Tentang Sapi Perah Friesian Holstein Dara

Dalam usaha peternakan sapi perah, dikenal salah satu penyebutan untuk sapi perah yakni sapi dara. Demikian juga untuk sapi perah Friesian Holstein dara, merupakan perkembangan lanjutan dari pedet sapi perah dan berusia antara 13 minggu hingga 2 tahun yang berada pada masa lepas sapih sampai laktasi pertama kali dan belum pernah beranak. Sapi perah dara dikenal juga dengan sebutan heifers.

Fase pemeliharaan sapi perah dara juga merupakan bagian yang penting dalam beternak sapi perah. Karena, tujuan pembesaran sapi perah Friesian Holstein dara adalah untuk menyediakan calon induk yang mampu memproduksi susu dengan kualitas dan kuantitas yang tinggi. Pemeliharaan yang tepat untuk hewan sapi perah dara akan memengaruhi kualitas sapi perah dewasa yang dalam masa produktif (menghasilkan susu), serta kualitas susu sapi itu sendiri.

Beberapa peternak sapi perah ada yang memelihara indukan mulai dari pedet hingga dara, namun ada pula yang memulai dengan membeli sapi perah dara. Bagi peternak yang akan membeli sapi perah dara atau yang ingin memelihara untuk maksud dijual kembali, terdapat beberapa kriteria calon induk yang harus diperhatikan. Kriteria tersebut antara lain: calon induk sebaiknya berasal dari turunan yang mempunyai produksi susu yang tinggi, menunjukkan pertumbuhan yang baik dan normal, serta bebas dari penyakit dan cacat tubuh.

Pembesaran sapi perah Friesian Holstein dara untuk dijadikan calon induk ditujukan untuk mendapatkan pengganti induk dan untuk pengembangan usaha. Untuk tujuan pengembangan usaha ini maksudnya adalah untuk menambah populasi induk. Menambah populasi induk bisa dilakukan dengan cara membesarkan sapi perah dara dari turunan sapi perah sendiri atau membeli dari luar. 

Dalam upaya pembesaran sapi perah dara, peternak perlu memperhatikan beberapa faktor yang dapat memengaruhi pertumbuhan sapi perah dara. Faktor-faktor tersebut antara lain:

  • Bangsa sapi
  • Besar sapi saat lahir; berat sapi yang ideal akan memiliki daya lebih besar untuk tumbuh.
  • Pertumbuhan pada periode pedet sampai umur disapih; apakah baik atau cenderung memburuk.
  • Pengaruh pakan; pakan yang baik dan dapat memenuhi kebutuhan nutrisi sapi akan menghasilkan sapi dewasa yang baik kualitasnya.

Sapi perah Friesian Holstein dara berada pada fase pertumbuhan sapi perah yang melalui proses penyapihan setelah usia pedet. Pada fase ini sapi perah dikenalkan dengan sumber pakan dan pemberian air susu dihentikan secara perlahan-lahan. Pedet mulai disapih pada usia 3-4 bulan jika bobot badannya sudah memenuhi yakni kurang lebih 150kg.

Untuk menghasilkan sapi perah dara yang berkualitas baik, sapi dara harus memiliki nafsu makan hijauan yang kuat serta memiliki rumen yang sehat. Selain memengaruhi kualitas tubuh, pemberian pakan pada sapi dara juga mempengaruhi berahi. Jika pakan yang diberikan baik, sapi dara akan menunjukkan berahi pertamanya pada usia 9-10 bulan.

Saat sapi dara berusia 15 bulan dan beratnya sekitar 350kg, artinya sudah siap untuk dikawinkan. Sapi dara yang siap dikawinkan akan menunjukkan tanda-tanda yaitu kelaminnya merah, membengkak, mengeluarkan slem, gelisah, tidak mau makan, dan menaiki temannya atau apabila dinaiki ia akan diam.

Perawatan kesehatan sapi perah Friesian Holstein dara juga harus diperhatikan agar menghasikan calon induk dewasa yang sehat. Program kesehatan yang dapat dilakukan adalah dengan vaksinasi, menjaga kebersihan kandang, menjaga kebersihan pakan, pemotongan kuku, dan memandikan sapi. Sapi perah dara juga harus mendapatkan latihan yang teratur agar menjadi jinak, sehingga saat nanti sudah saatnya diperah, susunya tidak membahayakan para pemerah susu.

Jika kualitas perawatan sapi dara rendah, akan memunculkan beberapa risiko di kemudian hari seperti kesulitan dalam melahirkan pertama kali, pedet yang dihasilkan kecil, atau produksi susu rendah.