mumuduniasapiPenyelenggara Program Pendidikan Dan Pelatihan Wirausaha Ternak Terbaik Di Indonesia

Sistem peternakan sapi yang ada di Indonesia, mayoritas masih berskala kecil dan merujuk pada sistem pemeliharaan yang konvensional. Padahal, keberhasilan usaha peternakan sapi sangat tergantung dari keterpaduan langkah terutama di bidang pembibitan (Breeding), pakan, (feeding), dan tata laksana (management). Banyak peternak belum dapat melaksanakan ketiga faktor itu dengan baik dan konsisten.

Penyebabnya, adalah kurangnya pengetahuan dan ketrampilan peternak, serta masih melekatnya budaya pola berfikir jangka pendek tanpa memperhatikan kelangsungan usaha untuk jangka panjang. Oleh karena itu, dibutuhkan kemauan untuk meningkatan pengetahuan, yang nantinya akan berdampak pada produksi dan ekonomi.

Seiring kemajuan jaman, peternak kini mudah sekali mendapatkan ilmu pengetahuan tentang peternakan melalui teknologi internet, khususnya website. Ada ratusan bahkan ribuan website yang menyajikan aneka informasi tentang petunjuk, tips, trik atau cara beternak sapi yang baik dan benar.

www.duniasapi.com adalah salah satunya. Namun, web ini hadir dengan konsep dan target yang "berbeda". Dengan tagline "Selamatkan Peternak Indonesia", website duniasapi lebih menyasar masyarakat umum non peternak dan calon peternak. Tujuannya agar banyak yang  tertarik pada hewan ternak,  untuk kemudian jatuh cinta, dan akhirnya memutuskan untuk beternak. Mengapa ?

Sebagai contoh adalah ternak sapi. Hasil penelitian yang dilakukan di wilayah Asia, termasuk Indonesia, mayoritas generasi muda kurang menunjukkan minat terhadap bidang peternakan sapi, sementara para peternak yang ada semakin bertambah usianya. Dari hasil Sensus Pertanian, jumlah peternak sapi di indonesia saat ini kurang lebih 5.200.000 orang. Jumlah tersebut terbagi berdasarkan umur sebagai berikut:

  • Diatas 45 tahun        : 3.120.000 orang.
  • Antara 35 - 45 tahun : 1.352.000 orang.
  • Dibawah 35 tahun     :   624.000 orang.

Bayangkan apa yang akan terjadi 10-15 tahun mendatang ?. Ketika peternak yang sekarang berumur diatas 45 tahun tidak mau lagi memelihara sapi karena faktor kemampuan fisik dan psikisnya sudah jauh menurun ? Coba hitung berapa jumlah penggantinya, tidak ada separuhnya bukan ?. Lantas, bagaimana Swasembada dapat tercapai dengan jumlah peternak yang semakin menyusut?.

Kami, pengelola website Duniasapi, terpanggil untuk mencari solusi atas permasalahan tersebut diatas. Bagaimana caranya ? Ada banyak metode yang akan kami lakukan, seperti :

  • Mengunggah artikel-artikel tentang ternak yang menarik, namun ringan dan menyenangkan saat dibaca.
  • Mengadakan berbagai kegiatan yang dapat memberikan gambaran bahwa beternak itu mengasyikkan.
  • Merancang program pendidikan dan pelatihan wirausaha ternak.

Semoga langkah kecil ini bisa membantu meningkatkan kesejahteraan peternak Indonesia.

Salam,