Loading...
iden

Tentang BALITNAK, Lembaga Riset Bidang Peternakan di Indonesia

Balai Penelitian Peternakan atau biasa disingkat sebagai Balitnak, adalah sebuah lembaga riset yang bertugas untuk  mencari dan meningkatkan manfaat dari sumberdaya peternakan, menghasilkan dan mendiseminasi  inovasi teknologi, membangun jaringan kerjasama dan pertukaran informasi teknologi, serta meningkatkan kualitas sumberdaya manusia, sarana dan prasarana penunjang kegiatan penelitian peternakan.

Untuk mendukung kinerjanya, Balitnak didirikan diareal yang cukup luas, sekitar 23 Ha di Desa Banjarwaru. Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, pada ketinggian tempat antara 450 - 500 m dpl dengan curah hujan antara 3.500-4.000 mm/tahun.

Lembaga riset yang telah berdiri cukup lama ini sesungguhnya adalah penggabungan dari dua Unit Kerja bidang peternakan yaitu Lembaga Penelitian Peternakan (LPP) di  jalan Raya Pajajaranm, Bogor dan Pusat Penelitian dan Pengembangan Ternak (P3T) di Ciawi, Bogor pada tahun 1981. Dan masing-masing unit kerja tersebut telah mengalami perubahan nama berungkali yaitu :

 

A. Lembaga Penelitian Peternakan

1950 -> Balai Penelitian Umum
1952 -> Balai Penyidikan Peternakan (BPP)
1956 -> Pusat Balai Penyelidikan Peternakan (PBPP)
1961 -> Lembaga Penelitian Peternakan
1966 -> Lembaga Peternakan
1966 -> Lembaga Penelitian Peternakan

 

B. Pusat Penelitian dan Pengembangan Ternak (P3T)

04/12/1974 -> Cikal bakal lembaga ini adalah  memorandum persetujuan kerjasama Direktorat Jenderal Peternakan, Departemen Pertanian, Indonesia dengan Colombo Plan, CSIRO (Commonwealth Scientific and Industri Research Organization)  Australia, yang ditandatangani pada tanggal  4 Desember 1974 untuk jangka waktu 10 tahun. Semula bernama B.A.R.I. (Bogor Animal Husbandry Research Institute) kemudian berubah  menjadi Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan (P4)
13/11/1978  -> Berubah menjadi P3T, setelah diresmikan penggunaannya oleh Presiden Soeharto dan dihadiri oleh Perdana Menteri Australia serta pejabat tinggi kedua negara.
 1981  -> Penggabungan LPP dan P3T menjadi Balai Penelitian Ternak (Balitnak) berdasarkan SK Mentan No. 71/KPts/OT.210/1/2002 dan sekaligus pelimpahan kedudukan yang semula dibawah Direktorat Jenderal Peternakan menjadi Unit Kerja Badan Litbang Pertanian.

 

Demikian info singkat tentang lembaga riset bidang petenakan yang disebut dengan nama BALITNAK

 

Sumber : balitnak.litbang.pertanian.go.id

 

Desinfektan Air, Bahan Pembersih Yang Harus Ada Di Kandang Untuk Mencegah Penyakit Lamziekti Pada Sapi

Ternak sapi Anda tiba-tiba sempoyongan, sulit menelan, dan mata membelalak? Anda perlu waspada. Mungkin sapi tersebut terinfeksi penyakit Lamziekti. Lamziekti merupakan nama Afrika untuk Botulisme, karenanya Lamziekti disebut juga Botulisme. Lamziekti merupakan salah satu penyakit pada ternak sapi, yang banyak ditemui di peternakan sapi di seluruh Indonesia dan telah membunuh banyak ternak.

Anemia Berat Pada Sapi Adalah Dampak Dari Penyakit Mubeng

Salah satu penyakit yang cukup sering menyerang ternak sapi adalah penyakit surra (trypanosomiasis) atau biasa disebut penyakit sapi mubeng (sempoyongan). Parasit dari penyakit ini hidup dan berkembang di dalam darah induk semang dengan mengambil glukosanya, akibatnya kadar glukosa dalam darah akan turun. Tentu ketika glukosa dalam darah menurun, kondisi tubuh ternak akan menurun dan berpengaruh pada hal-hal lainnya seperti hilangnya nafsu makan, mudah letih hingga anemia berat.

"Marosok", A Unique Transaction System in West Sumatra

What is Marosok Sumatera Barat? - A Special tradition in doing a transaction system called marosok in West Sumatra is a unique way of transaction. The word marosok can be described as an activity of touching, feeling and holding something without seeing it but just trying to feel it using the brain and the feeling. The tribe of Minangkabau is one of Indonesia’s ethnics which is famous for the ability of doing transaction system.