Loading...
iden

Transaksi Sapi Lebih Baik Timbang Hidup Atau Taksir?

Kenaikan harga sapi qurban di Jawa kerap terjadi setiap jelang Idul Adha. Misalnya, di Pulau Jawa, harga sapi potong mengalami peningkatan antara Rp500.000 hingga 1.000.000 per ekor per tahun. Kenaikan harga jual sapi, salah satunya disebabkan oleh peningkatan jumlah permintaan hewan qurban. Di samping itu, lokasi daerah juga memengaruhi harga sapi.

Timbang hidup merupakan salah satu cara menjual hewan qurban yang dipraktikkan oleh beberapa peternak di Jawa. Jadi, dengan mempertimbangkan jenis, pembeli akan membayar sejumlah uang sesuai bobot badan sapi.

Misalnya, pembeli menginginkan sapi simental bobot 400 kg. Harga per kilonya (hidup) misal Rp52.000 hingga Rp55.000. Dengan demikian, pembeli tersebut harus membayar sebesar Rp52.000 (asumsi harga terendah) dikalikan 400, yakni Rp20.800.000.

Selain timbang hidup, sistem taksiran atau dalam istilah Jawa dikenal dengan “jogrok” merupakan cara menjual yang paling banyak dipraktikkan oleh pedagang sapi qurban. Jika kamu pergi ke pasar hewan, hampir tidak ada pedagang menggunakan sistem timbang hidup. Alasannya beragam, mulai dari kebiasaan atau tradisi di tempat tinggal sampai terkait laba rugi penjualan.

Namun, benarkah menjual dengan sistem jogrok lebih menguntungkan? Sebenarnya, pemahaman ini kurang tepat. Orang yang menjual sapi qurban menggunakan sistem timbang maupun jogrok, sama-sama bisa mendapatkan laba tinggi.

Contoh, harga sapi PO bobot 350 kg taksiran sekitar Rp17.000.000. Jika dihitung berdasarkan bobot hidup (timbang), dengan asumsi bobot hidup 350 kg, berarti jatuhnya sekitar Rp16.800.000—17.500.000. Sama menguntungkannya, bukan?

Akan tetapi, kerugian atas sistem jogrok tersebut tetap tak terhindarkan. Salah satunya, kerugian yang dialami oleh pembeli. Saat melihat sapi, bisa jadi tampak besar dan tinggi. Karena itu, si pembeli berani menaksir dengan harga tinggi. Namun, usai dipotong, jumlah dagingnya tidak seberapa banyak. Bahkan, di luar taksiran si pembeli.

Kerugian atas sistem taksiran juga kerap dialami para pedagang sapi pemula. Saat ia menjual sapinya di pasar, otomatis akan bertemu makelar atau blantik sapi. Pedagang pemula memasang harga rendah untuk satu ekor sapi. Sebaliknya, blantik akan menawarkan harga tinggi kepada pembeli. Jadi, jelas siapa yang mendapatkan keuntungan besar, bukan?

Sumber: kitabisa.com

-------------------------------------------

JUAL DIBAWAH HARGA PASAR

Sebidang tanah siap bangun, luas 4.020 meter, sudah ada IMB, berada di tepi Jalan Raya Puncak Cianjur KM.79, Kopo Cisarua, dekat dengan Cimory Dairyland Puncak. Baca selengkapnya...

jual tanah dekat dengan Cimory Dairyland Puncak 

-------------------------------------------

Gambar Mata Di Pantat Sapi, Cara Cerdik Menghindari Pemangsa

Hutan adalah adalah rumah bagi predator alias pemangsa, yaitu jenis hewan karnivora (pemakan daging) yang memburu, menangkap, dan memakan hewan lain. Seiring meningkatkan kebutuhan lahan, banyak terjadi peralihan lahan hutan menjadi kebun dan pemukiman, maupun eksploitasi berlebihan terhadap sumber pakan satwa liar di alam. Baca Selengkapnya...

Perbedaan Sapi Perah Biasa Dengan Jenis A2?

Belum lama ini telah ditemukan jenis sapi baru, dinamakan dengan sapi A2. Kelebihan dari sapi perah ini dibandingkan dengan jenis yang biasa adalah, bisa menghasilkan susu yang tidak menyebabkan gangguan pencernaan, utamanya bagi mereka yang memiliki alergi terhadap susu sapi. Baca Selengkapnya...

Ongole, Jenis Sapi Favorit Untuk Kurban

Sapi adalah salah satu hewan yang banyak dikurbankan saat hari raya Idul Adha di Indonesia. Harga sapi per tanggal 10/7/2021 berkisar antara Rp 15-50 juta per ekor, tergantung bobotnya. Saat kondisi pandemi seperti sekarang ini, bobot yang paling laris adalah 200 kilogram. Untuk sapi dengan bobot lebih dari satu ton, biasanya dibeli oleh para penjabat dan selebritas. Baca Selengkapnya...

Sop Balungan Gajah, Olahan Daging Dan Tulang Sapi Yang Bikin Begah

Sudah pernah dengan kuliner sop balungan gajah? Sedang viral di media sosial lho. Tak perlu takut menikmatinya, karena 'gajah' hanyalah istilah untuk menunjukkan isi sop berupa daging dan tulang sapi yang luar biasa besar. Uniknya harganya ternyata tak se'besar' porsinya. Menu tersebut tersedia di Warung Sop dan Sate Sapi Pak Bayu, yang berlokasi di kota gudeg, Yogyakarta. Baca Selengkapnya...

Sate Jando Maranggi Kini Dapat Dinikmati Di Kedai Duniasapi

Sate adalah kuliner khas Indonesia yang telah mendunia. Olahan sate juga lahir di setiap daerah dengan ciri khas bumbu berbeda. Di kota Bogor ada Sate Maranggi yang digandrungi karena cita rasa lezat berkat bumbu rempahnya menyerap hingga ke dalam daging, termasuk satu jenis sate yang saat ini tengah hits, yakni sate jando maranggi. Baca Selengkapnya...
  • Toko Duniasapi

    Berlokasi di seputaran wilayah Tajur di Kota Bogor, Toko Duniasapi menyediakan berbagai produk yang berhubungan dengan sapi, mulai dari kuliner, hingga pernak-pernik. Dengan 20 tahun pengalaman menangani berbagai kegiatan peternakan khusus sapi (silahkan lihat liputannya di Tabloid KONTAN), kami hanya menawarkan produk-produk pilihan yang berkualitas yaitu: