukses Adalah Obsesi Kami!

Untuk mencapainya, kami lakukan dengan merancang Program Pendidikan dan Pelatihan untuk peternak dan calon peternak, untuk berbagai jenis komoditas ternak, mulai dari sapi, kambing, domba, itik, ayam, kelinci, ikan air tawar dan babi. Kami juga melengkapinya dengan menyediakan jasa dan konsultasi yang berhubungan dengan usaha ternak. Adapaun rincian kegiatan yang kami lakukan adalah sebagai berikut:

 

I.DIKLAT (Pendidikan dan Pelatihan)

Diklat kami desain untuk berbagai komoditas ternak, dengan materi yang tidak hanya menarik namun juga sistematis, logis, benar dan ilmiah dan disesuaikan dengan kemampuan peserta. Menarik, karena kepada para peserta akan diberikan informasi seluas-luasnya mengenai manfaat usaha peternakan selain keuntungan finansial yang didapat.

Sistematis artinya program disusun dalam suatu urutan teratur, sehingga para peserta memahami materi yang diberikan.  Logis dan benar, materi yang diajarkan berlandaskan teori yang kuat, tidak menyimpang dari disiplin ilmu peternakan, serta dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah, karena lembaga kami berafiliasi dengan beberapa organisasi dan instansi terkait seperti: 

1.Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI); cikal bakal organisasi peternak sapi di Indonesia, yang dibentuk sejak tahun 1976.

2.Balai Penelitian Ternak; lembaga pemerintah yang diberi tugas untuk  mencari dan meningkatkan manfaat dari sumberdaya peternakan, menghasilkan dan mendiseminasi  inovasi teknologi, membangun jaringan kerjasama dan pertukaran informasi teknologi, serta meningkatkan kualitas sarana dan prasarana penunjang kegiatan penelitian peternakan, termasuk juga kualitas sumberdaya manusianya.

3.Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran, sebuah perguruan tinggi yang sejak dahulu sudah terkenal sebagai lembaga pendidikan yang peduli dengan nasib peternak. Terbukti dari banyaknya insan-insan peternakan yang lahir disini, mulai dari pelaku usaha, pemerhati, tokoh organisasi maupun  para pengambil kebijakan.

Itu sebabnya, tim Diklat kami terdiri dari para tokoh, ahli dan trainer specialist yang sangat kompeten di bidangnya, antara lain:

Sony Endra Busono, SE

Sony Endra

  • Ketua Tim & Special Trainer Program Pendidikan Pelatihan Wirausaha Ternak Duniasapi (2016-Now).
  • Co-Founder & Special Trainer - Kusumadmo & Kawan, Jakarta (2016-Now).
  • Direktur CV Kencana Karya Karsa (2014-2016).
  • Regional Manager Human Resources Development PT. Summit Oto Finance (2007-2014).
  • Trainer PT. Summit Auto Group Learning Centre (2004-2007).

Selengkapnya...

 

Drs. E. Kusumadmo, M.M. Ph.D

Kusumadmo

  • Penasehat Program Pendidikan Pelatihan Wirausaha Ternak Duniasapi
  • Organizations Culture Change Research (2016).
  • Member of ISSP (International Sustainability Society Professional) – (2011-2016).
  • Nara sumber: Workshop Talent Management: Area & Asisten Manajer PERTAMINA, Hotel PATRA-Kuta, Bali (2009).
  • Konsultan Manajemen Bisnis – Part time : TITIK Strategic Partner-Jakarta (2005-2010); PT.Indokor Indonesia-Jakarta (2004-2005); JSA & Rekan-Jakarta (2009).

Selengkapnya...

 

Dr. Ir. Rochadi Tawaf, MS.

rochadi tawaf

  • Penasehat Program Pendidikan Pelatihan Wirausaha Ternak Duniasapi
  • Anggota Dewan Riset Daerah (DRD) Jawa Barat (2011 – 2013)
  • Anggota Majelis BP3IPTEKS Provinsi Jawa Barat (2016-sekarang)
  • Konsultan ahli pada PT. Berdikari (persero), 2012
  • Anggota Forum Ekonomi Jawa Barat, 2013
  • Tenaga Konsultan dengan Sahabat Cipta dan Dairy Danone Ciater Project dalam Pembinaan Kelompok Peternak sapi Perah di Ciater anggota KPSBU  sejak 2011-2014

Selengkapnya...

 

Prof. Dr. I Ketut Sutama

ketut sutama

  • Trainer Program Pendidikan Pelatihan Wirausaha Ternak Duniasapi Untuk Komoditas Kambing - Domba
  • Secretary & Member of Expert Team (Consultant) Agriculture Development, Mulia Group International & Indonesian Agency for Agriculture Research and Development (IAARD) in Papua New Guinea.
  • Short term consultant Development of beef cattle at transmigration area, Dep. of Labor and Transmigration, Republic of Indonesia
  • Chairman of the Organizing Committee On Seminar Improved Dairy and meat Goat Production for Small-scale farmers in Asia. Food and Fertilizer Technology Center for the Asian and Pacific Region (FFTC-APAC)-Taiwan ROC.
  • Food and Fertilizer Technology Center for the Asian and Pacific Region (FFTC-APAC)-Taiwan ROC, AARD- Dep. of Agriculture Republic of Indonesia

Selengkapnya...

 

Dr. Ir. L. Hardi Prasetyo

Hardi Prasetyo

  • Trainer Program Pendidikan Pelatihan Wirausaha Ternak Duniasapi Untuk Komoditas Itik
  • Research Fellow pada National Institute of Agrobiological Resources, Tsukuba, Japan.
  • Research Fellow pada ‘REPROGEN’, University of Sydney, Sydney, Australia
  • Anggota Sub Komisi Bibit Ternak Unggas, Direktorat Jenderal Produksi dan Kesehatan Hewan
  • Anggota Dewan Redaksi “Jurnal Ilmu Ternak dan Veteriner”

Selengkapnya...

 

Ir. Pius P. Ketaren, M.Sgr.Sc, PhD.

pius

  • Manajer Kartika Poultry Farm, Ciawi, Bogor.
  • Manajer Produksi, Pembibitan Ayam HyLine, PT. Hyline Indonesia (Hidon), Sukamahi, Ciawi, Bogor.
  • Peneliti Nutrisi Unggas, Balai Penelitian Ternak, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Departemen Pertanian, Jakarta, Indonesia.
  • Konsultan Nutrisi, Perusahaan Pembibitan, Produksi Telur dan Daging  (PT. Hyline Indonesia-Hidon). Jakarta, Indonesia.
  • Konsultan USAID, Proyek Penelitian Peternakan Unggas di Indonesia.

 Selengkapnya...

 

Ir. Yono Cahyanto Raharjo MSc.Agr.

yono cahyanto ahli kelinci

  • OC, International Seminar on Rabbit Production in Indonesia I. Bogor 2017
  • Member American Rabbit Breeders Association
  • Head of R&D Dept National Rex Rabbit Club, USA
  • Member World Rabbit Science Association
  • Chairman Indonesian Branch-World Rabbit Science Associ. – Himpunan Masy. Perkelincian Indonesia (HIMAKINDO)

Selengkapnya... 

 

Prof. Dr. Ir. I-Wayan Mathius MSc.

Wayan Mathius

  • Beliau adalah alumnus SMA Katholik Surya di Atambua, Nusa Tenggara Timur, lulus pada tahun 1969. Tahun 1975 menyelesaikan pendidikan Sarjana Muda dalam bidang Produksi Peternakan pada Universitas Nusa Cendana Kupang, NTT dan Program S1 (1979) di Universitas Udayana Bali dalam bidang yang sama.
  • Pada  tahun 1987 mendapat gelar MSc dari Departement of Animal Science, Oregon State University, Corvallis-USA. Gelar Doktor diperoleh pada tahun 1996 dari Program Pascasarjana IPB, Bogor.

Selengkapnya...

 

Dr. Ir. Rd. Hery Supratman,MS

hery supratman image

  • Tokoh akademisi sekaligus praktisi dibidang peternakan, yang aktif melakukan penelitian serta membuat aneka produk yang sangat dibutuhkan oleh para peternak.
  • Konsultan pada beberapa usaha ternak untuk formula pakan, produk pakan, mesin pembuat pakan  serta merancang pabrik pakan.
  • Selalu berusaha untuk menciptakan produk yang dapat langsung diaplikasikan dan dimanfaatkan oleh peternak, agar bidang peternakan tetap berkelanjutan.

Selengkapnya...

 

Dr. Ashari

dr ashari thahar

  • Rural Techniques di Queensland Agricultural College, Qld, Australia (1976 – 1977).
  • Fakultas Biologi, Universitas Gajah Mada - Yogyakarta (1964–1970)
  • Training Workshop on Livestock Sosio-economics Res. And Devel 1983, Kasetsart Univ.
  • Pasca Sarjana Universitas Padjadjaran (S-3), Bandung ( 1982 – 1992)
  • A biology degree (Department of Zoology / Ecology) in 1970 from the University of Gadjah Mada.

Selengkapnya...

 

Ir. Elizabeth Julia Juarini, M.Sc.

Elizabeth Julia Juarini 1

  • Memperoleh gelar sarjana Peternakan pada tahun 1976 di Institut Pertanian Bogor. Pendidikan S2 pada tahun 1982 jurusan Agricultural Science (behavioral phisiology) di The University of Adelaide, South Australia.
  • Jenjang fungsional Ajun Peneliti Madya diperoleh pada tahun 1999 dalam bidang penelitian Manajemen Peternakan. Sedangkan pertama kali menduduki jabatan fungsional Asisten Peneliti Muda pada tahun 1995 dengan bidang yang sama.Peneliti Madya diperoleh sejak tahun 2004 sampai saat ini.

Selengkapnya...

 

Materi-materi pada Program Diklat tersebut difokuskan kepada:

  • Pembentukan Mental; Sebagian besar peternak hanya fokus kepada budidaya, padahal ada banyak hal dari sisi psikologis yang harus dipelajari, sebelum memulai usaha. Bidang wirausaha ternak memang memiliki karakteristik tersendiri, karena yang dihadapi sehari-hari adalah mahluk hidup yang tentunya membutuhkan perlakuan khusus. Jarang sekali yang pernah mendapat pendidikan tentang bagaimana caranya mempersiapkan mental untuk menjadi wirausaha ternak yang sukses. Padahal hal tersebut sangatlah penting, mengingat berbagai permasalahan yang nantinya akan dihadapi.
  • Merubah Pola Pikir; Jika punya modal cukup, mending langsung beli ternak trus belajar sendiri dari kesalahan yang pernah dilakukan. Toh yang namanya beternak itu hanya memberi makan, untuk kemudian berproduksi atau dijual setelah cukup besar. Hasilnya?, sebagian besar mengeluh dalam hal hasil usaha yang didapat, karena lebih besar pasak daripada tiang. Mengapa? Karena mereka tidak mengerti bagaimana caranya agar ternak yang dipelihara dapat memproduksi telur, susu dan daging secara maksimal, atau menghasilkan ternak yang layak dijual untuk menghasilkan keuntungan, bagaimana cara menjual dan kemana harus menjualnya.
  • Membuka Wawasan; Ilmu tentang peternakan telah berkembang pesat. Setiap saat puluhan bahkan ratusan ilmuwan melakukan penelitian untuk meningkatkan hasil usaha ternak. Oleh sebab itu, peternak wajib mengetahui perkembangan teknologi agar mampu bertahan pada segala situasi yang terjadi dan untuk mengembangkan usahanya. Salah satunya adalah melalui Program Pendidikan Dan Pelatihan Ternak.

Kami sangat berharap dapat menciptakan peternak sapi yang mandiri, tangguh, dan berwawasan. Mandiri antara lain tidak selalu tergantung pada pasar umum, bahkan bisa menciptakan pasar sendiri. Tangguh maksudnya tidak cengeng, atau banyak menuntut kepada pihak lain pada saat menghadapi kesulitan yang menimpa usaha ternaknya. Dan berwawasan adalah, selalu mengikuti perkembangan informasi tentang usaha ternak yang digelutinya.

Dengan dasar itulah, materi pelatihan dibagi menjadi beberapa sesi yaitu:

a."Soft Improvement"

Wirausaha ternak, memang tergolong profesi yang membutuhkan kemauan dan kemampuan yang berbeda dengan bisnis lainnya, karena berhubungan erat dengan mahluk hidup yang sangat sensitif. Oleh sebab itu, agar dapat terus bertahan dan mampu mengembangkan usahanya, seorang wirausahawan ternak wajib untuk selalu belajar dan meningkatkan kemampuan dirinya melalui sesi pengembangan mental dan kepribadian ini.

 

b.Gambaran Umum Tentang Wirausaha Ternak

Memberikan pengetahuan seluas-luasnya tentang kondisi terkini, potensi, serta masa depan wirausaha ternak, berdasarkan hasil penelitian lapangan dan penelitian laboratorium. Termasuk informasi mengenai berbagai inovasi teknologi yang membantu mengoptimalkan keuntungan dari usaha ternak yang akan dijalankan.

 

c.Panduan Memulai Usaha Ternak dan Teknis Budidaya

Sejak jaman dahulu, hewan ternak memang memiliki daya tarik yang luar biasa. Banyak orang yang sejak kecil sudah mempunyai cita-cita untuk menjadi wirausahawan ternak, dan itu terus menjadi obsesi seumur hidupnya. Selain keuntungan finansial, ada kepuasan tersendiri yang tidak didapatkan dari jenis usaha lainnya. Tak perlu heran, jika wirausahawan ternak menjadi pilihan saat harus mempersiapkan diri memasuki usia pensiun.

Namun harus diakui, tidak banyak yang tau darimana harus memulainya. Di Diklat ini, para narasumber yang memiliki idealisme untuk turut serta mengembangkan dan memajukan bidang peternakan, akan berbagi pengetahuan mulai dari saat pertama membangun usaha, dan kegiatan-kegiatan di peternakan yang dilakukan sehari-hari. Juga berbagai solusi atas kendala dan permasalahan yang dialami saat menjalankan bisnisnya Tujuannya adalah, agar para peserta tidak mengulang kesalahan dan menghamburkan biaya, waktu dan tenaga untuk suatu hal yang sebenarnya tidak perlu dilakukan.

Kepada para peserta akan diberikan materi untuk melakukan studi sebelum memulai usaha ternaknya. Antara lain untuk mengetahui potensi wilayah (market, sumber pakan), pilihan jenis ternak yang menguntungkan untuk dibudidayakan, serta antisipasi masalah-masalah yang akan timbul di kemudian hari, dll.

Hasilnya dapat digunakan untuk memutuskan, apakah usaha yang direncanakan layak untuk dikerjakan, ditunda atau dibatalkan. Dengan demikian, peserta tidak akan menghamburkan biaya, waktu dan tenaga untuk suatu hal yang sebenarnya tidak menguntungkan

Dilanjutkan dengan materi teknis budidaya, seperti mempersiapkan dan mengatur lahan, memilih tipe dan proses pembuatan kandang, memilih dan mempersiapkan bibit, pembuatan dan pemberian pakan, penanganan penyakit, cara panen, teknik pemasaran dan tata niaga, pengolahan limbah, dsb.

 

d.Analisis Finansial

Adalah teknik melihat kelayakan usaha dari sudut pandang peternak sebagai pemilik modal. Yang menjadi perhatian utama adalah segi cash-flow yaitu perbandingan antara hasil penerimaan atau penjualan kotor (gross-sales) dengan jumlah biaya-biaya (total cost), yang dinyatakan dengan nilai terkini. Tujuannya adalah untuk mengetahui apakah usaha tersebut layak dijalankan untuk mendapatkan keuntungan. 

Materi ini seharusnya dikuasai oleh peternak. Namun pada kenyataannya, tidak banyak yang tau atau malah tidak mau tau karena terlalu yakin bahwa usaha ternak yang yang dijalankan sudah pasti menguntungkan.

 

e.Strategi Pemasaran Modern

Sebagian besar peternak masih terbelenggu dengan cara pemasaran produk peternakan secara tradisional, melalui makelar atau calo yang dikalangan para peternak sapi biasa disebut sebagai Blantik. Akibatnya, keuntungan yang didapat tidak maksimal.

Materi ini akan membuka wawasan para peserta bahwa ada banyak alternatif pemasaran produk peternakan, bahkan dimungkinkan untuk membuka market khusus yang berbeda. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan teknologi internet.

 

f.Studi Lapangan

Bersama dengan narasumber, para peserta akan berkunjung ke usaha peternakan profesional yang telah menerapkan hasil kajian dari para ilmuwan. Tidak sekedar Field Trip, peserta diwajibkan melakukan pengamatan dan mengerjakan tugas-tugas yang diberikan narasumber sebagai bahan diskusi dan tanya jawab. Targetnya, agar para peserta mengetahui berbagai kegiatan yang sehari-hari dilakukan di peternakan.

 

 

TARGET PESERTA

Kami membidik para calon peternak dan peternak berpengalaman, yang terdiri dari:

  • Para karyawan dan wirausahawan yang ingin alih profesi.
  • Para pensiunan yang ingin memiliki usaha yang menyenangkan dan menguntungkan
  • Para peternak yang ingin meningkatkan pengetahuan dan pendapatan dari usaha yang dijalankannya.

Adapun jenis Program Diklat yang kami selenggarakan adalah:

 

 1.Diklat Wirausaha Ternak Sapi

diklat ternak sapi

Konon khabarnya, beternak sapi adalah jenis usaha yang sangat menguntungkan. Setiap hari, puluhan ribu rupiah bisa dihasilkan dari kenaikan berat badan pada sapi potong, atau dari penjualan susu segar pada usaha ternak sapi perah. Bahkan pada momen hari raya Idul Adha, dari satu ekor sapi potong saja mampu mengeruk keuntungan hingga Rp5.000.000,-. Tak hanya itu, kotoran sapi kini menjadi sumber pendapatan yang nilainya cukup signifikan. Baca selengkapnya...

 

 

2.Diklat Khusus Pakan Sapi ++

diklat pakan sapiMerasa sudah berpengalaman beternak sapi, menguasai teknis budidaya,  mampu memilih bibit unggul, dan telah memberi pakan dengan kualitas terbaik, mengapa hasil  usaha atau keuntungan yang diperoleh tetap kurang memuaskan ?. Itulah yang keluhan sebagian besar peternak sapi potong dan sapi perah pada saat ini. Mereka hanya bisa pasrah dan menyalahkan keadaan dimana harga bibit,  pakan dan biaya operasional peternakan sapi naik tinggi, namun harga jual tidak bisa mengikuti. Baca Selengkapnya...

 

 

3.Diklat Wirausaha Ternak Kambing - Domba

diklat kambing domba

Salah satu jenis ternak yang sedang "booming" adalah kambing dan domba. Bagaimana tidak, hanya dalam waktu satu tahun saja, investasi yang anda tanamkan pada kambing atau domba potong, dapat meningkat 5 kali lipat. Angka tersebut didapat dari pertambahan populasi, karena dalam 1 tahun seekor kambing betina dapat melahirkan 2 sampai 4 ekor. Bahkan bisa  lebih jika lahir kembar. Baca selengkapnya...

 

 

4.Diklat Pakan Domba Kambing ++

diklat pakan domba kambing Domba dan Kambing sudah sejak dulu menjadi jenis hewan yang paling diminati oleh para peternak. Selain harga jualnya yang relatif stabil, domba dan kambing juga mudah dipelihara. Metode yang paling sederhana adalah dengan cara menggembalakannya di padang rumput, atau dilepas dikebun. Namun hal tersebut hanyalah cerita masa lalu.  Baca selengkapnya...

 

 

5. Diklat Wirausaha Ternak Ayam

diklat ternak ayam

"Ngapain ikut pendidikan dan pelatihan ternak ayam ?. Mending uangnya dijadikan modal dan langsung aja beternak, gampang kok". Demikian komentar yang selalu muncul, jika para calon wirausahawan mencari program diklat tentang ternak ayam. Memang benar, beternak ayam itu relatif mudah. Tapi coba tanyakan, bagaimana perhitungan rugi laba usahanya?. "Adalah untungnya walaupun ngga gede, namanya juga usaha sampingan", selalu begitu jawaban yang didapat bukan ?. Baca selengkapnya...

 

 

6. Diklat Wirausaha Ternak Itik

diklat ternak itikApakah anda tertarik dengan ternak itik? Coba diperjelas lagi, ternak itik atau bebek? Tau perbedaanya? Mari kenali terlebih dulu! Bebek, meski bisa menghasilkan telur, adalah jenis unggas yang dibudidayakan untuk diambil dagingnya. Ciri-ciri bebek antara lain: tubuhnya gemuk, berjalan horisontal, dan gerakannya lambat. Sedangkan itik, adalah dipelihara untuk diambil telurnya. Karakteristik itik yaitu bertubuh ramping, gerakannya lincah, dan berjalan tegak. Baca selengkapnya...

 

 

8.Diklat Wirausaha Ternak Kelinci

diklat ternak kelinci

Jenis sayuran hijau seperti kangkung, wortel, lobak, kol, sawi, dan daun singkong, seringkali sudah layu sebelum sempat diolah. Akhirnya menjadi limbah. Jika hanya sedikit tinggal membuangnya di bak sampah. Bagaimana jika jumlahnya berlimpah ? Mengapa tidak berpikir untuk memanfaatkannya ? Mungkin tidak banyak yang tau bahwa beberapa jenis limbah sayur mayur yang biasanya dibuang, memiliki potensi sebagai penghasil uang. Bagaimana caranya ? Baca selengkapnya...

 

 

II. JASA KONSULTANSI

jasa konsultasi lahan peternakanUntuk membantu peternak yang ingin memulai wirausaha ternak, dan peternak yang ingin mengembangkan usahanya, kami juga menyediakan jasa konsultasi yang berhubungan dengan usaha peternakan. Tujuannya adalah, untuk meminimalisir kerugian yang dialami serta mengetahui prospek dari usaha ternak yang akan dilakukannya. Adapun jenis konsultansi yang tersedia saat ini adalah Studi Kelayakan pada tanah yang akan digunakan untukpeternakan. Baca selengkapnya...

 

----------------------------------------

Demikian info tentang program pendidikan dan pelatihan yang kami tawarkan. Jika membutuhkan informasi lebih lanjut silahkan menghubungi kami melalui telpon/Whatsapp Messenger:

 

JADWAL DIKLAT 2017

 

17-18 Juli 2017 Ternak Sapi
03-04 Agustus 2017 Ternak Ayam
14-15 Agustus 2017 Ternak Domba Kambing
23-24 Agustus 2017 Pakan Sapi ++
25-26 Oktober 2017 Pakan Domba Kambing ++
08-09-10 November 2017 Ternak Itik
15-16 November 2017 Ternak Sapi
22-23 November 2017 Ternak Ayam
06-07 Desember 2017 Ternak Domba Kambing

 

-----------------------------------------

 

UNTUK LAYANAN KONSULTASI LAHAN PETERNAKAN

SILAHKAN Klik DISINI