idarzh-CNenhi

Biaya Kirim Sapi Dengan Menggunakan Tol Laut Adalah Lima Ratus Ribu Rupiah Per Ekor

Besaran tersebut merupakan tarif subsidi, karena biaya normalnya lebih dari satu juta rupiah per ekor. Walaupun tergolong cukup murah, tersedianya fasilitas transportasi sapi menggunakan tol laut ternyata tidak dapat mengurangi harga daging sapi. Menurut Direktur Operasional Berdikari, Oksan Panggabean, pola distribusinya harus dirubah karena penyusutan beratnya juga cukup tinggi. Akibatnya, sapi yang tiba di Jawa harus mendapatkan perawatan intensif agar bobotnya kembali seperti semula.

Namun demikian, perlakuan tersebut memerlukan waktu serta tambahan rupiah, akibatnya harga tidak lagi efisien alias mahal. Alangkah baiknya jika pemerintah memfasilitasi pembangunan Rumah Potong Hewan (RPH) skala besar berikut dengan cold storage, khusus untuk sapi lokal di daerah-daerah sentra luar Jawa. Jadi, produk yang dikirim melalui Tol Laut sudah berbentuk daging. Jadi, tidak lagi membutuhkan biaya pemulihan untuk menutup kerugian akibar penyusutan bobot sapi hidup selama perjalanan.

Berdikari sudah pernah mengusulkan kepada Kementerian Pertanian tapi masih perlu kajian. Oleh sebab itu, Berdikari berencana untuk membangun RPH sendiri di sentra sapi lokal di luar Jawa.Hanya saja, Berdikari butuh kepastian stabilitas pasokan sapi dari peternak, agar tidak merugi.

Direktur Utama PT Berdikari (Persero) Eko Taufik Wibowo, mengatakan, pengembangan peternakan sapi di luar Pulau Jawa cukup terhambat akibat biaya logistik. Faktor logistik menjadi strategis karena konsumsi daging sapi cukup terpusat di wilayah Jawa. Sementara, sentra sapi lokal di Indonesia terdapat di Bali, NTT, dan NTB.

Sementara itu, peternakan-peternakan sapi yang berada di Jawa sebagian besar menggunakan sapi bakalan yang diimpor dari Australia. Perbaikan sistem peternakan di Indonesia harus dimulai agar kebutuhan dalam negeri ke depan bisa dipenuhi oleh produksi lokal. Apabila kita mencoba (mendatangkan sapi) dari luar Jawa, infrastruktur logistik belum memungkinkan. Akhirnya pengembangan peternakan sapi kembali lagi ke Jawa.

Sebagaimana diketahui, rupiah yang keluarkan untuk biaya produksi sapi terbesar disumbang oleh bibit bakalan dengan porsi 82 persen terhadap total produksi. Jika mengandalkan dari usaha pembibitan sapi di dalam negeri, masih menghadapi masalah. Salah satunya, akibat logistik.

Itu sebabnya, impor sapi bakalan jauh lebih efisien sehingga menjadi solusi mahalnya harga daging sapi saat ini. Eko menuturkan, perlu ada sinergi yang lebih besar antar perusahaan pelat merah agar sektor peternakan lebih maju.

Sumber: republika.co.id

  • Ngopi Bareng Peternak Sapi Indonesia 2019 Ngopi Bareng Peternak Sapi Indonesia 2019
    Tak terasa kita sudah di penghujung tahun 2019. Bagaimana, masih punya semangat untuk bisnis sapi? Atau sudah mengambil keputusan untuk beralih pada bidang usaha lain? Bagi yang sudah cukup lama menekuni bidang usaha ini, sepertinya sulit untuk meninggalkannya begitu saja. Bisnis sapi sudah seperti "way of life", alias jalan hidup, karena banyak sekali suka dan duka yang dialami yang menjadikan kita seperti sekarang ini.  
    Read more...