Loading...
iden

Ir. Pius P. Ketaren, M.Sgr.Sc, PhD., Pakar Unggas Yang Tetap Setia Membimbing Mahasiswa Institut Pertanian Bogor

Sebelum diangkat sebagai Peneliti di Balai Penelitian Ternak pada tahun 1977, yang bersangkutan bekerja sebagai pegawai Kartika Poultry Farm di Ciawi pada tahun 1970-1973, sebagai pegawai P.T Hidon Poultry Breeding Farm di Bogor dari tahun 1974-1977.

Jabatan yang pernah diembannya antara lain adalah:

  • Kepala Sub Balai Penelitian Ternak Sei Putih dari tahun 1984-1987.
  • Pemimpin Proyek Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan pada tahun 1991-1992.
  • Koordinator Penelitian di Balai Penelitian Ternak pada tahun 1998-1999.
  • Koordinator Pembinaan Sumber Daya Manusia dan IPTEK di Balai Penelitian Ternak pada tahun 2001-2002.
  • Koordinator Penelitian di Balai Penelitian Ternak pada tahun 2006-2007.
  • Ketua Komisi Penelitian di Balai Penelitian Ternak pada tahun 2006-2007.
  • Anggota Komisi Penelitian di Balai Penelitian Ternak pada tahun 2010.

Disamping tugasnya sebagai peneliti, yang bersangkutan juga aktif membimbing mahasiswa S1, S2, dan S3 di Institut Pertanian Bogor, Universitas Pajajaran Bandung, Universitas Pakuan Bogor, Universitas Juanda, Ciawi, Bogor, dan Universitas Bung Karno Jakarta. Memberikan pelatihan nutrisi ternak pada peternak, penyuluh, pegawai dinas lingkup departemen Pertanian, dan pegawai swasta sejak tahun 2004 sampai sekarang. Melakukan kerjasama penelitian peternakan dengan lembaga negara dan swasta di dalam dan di luar negeri.

Sebagai peneliti, yang bersangkutan aktif mempublikasikan karya ilmiah dari hasil penelitiannya lebih dari 100 makalah dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris sebagai penulis tunggal, utama, dan co-author dalam jurnal ilmiah, majalah, surat kabar, dan prosiding di dalam dan di luar negeri. Aktif menghadiri pertemuan ilmiah yang diselenggarakan di dalam negeri dan di luar negeri.

PENDIDIKAN

1. Philosophy Doctor (PhD), Department of Biochemistry and Nutrition, Queensland University, University of New England, Armidale, Australia. Thesis: Requirements and Availability of Phosphorus for Growing Pigs. 
2.  Master of Agriculture Science (M. Agr. Sci), Department of Agriculture, University of Queensland, St. Lucia, Brisbane, Queensland, Australia. Thesis: A study of Cassava Root Meal as an ingredient in Poultry Rations with ParticularReference to its Cyanogenic Glucosides.
3.  Sarjana Peternakan (Ir. 1974), Fakultas Peternakan (Ir), Institut Pertanian Bogor, Indonesia. Thesis: Pengaruh Tingkat Enersi Ransum terhadap Jumlah Konsumsi dan Pertumbuhan Ayam Petelur.

PENGALAMAN KERJA

1. 1970-1974 : Manajer Kartika Poultry Farm, Ciawi, Bogor.
2. 1975-1978 : Manajer Produksi, Pembibitan Ayam HyLine, PT. Hyline Indonesia (Hidon), Sukamahi, Ciawi, Bogor.
3. 1978-2012 : Peneliti Nutrisi Unggas, Balai Penelitian Ternak, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Departemen Pertanian, Jakarta, Indonesia.
4. 1993-1997 : Konsultan Nutrisi, Perusahaan Pembibitan, Produksi Telur dan Daging  (PT. Hyline Indonesia-Hidon). Jakarta, Indonesia.
5. 1997-1998 : Konsultan Nutrisi, Peternakan Burung Unta, Gunung Sindur, Bogor, Indonesia.
6. 1998-2008 : Konsultan Nutrisi, Pengembangan Ubi Jalar dan Babi, Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua-Kerjasama Balitnak dengan ACIAR, Australia.
7. 2000-2011 : Pengajar pada Pelatihan Nutrisi Itik di Balai Penelitian Ternak, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Bogor, Indonesia.
8. 2008-2012 : Penanggung Jawab Pengembangan Peternakan di Desa Juhut, Pandeglang, Banten, Indonesia. 
9. 2013-2014 : Konsultan USAID, Proyek Penelitian Peternakan Unggas di Indonesia.
10. 2014-sekarang : Konsultan Penelitian dan Pengembangan Karya Pendidikan Konggregasi Suster FMM, Indonesia.


PENGHARGAAN

1. 2009 : Penulis Terbaik, Jurnal Ilmu dan Ternak dan Veteriner, Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Jakarta, Indonesia.
2. 2011 : Penghargaan Ketahanan Pangan Indonesia, Kementerian Pertanian, Jakarta, Indonesia.



 

 

iac cow

JADWAL BAKSOS BULAN INI

 

 

 

  • Probiotik HERYAKI, Obat Stres Para Peternak Sapi

    Sedang stres mengurus usaha ternak sapi, domba dan kambing? Anda bukan satu-satunya, ada banyak peternak mengalami hal yang sama. Rata-rata mengeluhkan semakin menipisnya keuntungan yang bisa diperoleh. Saat ini memang terjadi penurunan permintaan akan produk lokal, akibat kebijakan pemerintah yang memperbolehkan produk impor membanjiri pasar.

Apa Penyebab Sapi Mengamuk, Menangis Atau Berpura-pura Mati?

Stres adalah sebuah reaksi baik secara fisik maupun emosional (mental/psikis) apabila ada perubahan dari lingkungan yang mengharuskan untuk menyesuaikan diri. Stres adalah bagian alami dan penting dari kehidupan, tetapi apabila berat dan berlangsung lama dapat merusak kesehatan. Selain terjadi pada manusia, stres juga bisa dialami oleh hewan seperti sapi yang membuatnya mengamuk, menangis atau berpura-pura mati. Baca Selengkapnya...

--------------------------------

LOKASI PENJUALAN PRODUK

 

 iklan media tanam karya subur 2Media Tanam "KARYA SUBUR"

Rp15.000

 

pupuk organik sumber subur

Pupuk Organik "SUMBER SUBUR"

Rp20.000

 

sate maranggi duniasapi 1

Sate Maranggi

Rp35.000

--------------------------------

 

Ingin Tahu Tentang Kelinci New Zealand? Mari Bertanya Kepada Ir. Yono Cahyanto Raharjo MSc. Agr.

Ir. Yono Cahyanto Raharjo MSc.Agr., PhD, mendapatkan gelar sarjana pertanian (jurusan Teknologi Pangan) pada tahun 1976 dari Institut Pertanian Bogor. Pendidikan S2 (Jurusan Biochemistry and Nutrition) ditempuh pada University New England, Armidale Australia dan mendapatkan gelar Master of Science Agricultural (M.Sc.Agr) lulus pada tahun 1983. Sedangkan pendidikan doktoral (Ph.D) jurusan Animal Science pada Oregon State University lulus pada tahun 1987. Read More...

Sebagai Hidangan, Lebih Baik Daging Sapi Atau Kambing?

Daging sapi dan daging kambing tergolong jenis daging merah yang bergizi tinggi. Berdasarkan…

Fluktuasi Harga Daging Sapi, Siapa Yang Diuntungkan?

Kenaikan harga daging sapi ketika mendekati Lebaran menjadi fenomena yang terjadi setiap tahun di…

Suka Jeroan Sapi? Kuliner Ini Pasti Favorit Anda

Lagi-lagi Jalan Suryakencana di Bogor, menghadirkan kuliner yang sangat menggoyang lidah. Setelah…

Siapa Menyangka Food Truck Berawal Dari Bisnis Sapi?

Yang dimaksud dengan Food Truck adalah sebuah konsep bisnis produk makanan ataupun minuman dengan…

Australia Feels Threatened by The Model of Meat Selling Through Social Media in Indonesia

Nowadays, people can buy anything using social media such as Instagram to fulfill your needs without going to the store directly. You can buy anything including meat. However, this selling model can disturb the trade of Australian cattle traditionally. This worry is delivered right away by the entrepreneur who has the Australian cow trade, Jimmy Halim. Indonesian people prefer chicken which is freshly cut from the traditional market right away.