Coba "Om Telolet Om" Di Peternakan Sapi, Apa Yang Akan Terjadi ?

Klakson telolet “Om Telolet Om”, istilah ini mendadak tenar di dunia maya. Bahkan pada hari Rabu tanggal 21 Desember 2016 yang lalu, “Om Telolet Om” menjadi trending topik dunia di akun media sosial Twitter. Telolet sejatinya adalah bunyi suara klakson bis. Sedangkan “Om Telolet Om” adalah sebuah kode bagi supir bis untuk membunyikan klakson mobilnya yang berbunyi "Telolet Telolet".

Selain kode tertulis, ada juga kode menggunakan jari yaitu dengan cara mengacungkan jempol atau mengacungkan jari kelingking dan jempolnya. Kode itu awalnya hanya berlaku di kalangan supir bus yang berasal dari jawa timur saja, namun akhirnya menjadi kode umum bagi para penikmat telolet.

Walaupun tren “Om telolet Om” ini menjadi viral hingga merambah ke mancanegara, para pengguna klakson telolet ini dinilai melanggar aturan lalu lintas. Dalam Fanspage resmi dari Polda Metro Jaya mengatakan, bahwa, setiap para pengguna klakson telolet akan mendapatkan sanksi berupa tilang. Kasubdit Gakkum Dirlantas Polda Metro Jaya, AKBP Budianto menjelaskan alasannya sebagai berikut :

Pertama; penggunaan klakson telolet sama saja dengan pemasangan sirine pada kendaraan non operasional polisi.  Artinya, masyarakat umum yang menggunakan klakson telolet melanggar pasal 227 UU No 22 Tahun 2009 tentang angkutan jalan.

Kedua; Klakson telolet bisa menyebabkan kecelakaan. Suaranya yang sangat keras, akan membuat kaget sehingga berpotensi menghilangkan konsentrasi pengendara lainnya.

Alasan kedua tidak mengada-ngada. Seperti yang terjadi di wilayah Yogyakarta beberapa waktu yang lalu. Seekor kuda harus menemui ajalnya akibat ulah bis pariwisata yg membunyikan klakson telolet tepat dibelakang delman yang sedang ditariknya. Sepertinya kuda tersebut kaget, kemudian mengamuk dan berlarian tanpa tujuan hingga delman yg sedang ditarik akhirnya terlepas.

Kusir delman itu langsung mengejar, namun apa daya tenaganya kalah kuat. Kakinya lecet dan berdarah-darah, tanpa bisa mendapatkan kuda peliharaannya. Beberapa jam kemudian kuda tersebut ditemukan jauh dari tempat kejadian, dalam kondisi yang sangat mengenaskan. Banyak sekali luka pada tubuhnya, dengan darah yang juga bercucuran. Tak tega melihatnya, kusir itupun memutuskan untuk menyembelih kuda tersebut.

Untuk beberapa jenis hewan, suara atau getaran memang mempengaruhi psikologi hewan tersebut, apalagi suara yg cukup keras dan membuat gaduh. Sebuah penelitian pernah dilakukan suatu kelompok peternak sapi perah di Wisconsin, USA selama satu tahun penuh, dengan menggunakan musik rock. Yang diteliti bukan iramanya melainkan tingkat kebisingannya.

Produksi susu memudian ditabulasi setiap minggu, lalu dibandingkan dan diidentifikasi. Hasilnya, suara-suara bising dari musik pengiring artis-artis penyanyi seperti Slipknot, Linkin Park dan Marilyn Manson terbukti mengurangi jumlah produksi susu pada sapi perah, bahkan ada yg produksinya berhenti total karena ternak sapi mengalami stress.

Namun jika diperdengarkan suara asli dari penyanyi rock seperti Blink 182 dan Green Day tanpa iringan musik,  susu yg dihasilkan justru mengalir deras seperti sebuah sungai. Organ tubuh yang paling terpengaruh oleh suara bising adalah kelenjar hypofise, yang langsung mengeluarkan hormon adrenalin dalam jumlah banyak.

Hormon adrenalin ini kemudian menghambat produksi hormon oxytosin yang berperan merangsang sekresi susu pada sel-sel alveolus kelenjar mammae. Akibatnya, akan produksi susu juga terhambat.

Bagaimana, masih mau minta "OmTelolet Om" di kandang sapi ?

 

Sumber :

ruangkumemajangkarya.wordpress.com

pikiran-rakyat.com

ferdiansyahblog31.blogspot.co.id

npr.org

JADWAL DIKLAT 2017

 

17-18 Juli 2017 Ternak Sapi
03-04 Agustus 2017 Ternak Ayam
14-15 Agustus 2017 Ternak Kambing & Domba
23-24 Agustus 2017 Pakan Sapi ++
25-26 Oktober 2017 Pakan Domba Kambing ++
08-09-10 November 2017 Ternak Itik