Apakah Sari Roti Tawar Coklat Bermanfaat Bagi Peternak Sapi ?

Berdasarkan penelitian para ahli, Sari Roti tawar coklat afkir merupakan sumber nutrisi yang masih bisa dimanfaatkan. Roti pada umumnya adalah produk makanan yang terbuat dari tepung terigu, yang diolah melalui proses fermentasi dengan menggunakan campuran ragi (Saccharomyces cerevisiae), air dan atau tanpa penambahan bahan makanan lain kemudian di panggang.

Penambahan beberapa bahan kedalam adonan, seperti gula, garam, susu atau susu bubuk, lemak, pengemulsi dan bahan-bahan pelezat seperti coklat, keju, kismis, dan lain-lain, sangat memperkaya kandungan nutrisinya. Itu sebabnya di beberapa negara eropa, roti juga dianggap sebagai makanan pokok layaknya nasi di wilayah asia.

Rasanya yang lembut dan dapat diisi dengan berbagai macam isian lezat, membuat makanan ini sangat populer tanpa mengenal batas usia. Sayangnya, sebagai makanan enak roti tidak bisa bertahan lama, oleh sebab itu produsen wajib mencantumkan tanggal kadaluarsa pada kemasannya.

Lewat tanggal kadaluarsa, Sari Roti tawar coklat umumnya mulai berjamur dan tidak layak lagi untuk dikonsumsi. Roti ini kemudian disebut sebagai roti afkir. Roti afkir seringkali dibuang begitu saja ditempat sampah sebagai limbah. Berdasarkan penelitian, sekitar  25% dari total produksi roti di Indonesia tidak terjual dan akhirnya diafkir. Untuk mengurangi beban biaya serta sampah industri, roti afkir ini kemudian dijual sebagai limbah dengan harga yang murah.

Disisi lain para pelaku industri ternak sapi mengeluh tentang semakin sulitnya mendapatkan bahan baku pakan yang murah dan selalu tersedia setiap saat. Akhirnya beberapa ahli nutrisi pakan ternak kemudian meneliti berbagai jenis limbah yang mudah diperoleh, salah satunya adalah limbah industri roti berupa roti afkir. Mereka berpikir bahwa sari roti (kandungan alami yang terdapat didalam roti) afkir merupakan jenis nutrisi yang masih bisa dimanfaatkan.

Berdasarkan analisis para ahli di Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro tahun 2008, sari roti afkir terdiri dari protein kasar (PK) 12,63%, serat kasar (SK) 0,13%, lemak kasar (LK) 4,63%, abu 4,19% dan bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN) 78,42%. Dilihat dari kandungan BETN yang tinggi, sari roti afkir dapat dicerna dengan mudah oleh rumen dan dapat menunjang semakin baiknya produktivitas ternak sapi.

Artinya, ternak sapi yang mengkonsumsi pakan dengan campuran roti afkir akan lebih cepat gemuk. Dan pemanfaatan Sari Roti tawar coklat  afkir dapat menekan biaya pakan pakan, sekaligus mengatasi masalah lingkungan yang ditimbulkannya.

Di tag dibawah

Kumpulan Ilmu Pengetahuan & Teknologi Untuk Peternak Sapi

  • Desain Kandang Sapi Perah Untuk Mempercepat Proses Perkawinan Desain Kandang Sapi Perah Untuk Mempercepat Proses Perkawinan
    Kandang merupakan rumah bagi hewan ternak termasuk sapi, oleh karena itu kandang sapi harus dibuat senyaman mungkin untuk mendukung pertumbuhannya. Kandang yang baik juga harus mempermudah peternak dalam memelihara hewan ternaknya. Dengan membuat kandang sapi, diharapkan binatang ternak Anda tidak berkeliaran ke mana-mana dan kotorannya dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin.
    Read more...
  • Mengapa Sapi Madura Menjadi Primadona Jual Beli Sapi di Indonesia? Mengapa Sapi Madura Menjadi Primadona Jual Beli Sapi di Indonesia?
    Sapi Madura termasuk komoditas yang sexy untuk mencari untung dari transaksi jual beli sapi. Merupakan salah satu jenis sapi lokal yang multifungsi, sapi jenis ini sangat cocok untuk diternakkan baik sebagai sapi pedaging maupun sapi pekerja yang handal. Sapi Madura merupakan hasil persilangan antara jenis sapi Bali (Bos Sundaicus) dengan jenis sapi Zebu (Bos Indicus), sehingga ciri-ciri dari kedua jenis sapi tersebut masih dapat ditemukan pada ternak sapi Madura ini.
    Read more...

Produk

Culture

marosok

"Marosok" Sumatera Barat: A Unique Transaction System in West Sumatra, Indonesia

What is Marosok Sumatera Barat? - A Special tradition in doing a transaction called marosok in West Sumatra is a unique way of transaction. The word marosok can be described as an activity of touching, feeling and holding something without seeing it but just trying to feel it using the brain and the feeling.

The tribe of Minangkabau is one of Indonesia’s ethnics which is famous for the ability of doing transaction. It is believed that they inherit the ability of their ancestors from the Melayu kingdoms where the people liked to trade. One of unique tradition is marosok Sumatera Barat, a technique of trading used in trading especially for the livestock such as cows or bulls.


Read More...

Tokoh