Loading...

Jual Sapi Hidup Rp55.000* Per Kilogram

Sedia berbagai macam jenis sapi sistem timbang hidup.Minimal order 8 ekor (free ongkir dalam pulau jawa). Untuk pembelian minimal 18 ekor harga bisa nego lg.

Call: 082244266683

*Harga bisa berubah setiap saat

------------------

Kenaikan harga sapi qurban di Jawa kerap terjadi setiap jelang Idul Adha. Misalnya, di Pulau Jawa, harga sapi potong mengalami peningkatan antara Rp500.000 hingga 1.000.000 per ekor per tahun. Kenaikan harga jual sapi, salah satunya disebabkan oleh peningkatan jumlah permintaan hewan qurban. Di samping itu, lokasi daerah juga memengaruhi harga sapi.

Timbang hidup merupakan salah satu cara menjual hewan qurban yang dipraktikkan oleh beberapa peternak di Jawa. Jadi, dengan mempertimbangkan jenis, pembeli akan membayar sejumlah uang sesuai bobot badan sapi.

Misalnya, pembeli menginginkan sapi simental bobot 400 kg. Harga per kilonya (hidup) saat ini mencapai Rp52.000 hingga Rp55.000. Dengan demikian, pembeli tersebut harus membayar sebesar Rp52.000 (asumsi harga terendah) dikalikan 400, yakni Rp20.800.000.

Selain timbang hidup, sistem taksiran atau dalam istilah Jawa dikenal dengan “jogrok” merupakan cara menjual yang paling banyak dipraktikkan oleh pedagang sapi qurban. Jika kamu pergi ke pasar hewan, hampir tidak ada pedagang menggunakan sistem timbang hidup. Alasannya beragam, mulai dari kebiasaan atau tradisi di tempat tinggal sampai terkait laba rugi penjualan.

Namun, benarkah menjual dengan sistem jogrok lebih menguntungkan? Sebenarnya, pemahaman ini kurang tepat. Orang yang menjual sapi qurban menggunakan sistem timbang maupun jogrok, sama-sama bisa mendapatkan laba tinggi.

Contoh, harga sapi PO bobot 350 kg taksiran sekitar Rp17.000.000. Jika dihitung berdasarkan bobot hidup (timbang), dengan asumsi bobot hidup 350 kg, berarti jatuhnya sekitar Rp16.800.000—17.500.000. Sama menguntungkannya, bukan?

Akan tetapi, kerugian atas sistem jogrok tersebut tetap tak terhindarkan. Salah satunya, kerugian oleh pembeli. Saat melihat sapi, bisa jadi tampak besar dan tinggi. Karena itu, si pembeli berani menaksir dengan harga tinggi. Namun, usai dipotong, jumlah dagingnya tidak seberapa banyak. Bahkan, di luar taksiran si pembeli.

Kerugian atas sistem taksiran juga kerap dialami para pedagang sapi pemula. Saat ia menjual sapinya di pasar, otomatis akan bertemu makelar atau blantik sapi. Pedagang pemula memasang harga rendah untuk satu ekor sapi. Sebaliknya, blantik akan menawarkan harga tinggi kepada pembeli. Jadi, jelas siapa yang mendapatkan keuntungan besar, bukan? (kitabisa.com)

promo gratisUntuk membantu memulihkan kondisi ekonomi akibat Pandemi COVID-19, kami akan mempromosikan semua jenis produk anda di website ini secara GRATIS! 

Caranya, kirimkan data lengkap seperti nama produk, info singkat, foto, harga, cara order (WA, bukalapak, shopee, tokopedia, dll berikut link-nya) kepada kami via WA ke 0811112227

 

Dendeng Batokok, This Food is Made From Beaten Meat

Having multi-cultural society, Indonesia is known for culinary richness. Every region in this country has its specific foods. One of areas in Indonesia that is known rich cuisine is West Sumatera, which is known for so many specific foods. The most popular ones include rendang and sate padang. Besides these two popular foods, there is also dendeng or beef jerky, which is also available in some variants. Dendeng or Indonesian beef jerky is a specific food from West Sumatera. Read More...

tanduk kerbau

ALAT PIJAT KERIK TERAPI GUASA DARI TANDUK Rp21.000

Tanduk, sudah sejak lama digunakan cara untuk pengobatan tradisional Cina yang disebut gua sha. Gua artinya kerok atau gosok, sedangkan sha berarti kemerahan. Tidak main-main, terapi ini sudah dipraktekkan sejak 2.000 tahun silam. Bahkan dapat dikatakan Gua Sha adalah kerokan ala Cina.

Baca selengkapnya...