Sapi Perah Hissar

Sapi Perah Hissar
29 Jun
2016

"Sapi Hissar adalah salah satu jenis sapi perah keturunan Zebu yang berasal dari wilayah Punjab di India."

Di Indonesia sudah banyak jenis ternak sapi perah yang dikembangbiakkan dari hasil kawin silang antara sapi lokal dengan sapi perah impor. Salah satu sapi perah hasil persilangan yang banyak diternakkan petani sapi adalah sapi Peranakan Fries Holland. Namun, tahukah Anda ada jenis sapi keturunan lain yang juga dikembangbiakkan di Tanah Air?

Iya, sapi Hissar jawabannya. Sapi Hissar adalah salah satu jenis sapi perah keturunan Zebu yang berasal dari wilayah Punjab, India, dan didatangkan ke Indonesia. Ternak Sapi ini didatangkan oleh peternak sapi dari Jawa Timur bersama dengan beberapa jenis sapi Zebu lainnya, seperti Mysore, Ongol,Gujarat dan Gir.

Impor ini pertama kali dilakukan pada tahun 1812 dengan jumlah sapi Hissar sebanyak 50 ekor. Sapi-sapi ini kemudian ditempatkan di peternakan sapi Taman Pembibitan Ternak Pcorotan Karanganyar untuk kemudian dikawinsilangkan dengan sapi lokal jenis Jawa.

Setelah dilakukan kawin silang antara sapi Zebu dan sapi Jawa, dihasilkanlah keturunan sapi perah peranakan dengan postur dan ukuran tubuh lebih besar dari sapi Jawa itu sendiri. Meski sudah cukup berhasil, impor sapi Zebu masih terus dilakukan para peternak Jawa Timur hingga tahun 1897, sebelum akhirnya dihentikan setelah wabah pes ternak menjangkiti India.

Beberapa waktu kemudian, impor sapi kembali digalakkan (kali ini oleh pemerintah Hindia Belanda) untuk memenuhi kebutuhan susu segar bagi warga Eropa yang bekerja di perkebunan-perkebunan milik Belanda. Ternak Sapi jenis Hissar ini lalu banyak dipelihara di Medan, Deli Serdang, Langkat, Karo, dan Simalungun oleh orang India yang dianggap sudah paham betul dengan perawatan sapi ini.

Sayangnya, sejak pertama kali didatangkan, sapi Hissar tidak menunjukkan perkembangan yang berarti. Akhirnya, pemerintah Hindia Belanda menetapkan wilayah penyebaran sapi Hissar di Nusantara, antara lain Jawa, Sumatera, dan Sumbawa.

Dari ketiga pulau tersebut, hanya di Pulau Sumbawa lah sapi perah Hissar menunjukkan perkembangan yang sangat baik. Karenanya sejak tahun 1999 pemerintah mendapuk Desa Penyaring, Kecamatan Moyo Utara, Kabupaten Sumbawa, sebagai kawasan resmi pengembangan sapi Hissar nasional. Sejak saat itulah sapi ini kemudian dinamakan sapi Hissar Sumbawa.

Meski demikian, sapi Hissar tidak mampu menghasilkan susu sebanyak sapi perah jenis Fries Holland (bahkan hanya bisa menghasilkan 3 liter per hari), hal ini umumnya disebabkan oleh:

  • Faktor genetik atau keturunan
  • Sapi Hissar adalah sapi dengan beragam peran, baik sebagai sapi perah, sapi pedaging, maupun sapi pekerja.

Hal itulah yang membuat ternak sapi Hissar tidak bisa memproduksi banyak susu.

Sedangkan karakter fisik yang bisa dilihat dari sapi Hissar adalah:

  • Warna tubuh dan kepala sapi betina umumnya didominasi putih, sedangkan sapi jantan berwarna keabuan.
  • Bentuk tubuh besar dan bergelambir.
  • Bertanduk (tanduk pada sapi betina ukurannya lebih panjang).
  • Lama laktasi 6-7 bulan.
  • Tingkat kesuburan tinggi dengan daya adaptasi sangat baik.

 

Demikian penjelasan singkat mengenai asal-usul sapi perah jenis Hissar. Semoga semakin menambah pengetahuan Anda mengenai mamalia yang satu ini, ya!

Program Pendidikan & Pelatihan

Semua Tentang Sapi

ANEKA OLAHAN DAGING SAPI

Bursa Produk Peternakan