Loading...

Daging Yoshinoya Rp48.500* Per Pack (500 Gram)

Monggo untuk para pemburu daging yang minat untuk kebutuhan rumah maupun usaha kuliner nya. Siap antar sampai depan rumah. Trust me it works.

Order via WA 0812 8227 6168

*Harga dapat berubah sewaktu-waktu

--------------

Daging Yoshinoya adalah nama atau sebutan untuk daging sapi yang diiris tipis dan diolah menjadi masakan oleh Yoshinoya, sebuah jaringan rumah makan waralaba gyudon (beef bowl) terbesar di Jepang. Slogan Yoshinoya adalah "Enak, murah, cepat", yang mencerminkan pentingnya pelanggan, layanan secara pribadi, dan kualitas. Nama populer untuk Yoshinoya adalah yoshigyū, singkatan untuk Yoshinoya no gyūdon. 

Rumah makan ini didirikan oleh Eikichi Matsuda pada tahun 1899 di pasar ikan Nihonbashi, Chuo-ku, Tokyo. Pada saat buka pertama kali dan masih dikelola oleh keluarga, Gyudon adalah satu-satunya menu dirumah makan ini, berupa  semangkuk nasi dengan irisan tipis daging sapi yang dimasak dengan kecap asin dan gula.

Karena lezat, dihidangkan dengan cepat, dan harga yang terjangkau membuat Yoshinoya cepat populer di kalangan pedagang ikan dan pengunjung pasar. Nama Yoshinoya sendiri adalah gabungan dari beberapa kata dalam bahasa jepang yaitu: Yoshino-cho (tempat asal Eikichi Matsuda), Osaka dan "ya" (rumah).

Pada tahun 1923, terjadi gempa bumi besar dan pasar ikan Nihonbashi habis terbakar. Pasar Nihonbashi pun pindah ke ke lokasi baru di Tsukiji, termasuk kedai Yoshinoya yang meraih kejayaannya disini. Sejak taun 1952, Yoshinoya membuka kedai 24 jam penuh, sejak saat itu Yoshinoya langsung terkenal.

Pada tahun 1958, Eikichi Matsuda menyerahkan kepemimpinan perusahaan kepada putranya yang bernama Mizuho. Ditangannya, Yoshinoya berkembang menjadi rumah makan berantai siap saji pertama di Jepang pada tahun 1960-an. Jumlah rumah makan Yoshinoya terus bertambah dari 100 lokasi (1977) menjadi 500 lokasi (1996), dan 1.000 lokasi (2001).

Bahan baku utama dari menu kedai ini adalah daging sapi asal amerika, yang diiris tipis-tipis, yang nantinya di Indonesia dikenal dengan nama "daging Yoshinoya". Namun sayang kinerja Yoshinoya agak terganggu, ketika kasus BSE merebak di Amerika Utara. Negar tersebut kemudian menghentikan pasokan dagingnya, antara tahun 2003 hingga 2006.

Yoshinoya pun menghentikan penjualan gyudon, dan menggantinya dengan butadon (pork bowl) dari daging babi. Yoshinoya kembali menyajikan gyudon pada tahun 2006 setelah dibukanya kembali impor daging sapi Amerika Serikat ke Jepang. Sejak saat itu pula menu non daging sapi mulai diperkenalkan.

Di Indonesia, Yoshinoya membuka satu restorannya di Jakarta pada tahun 1994, akan tetapi tutup pada 1998 akibat krisis finansial 1997. Yoshinoya hadir kembali di Jakarta pada Juli 2010 dengan membuka rumah makan pertamanya di Grand Indonesia.

promo gratisUntuk membantu memulihkan kondisi ekonomi akibat Pandemi COVID-19, kami akan mempromosikan semua jenis produk anda di website ini secara GRATIS! 

Caranya, kirimkan data lengkap seperti nama produk, info singkat, foto, harga, cara order (WA, bukalapak, shopee, tokopedia, dll berikut link-nya) kepada kami via WA ke 0811112227

 

Apparently, Sausages in Indonesia Are Not From Beef

Sausage is certainly one of favorite foods in the world. It is produced in different countries under different names. As a result, people know different types of sausage, depending upon the ingredients, production process, taste, and casing. For instance, Italian people have Bologna sausage, French people have Lyon Sausage, and people of England know Berkshire, Lincolnshire, or Wiltshire sausage. The sausage is mostly named after the city or area, where it is made. Read More...

tanduk kerbau

ALAT PIJAT KERIK TERAPI GUASA DARI TANDUK Rp21.000

Tanduk, sudah sejak lama digunakan cara untuk pengobatan tradisional Cina yang disebut gua sha. Gua artinya kerok atau gosok, sedangkan sha berarti kemerahan. Tidak main-main, terapi ini sudah dipraktekkan sejak 2.000 tahun silam. Bahkan dapat dikatakan Gua Sha adalah kerokan ala Cina.

Baca selengkapnya...