idarzh-CNenhi

Jenjet Jagung Untuk Pakan Sapi, Di Lampung Selatan Dijual Dengan Harga Rp400 Per Kilogram

Musim kemarau memiliki dampak yang cukup signifikan bagi peternak sapi. Sulitnya mendapatkan pakan hijauan, membuat peternak sapi harus menyiapkan pakan alternatif. Apriantoni, peternak sapi jenis peranakan ongole (PO) dari Desa Kelaten, Kecamatan Penengahan, menggunakan pakan jerami yang fermentasi yang diselingi pakan lain.

Ia terbiasa menyediakan pakan untuk setengah tahun kedepan dalam bentuk fermentasi jerami, dedak, tetes tebu serta jenjet dan tongkol jagung. Dedak padi adalah bahan pakan yang paling mudah diperoleh, dengan harga Rp1.000 per kilogram.

Kemudian jenjet jagung (limbah jagung berupa jagung yang tak berisi, yang terbuang mesin bloer saat proses perontokan) giling, yang harganya Rp400 per kilogram. Bahan lain adalah tongkol jagung, dengan harga Rp3.000 per karung. Tongkol pada jagung adalah tempat bulir menempel. Istilah ini juga dipakai untuk menyebut seluruh bagian jagung betina ("buah jagung"). Tongkol terbungkus oleh kelobot (kulit "buah jagung").

Semua bahan tersebut kemudian dicampur dan diberi tetes tebu, sebelum diberikan kepada ternak sapi.

 

Sumber: www.cendananews.com

  • Ngopi Bareng Peternak Sapi Indonesia 2019 Ngopi Bareng Peternak Sapi Indonesia 2019
    Tak terasa kita sudah di penghujung tahun 2019. Bagaimana, masih punya semangat untuk bisnis sapi? Atau sudah mengambil keputusan untuk beralih pada bidang usaha lain? Bagi yang sudah cukup lama menekuni bidang usaha ini, sepertinya sulit untuk meninggalkannya begitu saja. Bisnis sapi sudah seperti "way of life", alias jalan hidup, karena banyak sekali suka dan duka yang dialami yang menjadikan kita seperti sekarang ini.  
    Read more...