Loading...
idarzh-CNenhi

Mari Mengenal Lebih Jauh Tentang Danish Red, Penghasil Susu Sapi Protein Tinggi

Red Danish, atau biasa disebut Red Dane, merupakan ternak penghasil susu sapi protein tinggi yang berasal dan dikembangbiakkan di wilayah Eropa bagian utara (Denmark). Selain Australia, Eropa memang merupakan benua yang kondisi dan iklimnya sangat cocok untuk menjalankan usaha pertanian dan peternakan.

Untuk jenis sapinya, para ahli di Eropa banyak melakukan penelitian dan pengembangan sapi penghasil susu sapi protein tinggi. Selain ternak sapi perah jenis Friesian Holstein asal Belanda, Eropa juga memiliki sapi perah unggulan jenis lain, yakni Red Danish, yang sesuai namanya tentu berasal dari negara Denmark.

Ada sekitar 40.000 lebih ekor ternak sapi perah yang nantinya akan diambil dagingnya jika sudah melewati masa laktasi (tidak bisa lagi menghasilkan susu). Karena kualitasnya yang sangat baik, Red Dane (dulu disebut sapi Angeln) kini sudah banyak diekspor ke berbagai negara untuk meningkatkan kualitas sapi lokal melalui sistem kawin silang.

Beberapa sapi keturunan hasil persilangan dengan Red Danish di antaranya adalah Lithuanian Red, Estonian Red, Latvian Red, Polish Red, Belarus Red, Russian Red, dan sebagainya yang namanya memakai negara lokal sapi perah tersebut.

Corak merah yang kuat pada Red Danish ini membuatnya mudah dikenali,  termasuk hasil kawinsilangnya  dengan beberapa ternak sapi lokal di negara beriklim tropis, seperti sapi Sahiwal, Red Sindhi, dan Butana.

Red Dane terbukti menghasilkan susu sapi dalam jumlah banyak dengan kandungan lemak dan protein yang jauh lebih tinggi dari yang dihasilkan sapi Friesian Holstein. Beberapa keunggulan lain yang tidak dijumpai pada sapi lain, adalah :

  • Usia Lebih Panjang;  Dibandingkan dengan sapi perah jenis lain, Red Danish memiliki usia dan harapan hidup yang lebih panjang. Hal ini tentu akan menaikkan jumlah produksi susu yang dihasilkan.
  • Tinggi Lemak dan Protein; Sapi Red Dane mampu menghasilkan susu dengan kandungan lemak dan protein yang lebih tinggi dibandingkan dengan sapi jenis lain, bahkan Fries Holland sekalipun.
  • Kebal Penyakit; Sapi perah asal Denmark ini juga terkenal karena memiliki sistem kekebalan tubuh yang baik, sehingga tidak mudah terserang penyakit.
  • Tingkat Fertilitas Tinggi; Selain produksi susu yang berlimpah, Red Danish juga memiliki tingkat kesuburan yang tinggi sehingga tidak memerlukan waktu lama untuk beranak dan melewati masa-masa laktasi (biasanya kurang dari 13 bulan).
  • Perawakannya besar, bobot tubuh sapi Red Danish betina bisa mencapai 660 kg, sedangkan jantannya bisa mencapai 1 ton.
  • Berat sapi Red Dane saat dilahirkan biasanya berkisar antara 36 kg sampai 40 kg dengan kenaikan berat badannya cukup besar, rata-rata mencapai 1,4 kg per hari. Dengan demikian punya prospek juga sebagai sapi potong.

Nah, semoga informasi mengenai sapi perah Red Danish sebagai salah satu penghasil susu sapi protein tinggi, semakin menambah wawasan Anda ya!

Susu Murni Tahan Berapa Hari Di Kulkas?

Pernahkah anda mengalami kejadian susu sapi yang menjadi basi padahal sudah anda simpan ? Jika iya, mungkin ada yang salah dengan teknik dan cara menyimpan anda. Susu merupakan sebuah produk dari sapi yang sangat bergizi namun, susu sapi memang memiliki sifat yang mudah sekali rusak oleh sebab itu harus benar-benar diperlakukan dengan tepat.

Kudis Adalah Jenis Penyakit Menular Pada Sapi, Ini Obatnya!

Pernahkah Anda melihat sapi yang menggosok-gosokkan tubuhnya ke kandang seperti sedang menggaruk-garuk bagian tubuh yang gatal? Atau bahkan menggigiti bagian-bagian tertentu pada tubuhnya? Apabila demikian, kemungkinan besar sapi tersebut sedang terserang kudis (scabies), yaitu jenis penyakit kulit menular yang disebabkan oleh hewan tungau.

Tentang Pakan Ruminansia Untuk Sapi Perah Jantan, Apa Yang Paling Cocok?

Sapi perah jantan memiliki nafsu makan tinggi dan juga tumbuh dengan cepat dan lebih besar, oleh sebab itu jenis pakan ruminansia yang diberikan juga berbeda dengan sapi perah betina
  • Ngopi Bareng Peternak Sapi Indonesia 2019 Ngopi Bareng Peternak Sapi Indonesia 2019
    Tak terasa kita sudah di penghujung tahun 2019. Bagaimana, masih punya semangat untuk bisnis sapi? Atau sudah mengambil keputusan untuk beralih pada bidang usaha lain? Bagi yang sudah cukup lama menekuni bidang usaha ini, sepertinya sulit untuk meninggalkannya begitu saja. Bisnis sapi sudah seperti "way of life", alias jalan hidup, karena banyak sekali suka dan duka yang dialami yang menjadikan kita seperti sekarang ini.  
    Read more...