Penyakit "ANAPLASMOSIS"

Penyakit "ANAPLASMOSIS"
06 Agu
2016

"Anaplasmosis merupakan penyakit menular yang biasanya menyerang kerbau dan sapi melalui perantara vektor."

Salah satu spesies parasit yang menjadi penyebab penyakit ini adalah Anaplasma marginale dan merupakan parasit paling patogen pada ternak sapi. Parasit ini terdapat di dalam eritrosit darah berbentuk mirip bola dengan diameter 0, 1 – 0, 5 mikron. Kandungan di setiap eritrositnya mencapai enam parasit.

Anaplasmosis menyerang ternak sapi dan kerbau di segala usia. Hewan berusia di bawah 6 bulan sangat rentan terserang, sementara hewan berusia 1 sampai 3 tahun dapat mengalami kematian dengan tingkat mortalitas sebesar 50%. Smith dan Kilborne pertama kali menemukan penyakit ini di Amerika Serikat pada tahun 1893 dan tersebar luas di daerah tropis serta subtropis.

Anaplasmosis menjadi penyakit yang umum terjadi di Amerika Selatan dengan kejadian tertinggi berada di Negara bagian Virginia. Kerugian yang ditimbulkan dari penyakit ini bagi para pemilik ternak sapi di antaranya penurunan berat badan, abortus, dan pejantan yang mandul.


Penularan, Gejala, dan Pencegahan

Anaplasma marginale ditularkan melalui gigitan serangga seperti lalat penghisap darah dan caplak. Tidak hanya perantara hewan, Anaplasma marginale juga ditularkan melalui peralatan bedah yang tidak steril (seperti jarum suntik, pemotong tanduk, dan alat bedah lainnya).

Parasit ini dapat bertahan di dalam tubuh lalat selama lebih dari 30 menit, sehingga sangat mungkin lalat ini menularkan Anaplasmosis dari ternak sapi penderita ke sapi sehat lainnya. Berbeda dengan caplak yang terkenal sebagai vektor berbagai penyakit menular, dia akan segera menyerang sapi dalam kurun waktu 3 sampai 4 minggu begitu muncul di suatu daerah.

Apabila keadaan seperti ini tidak dipantau secara rutin, penularan Anaplasmosis di peternakan sapi akan menjadi wabah menakutkan. Dampak ekonomi akibat penyakit ini sangat besar. Sejarah Indonesia mencatat di tahun 1978, Anaplasmosis menurunkan produksi susu sapi perah serta pembengkakan biaya perawatan di tempat karantina sapi potong. Kerugian yang ditimbulkan lebih dari Rp500.000.000,00 setiap tahun.

 

Gejala

Gejala klinis Anaplasmosis akan terdeteksi pada hewan ternak sapi dewasa dan apabila mengalami gejala akut sangat mungkin mengakibatkan kematian. Pada anak sapi berusia di bawah satu tahun yang terinfeksi Anaplasma marginale umumnya tidak menunjukkan gejala, namun anak sapi tersebut menjadi pembawa (carrier) penyakit.

Sapi tersebut tidak akan mudah sakit (jika mungkin saat dewasa terinfeksi lagi) karena hewan carrier memiliki imunitas. Begitu pula dengan sapi yang sembuh dari penyakit Anaplasmosis, sapi tersebut juga menjadi hewan carrier.

Memang sebaiknya pemilik peternakan memahami penyakit ini termasuk gejala umum yang diperlihatkan hewan ternak, yakni sebagai berikut:

  • Peningkatan suhu tubuh hingga 400 C.
  • Pernapasan yang cepat
  • Depresi
  • Penurunan nafsu makan yang drastis
  • Mengalami diare atau kesulitan buang air besar
  • Penurunan produksi susu
  • Mengeluarkan lendir pada puting dan mata
  • Terjadi kematian mendadak

Apabila melihat gejala umum seperti di atas, secepatnya melapor pada Dinas Peternakan dan mengobati hewan yang terjangkit. Kemudian hewan terinfeksi sebaiknya diasingkan supaya tidak menularkan ke hewan lainnya.

 

Pencegahan

Untuk upaya pencegahan bisa dilakukan imunisasi dan penyemprotan pestisida ke kandang dan tubuh hewan. Hal ini dilakukan untuk membasmi vektor penyakit agar tidak menularkan parasit. Perawatan hewan merupakan hal penting dalam beternak.

Kewajiban pemilik bukan hanya memberi makan, namun juga menyediakan fasilitas yang layak. Tidak hanya kebersihan kandang saja, melainkan juga kenyamanan bagi hewan agar tidak mengalami stress. Oleh karena itu, penyemprotan pestisida harus dilakukan secara teratur supaya serangga pembawa bibit penyakit tidak muncul di peternakan.

Program Pendidikan & Pelatihan

Semua Tentang Sapi

  • Penyakit "TRYPANOSOMIASIS" Penyakit "TRYPANOSOMIASIS"
    "Cukup banyak masyarakat di Indonesia yang beternak sapi, tetapi belum banyak yang benar-benar menjadikannya sebagai suatu peluang bisnis."

ANEKA OLAHAN DAGING SAPI

Bursa Produk Peternakan