Berat Badan Naik Terus, Mengapa Tidak Ada Untungnya Ketika Sapi Dijual?

Sebagai peternak, wajib memiliki ketrampilan untuk menghitung perkiraan laba usahanya. Hal itu sangat penting untuk mengevaluasi keberlangsungan usaha ternak yang dijalankan.

Berat badan naik terus, kok tidak ada untungnya ketika sapi dijual? Itulah pentingnya Evaluasi!

Evaluasi adalah suatu jenis kegiatan yang dilakukan berkenaan dengan proses untuk menentukan nilai dari suatu hal. Dari pengertian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa evaluasi adalah proses menentukan nilai untuk suatu hal atau objek yang berdasarkan pada acuan-acuan tertentu untuk menentukan tujuan tertentu.

Metode perkiraan kasar (quick and dirty method) pertambahan bobot badan (PBB) dan laba usaha dapat dilakukan dengan melakukan kalkulasi pada komponen-komponen seperti kandungan nutrisi bahan pakan, kondisi fisiologis ternak dan harga dari masing2 komponen tersebut. Contoh perhitungannya dilihat dibawah ini:

Jenis Ternak : Sapi Potong
Bobot Badan : 250 kg
PBB/Hari* : 1 kg
Harga Sapi : Rp45.000 / Kg

 

-----------------------------

*PBB = Pertambahan Bobot Badan

 

 

Data Nutrisi Yang Dibutuhkan (Sapi Berat 250 Kg dan PBB 1 Kg/hari)

Bahan Kering (BK) : 3,50%
Energi/TDN : 4,30 Kg
Protein Kasar (PK) : 760 g

 -------------------------------------  

 

 

Menghitung Nutrisi Yang Dikonsumsi Dari Tiap Bahan

Hitung dahulu Total BK Yang Dibutuhkan Per hari

= BK x Berat Sapi

= 3,50% x 250 Kg

= 8,75 Kg/hari

 

 

 

Lanjutkan perhitungan tiap bahan sbb: 

 

 

1. Rumput Gajah

RATIO : 60%
BK : 21%
TDN : 52.40 Kg
PK : 9,60 g
HARGA : Rp500

  • BK Rumput Gajah = 60/100 x 8,75Kg = 5,25 Kg
  • Berat Segar Rumput Gajah  = 100/21 x 5.25 Kg = 25 Kg
  • TDN Rumput Gajah = 52,40/100 x 5,25 Kg  = 2.75 Kg
  • PK Rumput Gajah = 9.60/100 x 5,25 Kg = 0.50 Kg
  • Total Harga Rumput Gajah = Rp500 x 25 Kg = Rp12.500

 

 

-----------------------------

 

 

2. Konsentrat

RATIO : 40%
BK : 89,60%
TDN : 67 Kg
PK : 15,90 g
HARGA : Rp2.000

  • BK Konsentrat = 40/100 x 8,75 Kg = 3,50 Kg
  • Berat Segar Konsentrat = 100/89,60 x 3,50 Kg = 3,90 Kg
  • TDN Konsentrat = 67/100 x 3,50 Kg = 2,34 Kg
  • PK Konsentrat = 15,90/100 x 3,50 Kg = 0.56 Kg
  • Total Harga Konsentrat = Rp2.000 x 3,90 Kg = Rp7.800

-------------------------------------  

 

 

Menghitung Total Nutrisi Yang Dikonsumsi

 

 

Jumlah Total BK

= Total BK Rumput Gajah + Total BK Konsentrat

= 5,25 Kg  + 3,50 Kg

= 8,75 Kg

 

 

Jumlah Total TDN

= Total TDN Rumput Gajah + Total TDN Konsentrat

= 2.75 Kg + 2,34 Kg 

= 5,09 Kg

 

 

Jumlah Total PK

= Total PK Rumput Gajah + Total PK Konsentrat

= 0.50 Kg  + 0.56 Kg

= 1,06 Kg

 

 

Jumlah Total Biaya Pakan

= Total Harga Rumput Gajah + Total Harga Konsentrat

= Rp20.300

 

 

 

-------------------------------------  

 

 

Kesimpulan

  KEBUTUHAN   KONSUMSI   KECUKUPAN
BK :    8,75 kg    8,75 kg    (cukup)
TDN :    4,30 kg   5.09 kg    (cukup)
PK :    0,76 kg   1,06 kg    (cukup)

 

 

 -------------------------------------  

 

 

Catatan

Dengan memberi pakan harian berupa 25 Kg Hijauan dan 3,9 Kg Konsentrat dengan harga Rp20.300, kandungan nutrisinya telah cukup untuk menaikkan bobot badan sapi 1 kilogram per hari, maka dapat dihitung:

  • Total Pendapatan = 1 kg x Rp45.000 = Rp45.000
  • Biaya pakan adalah 68,24% dari total biaya usaha (data hasil sensus BPS), maka total biaya usaha = 100/68,24 x Rp20.300 = Rp29.748.

Laba usaha yang diperoleh

= Rp45.000 - Rp29.748

= Rp15.252 / hari

 

 

Perhitungan diatas adalah penjelasan, mengapa walaupun berat badan naik terus, peternak tidak mendapatkan keuntungan dari penjualan sapi. Intinya adalah, harus ada perhitungan tepat antara jumah dan jenis pakan yang diberikan, pertambahan berat badan serta harg jual pada saat panen.

------------------------------------- 

 

 

 

Untuk memudahkan peternak, tim teknis kami telah mengembangkan dasar perhitungan diatas, dengan menggunakan rumus dan data:

  1. Program Evaluasi Pakan Ternak, DR. Ir. Rd. Hery Supratman, MS.
  2. Interpolasi Data "Nutrient Requirements Of Ruminants In Developing Countries" Leonard C. Kearl.
  3. Analisa sampel bahan pakan ternak yang diterima oleh Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran Bandung, dari DR. Ir. Rd. Hery Supratman, MS.
  4. Data hasil sensus Badan Pusat Statistik (BPS)

Perhitungan tersebut kemudian ditranformasikan mengunakan teknologi internet menjadi sebuah aplikasi dengan platform android. Jadi, peternak hanya perlu meng-install aplikasi ini dan melakukan tiga langkah berikut yaitu:

Aktifkan Gadget --> masukkan data --> KLIK!

Perkiraan Pertambahan Bobot Badan dan Laba usaha harian anda terpampang lengkap dengan perinciannya. Jadi, anda dengan mudah mendapatkan data valid, bukan hanya satu keyakinan bahwa berat badan naik terus, pasti untung besar ketika sapi dijual. Buktikan sendiri....

(download DISINI)

 

 

 

Di tag dibawah

Kumpulan Ilmu Pengetahuan & Teknologi Untuk Peternak Sapi

Produk

Culture

marosok

"Marosok" Sumatera Barat: A Unique Transaction System in West Sumatra, Indonesia

What is Marosok Sumatera Barat? - A Special tradition in doing a transaction called marosok in West Sumatra is a unique way of transaction. The word marosok can be described as an activity of touching, feeling and holding something without seeing it but just trying to feel it using the brain and the feeling.

The tribe of Minangkabau is one of Indonesia’s ethnics which is famous for the ability of doing transaction. It is believed that they inherit the ability of their ancestors from the Melayu kingdoms where the people liked to trade. One of unique tradition is marosok Sumatera Barat, a technique of trading used in trading especially for the livestock such as cows or bulls.


Read More...

Tokoh

  • DR. Ashari DR. Ashari
    Anggota Tim Layanan Asistensi dan Konsultasi Bidang Peternakan