Loading...
idarzh-CNenhi

Dampak Gempa Bumi Lombok 19 Agustus 2018 Pada Ternak Sapi Dan Cara Penanganannya

Tak hanya manusia, ternak sapi ternyata juga terkena dampak gempa bumi berkekuatan besar, seperti yang  terjadi di Pulau Lombok dan sekitarnya.  Gempa dengan kekuatan 7 skala richter tersebut terjadi pada pukul 21:56 WIB Minggu malam, 19/08/2019. Karena pusat gempa sangat dekat dari permukaan, yaitu pada kedalaman 10 kilometer saja, dampak dari gempa bumi Lombok 19 Agustus 2018 memang luar biasa. Puluhan bangunan luluh lantak seketika.

Menurut data BMKG,  goncangan akibat gempa ini terasa di sekitar Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Bali hingga Sulawesi Selatan. Gempa tersebut kemudian disusul oleh lima gempa lainnya dengan daya rusak cukup besar. Bumi bergoyang dan dinding rumah berderak-derak, itu yang dirasakan warga Lombol dan sekitarnya.

Tak hanya manusia, berdasarkan pengamatan sekilas pada musibah gempa bumi Lombok 19 Agustus 2018, banyak ternak sapi yang stres. Beberapa tanda ternak sapi yang mengalami stres akibat gempa antara lain : tidak mau makan,  tampak loyo namun menjadi galak dan cenderung menyerang saat didekati.

Jika terjadi hal yang sama di lokasi peternakan anda, coba lakukan beberapa langkah untuk mengatasinya sebagai berikut  :

  • Berikan cairan elektrolit yang langsung dimasukkan kedalam mulut, atau dicampurkan pada air minumnya
  • Tambahkan asupan vitamin seperti B kompleks.
  • Sediakan pakan hijauan dalam jumlah banyak.
  • Atur ruang yang lebih luas dengan cara mengurangi jumlah ternak sapi yang berada didalam satu kandang.

 

Cara-cara tersebut diatas sudah terbukti dapat membantu mengurangi tingkat stres ternak sapi korban gempa bumi Lombok 19 agustus 2018. Tindakan tersebut juga sudah diteliti dan diterapkan di banyak negara. Salah satu contohnya adalah sebuah kelompok yang melatih peternak, Royal Highness Funds Homeopathy at Wellie Level (HAWL), yang menggunakan metode yang disebut sebagai homeopati  ini untuk hewan yang stres akibat melakukan perjalanan, penyapihan, atau sejenisnya.

Bahkan Pangeran Charles menggunakan metode homeopati dengan mengubah operasi peternakan menjadi lebih organik sejak 30 tahun lalu, untuk mengurangi penggunaan antibiotik.

Dalam ilmu Homeopati, tubuh mahluk hidup memiliki suatu kekuatan atau tenaga penyembuh alami yang mampu menyembuhkan dirinya sendiri, apabila dalam keadaan seimbang. Namun jika keseimbangan dalam tubuh  terganggu maka penyakit akan sangat mudah menyerang. Jadi, inti dari metode pengobatannya adalah mengembalikan keseimbangan tubuh.

Sapi Perah Bunting Harus Minum Air Putih Dengan Jumlah Yang Cukup

Walaupun air yang terkandung dalam hijauan yang dikonsumsi bisa mencapai 80% dari total beratnya, namun belum cukup memenuhi kebutuhan air bagi sapi perah bunting. Oleh karena itu tugas anda sebagai peternak adalah menyediakan pasokan air untuk minum sapi selalu tersedia.

Susu Murni Tahan Berapa Hari Di Kulkas?

Pernahkah anda mengalami kejadian susu sapi yang menjadi basi padahal sudah anda simpan ? Jika iya, mungkin ada yang salah dengan teknik dan cara menyimpan anda. Susu merupakan sebuah produk dari sapi yang sangat bergizi namun, susu sapi memang memiliki sifat yang mudah sekali rusak oleh sebab itu harus benar-benar diperlakukan dengan tepat.

Tentang Pakan Ruminansia Untuk Sapi Perah Jantan, Apa Yang Paling Cocok?

Sapi perah jantan memiliki nafsu makan tinggi dan juga tumbuh dengan cepat dan lebih besar, oleh sebab itu jenis pakan ruminansia yang diberikan juga berbeda dengan sapi perah betina
  • Ngopi Bareng Peternak Sapi Indonesia 2019 Ngopi Bareng Peternak Sapi Indonesia 2019
    Tak terasa kita sudah di penghujung tahun 2019. Bagaimana, masih punya semangat untuk bisnis sapi? Atau sudah mengambil keputusan untuk beralih pada bidang usaha lain? Bagi yang sudah cukup lama menekuni bidang usaha ini, sepertinya sulit untuk meninggalkannya begitu saja. Bisnis sapi sudah seperti "way of life", alias jalan hidup, karena banyak sekali suka dan duka yang dialami yang menjadikan kita seperti sekarang ini.  
    Read more...