Loading...
iden

Apa Saja Jenis Bahan Dinding Bangunan Kandang Yang Sesuai Untuk Usaha Budidaya Ternak Sapi Potong?

Apakah Anda tengah menekuni usaha ternak sapi? Bagaimana dengan kemajuan usaha peternakan sapi Anda? Sudahkah Anda membangun kandang sapi potong yang sesuai dengan standar?.

Dalam perkandangan sapi potong, banyak sekali hal yang harus dicermati, mulai dari model kandang sapi potong hingga konstruksi kandang sapi potong. Bila sudah memikirkan desain atapnya, kini saatnya Anda mulai fokus pada pembangunan untuk dinding kandang sapi potong.

Untuk atap pada kandang sapi potong, genting merupakan bahan yang paling murah dan mudah untuk didapatkan. Selain itu, bahannya yang tidak menyerap panas tidak akan membuat ternak sapi kegerahan saat berada di dalam kandang. Namun, bagaimana dengan dinding kandang sapi potong?

Bahan dinding bangunan kandang apakah yang kira-kira cocok agar tidak hanya dapat berdiri dengan kokoh, namun juga tidak mudah ambruk tertiup angin atau, mungkin tanpa sengaja, tertendang oleh sapi jantan yang tiba-tiba mengamuk di dalam kandang? Kemungkinan semacam ini tetap ada, meski jarang terjadi.
    
Ada tiga jenis bahan dinding bangunan kandang yang dapat dijadikan pilihan, yaitu tembok, kayu, atau bambu. Bila ingin memilih yang terkuat, Anda bisa menggunakan tembok bata agar konstruksi kandang sapi potong benar-benar solid dan tidak mudah ambruk, baik saat tertiup angin maupun terkena benturan atau tendangan sapi jantan dari dalam kandang.
    
Namun, kekurangan dari tembok bata adalah terhambatnya sirkulasi udara bila tembok bata dibangun terlalu tinggi. Bisa saja di beberapa titik tembok dilubangi agar sapi-sapi tetap bisa bernapas. Sekali lagi, semua ini tergantung kebutuhan dan dana yang Anda miliki sebagai pemilik usaha peternakan.
    
Bila ingin memilih kayu yang bahannya lebih alami, pastikan bahwa kayu yang Anda gunakan sebagai bahan dinding bangunan kandang sapi potong cukup kuat. Selain itu, kelebihan dari bahan kayu adalah lebih murah dan dapat memberikan rasa adem di dalam ruangan, termasuk kandang. Bahkan, Anda bisa menggunakan kayu daur-ulang (seperti bekas rumah atau gudang), selama kualitasnya masih bagus dan dijamin kuat atau bahkan awet. Bisa dipastikan, ternak sapi milik Anda akan merasa lebih betah di kandang. Dari sela-sela kayu pun, udara dapat mengalir masuk dan keluar dengan lancar.
    
Lalu, apa kekurangan dari bahan kayu untuk dinding kandang sapi potong? Selain mudah lapuk dimakan rayap atau terkena pengaruh perubahan cuaca (baik musim kemarau maupun musim hujan), bahan kayu juga lebih rentan benturan atau tendangan daripada bahan tembok bata. Tidak hanya itu, serpihan-serpihan kayu yang terlepas akibat proses pelapukan juga dapat mencederai sapi yang tanpa sengaja terbentur pada dinding kandang.
    
Bagaimana dengan bambu? Butuh keahlian khusus untuk menyambungkan banyak bambu sebagai bahan dinding bangunan kandang yang kuat. Selain lebih murah dan bahkan bisa ditemukan di hutan bambu, sirkulasi udara juga lebih lancar mengalir lewat sela-sela bambu. Kekurangannya? Belum tentu sekuat kayu jika tidak dirawat dengan apik.

Promo

Sampai 19/02/20 - Daging Topside per 100 gr Rp13.995

Berlaku di SUPERINDO Area Jabodetabek, Palembang --------------------------------

Iptek

Sejarah Sapi Di Indonesia Yang Dikelola Peternakan Tradisional Hingga Model Investasi Ternak Sapi Online

Bagi yang menggemari minuman susu kaleng, pasti sudah tahu bahwa mayoritas susu kaleng yang dijual di supermarket berasal dari produksi sapi perah. Selain kambing, domba, dan unggas (dengan ayam sebagai jumlah terbanyak dari kelompok unggas), ternak sapi juga termasuk sumber protein hewani yang penting dan dikonsumsi oleh banyak masyarakat. Tidak heran bila banyak sekali peternakan sapi, baik yang untuk mengembangbiakkan sapi penghasil susu maupun sapi potong atau sapi yang menghasilkan daging.

English Articles

"Marosok", A Unique Transaction System in West Sumatra

What is Marosok Sumatera Barat? - A Special tradition in doing a transaction system called marosok in West Sumatra is a unique way of transaction. The word marosok can be described as an activity of touching, feeling and holding something without seeing it but just trying to feel it using the brain and the feeling. The tribe of Minangkabau is one of Indonesia’s ethnics which is famous for the ability of doing transaction system.