Lamborghini Karapan Sapi

Monday, February 8, 2010
By Abrianto Wahyu Wibisono

Peternak Sapi  Indonesia patut berbangga hati karena daerah asal tradisi Karapan Sapi menjadi inspirasi untuk menamai salah satu produk mobil kelas dunia yaitu : “Lamborghini Madura

Sepanjang sejarahnya, Lamborghini, pabrik mobil  asal Italia  ini memang selalu mengambil inspirasi dari hewan tangguh yang termasuk salah satu nenek moyang sapi yaitu banteng.

Adalah Ferruccio Lamborghini, pemilik pabrik mobil yang konon khabarnya berbintang Taurus ini memang mencintai hewan  banteng. Bahkan identitas dasar produk Lamborghini selalu menggunakan ikon seputar binatang tangguh ini, seperti :

  • Miura, adalah nama jenis banteng Spanyol yang biasanya digunakan untuk acara bullfighting oleh para matador .
  • Espada, adalah bahasa Spanyol untuk pedang yang juga mengacu pada matador sendiri.
  • Tradisi itu berlanjut hingga Islero, Jarama, Urraco, Jalpa, Diablo, Murciélago, Gallardo, dan Reventón. Hanya ada dua nama dalam jajaran produk Lamborghini yang tidak mengikuti tradisi itu: Countach dan Silhouette.

Dan alasan kenapa Madura diambil menjadi nama produk terbaru Lamborghini ini adalah jelas karena tradisi karapan sapinya.

Rancang bangun Lamborghini Madura ini sebenarnya berawal dari sebuah proyek “Lamborghini Raw Materials Project” yang dipimpin oleh Prof. Dr. Othmar Wickenheiser. Idenya, mengajak para mahasiswa untuk ikut bergabung dalam perencanaan produk Lamborghini. Otak di balik desain Lamborghini Madura ini sendiri adalah seorang mahasiswa Munich University yang mengambil bidan studi ilmu terapan bernama Slavche Tanevsky. Memang Lamborghini Madura ini bukan murni karya Tanevsky sendiri karena para desainer Audi dan Lamborghini juga ikut andil dalam pembuatan desain mobil konsep ini.

Di awal produksinya, Lamborghini menganut konsep yang sama dengan produsen mobil Italia lainnya yaitu  desain minus sudut tajam. Akan tetapi pada perkembangannya, Lamborgini merubah konsep ini. Sejak tahun 1968 produk Lamborghini selalu identik dengan garis dan sudut tajam yang membuatnya berbeda dari kebanyakan mobil dengan performa tinggi.

Dan kini, setelah menganut konsep desain dengan garis tajam selama bertahun-tahun, Lamborghini sepertinya akan kembali ke konsep awal pada Lamborghini Madura ini. Sekilas, Lamborghini Madura memang mengingatkan pada Reventón, produk terakhir Lamborghini, meski terlihat lebih kekar dan agresif terutama bila dilihat dari depan. Desain lampu depan dibuat tipis untuk menonjolkan dua lubang udara yang ada di bawahnya. Dari samping, desain Madura ini terlihat simpel,hanya menonjolkan bagian roda saja. Berbeda dengan bagian belakang yang justru terlihat lebih ‘rumit’ karena penuh dengan sudut tajam dan kisi-kisi mirip pada Murcielago LP 640.

Yang menarik lagi, Lamborghini sepertinya juga mulai ikut peduli pada lingkungan karena kabarnya Lamborghini Madura ini akan menjadi mobil hybrid pertama Lamborghini. Sejauh ini memang belum ada detail jelas dari dapur pacu yang akan dipasang namun sepertinya mesin V12 berkapasitas 6,5 liter yang terpasang pada Reventón tak akan dipergunakan pada mobil hybrid ini. Yang jelas, Slavche Tanevsky memastikan kalau Lamborghini Madura tetap akan membawa DNA produk Lamborghini sebelumnya. Artinya, ramah lingkungan dan hemat bahan bakar namun tetap andal dipakai kebut-kebutan.

Artikel terkait :

———————————————————oOo————————————–

Sumber :

  • Kapan lagi.com
  • bimocb914.blogspot.com
  • denieksukarya.com

Tags: ,

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.