idarzh-CNenhi

Lampung Selatan - Harga Per Kilogram Tebon Jagung Manis Untuk Pakan Ternak Rp350,-

Wilayah  Lampung Selatan, sudah empat bulan ini mengalami kekeringan. Akibatnya, sejumlah peternak sapi dan kerbau mengalami kesulitan untuk  mendapatkan pakan hijauan. Ternak sapi dan kerbau yang sebelumnya digembalakan di padang rumput, mulai dikandangkan. Dan peternak terpaksa mencari pakan hijauan di lokasi-lokasi dimana rumput masih bisa hidup seperti di tepi-tepi sungai.

Dinas Peternakan setempat sudah memberikan penyuluhan kepada peternak agar menyediakan sumber pakan alami yang terintegrasi dengan lahan pertanian. Penanamannya dilakukan dengan terjadwal, tujuannya  selain bisa dipanen berlainan waktu, menjaga pasokan pakan ternak saat kemarau. Beberapa petani yang juga peternak karena memelihara ternak,  mulai menerapkannya.

Jenis sumber pakan hijauan produktif yang ditanam adalah jagung manis, rumput gajah dan singkong. Seperti Muhidin, pemilik empat ekor sapi jenis peranakan Ongole. Ia memilih menanam jagung manis, karena lebih cepat panen dan limbahnya disukai ternak. Muhidin membagi lahannya menjadi dua.

Bagian pertama, adalah jagung manis yang akan dipanen pada usia 60 hari. Hasilnya dijual untuk sayur atau direbus.

Bagian kedua adalah lahan yang diolah setelah benih jagung pada bagian pertama telah memasuki usia 45 hari.

Jagung manis pada lahan bagian pertama yang dipanen pada usia dua bulan, selain bisa dijual juga menyisakan batang dan daun hijau yang bisa digunakan sebagai pakan sapi. Selain digunakan untuk kebutuhan pakan ternak miliknya, tebon jagung usai panen juga dibeli peternak lain.

Satu ikat tebon jagung yang masih menghijau dibeli dengan harga Rp50.000. Pembeli tebon umumnya merupakan peternak sapi yang membutuhkan tambahan pakan hijauan. Penanaman jagung manis sebagai cadangan pakan, kini diterapkan oleh semua peternak di wilayah tersebut. Selain menanam jagung manis, Muhidin juga menanam rumput gajah.

Jenis rumput tersebut selain sebagai cadangan pakan sapi,  sekaligus juga menjadi pagar alami bagi kebun miliknya. Rumput gajah pada tanggul kebun juga difungsikan sebagai penahan longsor saat musim penghujan. Untuk meningkatkan pertumbuhannya, dipupuk memakai kotoran ternak sapi yang sudah diolah menjadi kompos.

Demikian juga dengan Suroto, penanam jagung manis lainnya yang tidak memiliki ternak. Ia  mengaku tebonnya selalu habis dipesan oleh pemilik usaha penggemukan sapi (feedloter). Satu ton tebon jagung manis dibeli dengan harga Rp350.000.

Kondisi yang sama juga dialami oleh Jumino, pemilik empat ekor kerbau yang harus mencari lima ikat jerami setiap hari. Walaupun ia menanam pakan cadangan di kebun berupa rumput gajah, gelagah dan odot tapi tetap mencari jerami. Jumino harus berkeliling mencari wilayah yang sedang panen padi. Bahkan terkadang ia harus ikut membantu merontokkan padi untuk mendapat jerami.

Sumber: cendananews.com

Semua Tentang Sapi