Perhatikan Fungsi dan Tata Letak, Pada Saat Membuat Desain Bangunan Kandang Sapi Potong

Anda masih termasuk pemula dalam usaha peternakan, terutama dalam peternakan sapi potong? Salah satu hal yang wajib Anda perhatikan pada desain bangunan kandang sapi adalah fungsi dan tata letak. Bila sudah mengetahuinya, langkah-langkah berikutnya dalam menjalankan usaha budidaya ternak sapi menjadi lebih lancar.

Mengapa 'fungsi' menjadi hal penting pada desain bangunan kandang sapi?

  • Tempat perlindungan yang nyaman bagi sapi 
  • Tempat berlangsungnya pengelolaan ternak sapi
  • Agar sapi terlindung dari gangguan-gangguan seperti: pencurian dan hama pemangsa serta pengganggu.
  • Mempermudah berlangsungnya pengelolaan usaha peternakan sapi

 

 

Tata Letak Kandang Sapi Potong

Pada desain bangunan sapi potong, tidak hanya fungsi yang harus diperhatikan. Tata letak juga penting, dimulai dari lokasi, model kandang sapi potong, hingga konstruksi kandang sapi potong. Pemilihan tata letak kandang ternak sapi sebaiknya seperti ini:

  • Lokasi kandang sapi sebisa mungkin dekat dengan beragam sarana, termasuk pendukung produksi ternak (dekat akses pakan ternak), hingga tempat pemasaran.
  • Desain kandang, baik model kandang sapi potong hingga konstruksi kandang sapi potong, harus sesuai dengan Rencana Umum Tata Ruang (RUTR). Bila tidak, kehadiran kandang sapi potong tersebut dapat mengganggu keselarasan tata letak daerah sekitarnya.
  • Alam dan iklim lokasi kandang sapi harus mendukung (seperti: masih di daerah yang lebih banyak lahan hijaunya dan dengan udara segar.)
  • Lokasi kandang ternak sapi juga harus terjangkau oleh media transportasi dengan mudah, terutama untuk urusan pemasaran dan pengiriman angkutan pakan ternak bila diperlukan. Hal ini juga dapat memangkas biaya operasional sehari-hari.
  • Namanya juga usaha peternakan sapi. Selain menghasilkan susu dan daging, kotoran sapi juga dapat dijadikan pupuk kompos. Yang menjadi masalah adalah baunya yang menyengat dan tidak semua orang tahan mencium aromanya. Belum lagi suara berisik sapi, terutama saat musim kawin. Jadi, pastikan juga bahwa lokasi kandang untuk peternakan sapi Anda tidak terlalu dekat dengan pemukiman penduduk setempat.
  • Selain harus sesuai dengan RUTR, jangan lupakan meminta surat izin resmi dari pemerintah. Bukan tidak mungkin sewaktu-waktu akan diadakan sidak (inspeksi mendadak) ke usaha peternakan Anda.

 

 

Jangan lupakan model dan jenis material konstruksinya, pada saat membuat desain bangunan kandang

  • Gunakan bahan baku kandang yang tersedia di lokasi, namun pastikan bahwa bahan-bahan tersebut tidak mudah lapuk.
  • Gunakan atap dari genting dengan kemiringan sekitar 30° dan cukup tinggi. Bahan seng dapat menaikkan suhu kandang dan membuat sapi cepat haus dan rentan stres.
  • Bahan kayu dan bambu cocok untuk dinding kandang sapi potong, namun pastikan cukup tebal dan kuat agar tidak mudah dihembuskan oleh angin.
  • Lantai basah untuk kandang sapi memudahkan pembersihan lantai kandang dari kotoran sapi.
  • Untuk kandang sapi potong, pastikan segala keperluan untuk penggemukan sapi, yaitu: gang jepit, tempat bongkar-muat sapi, kandang paksa, tempat pakan, hingga timbangan. Pastikan juga tempat minum sapi mudah terjangkau namun juga tidak mudah goyah. Isinya juga harus sesuai kebutuhan sapi.

Demikian penjelasan tentang desain bangunan kandang sapi potong, semoga bisa menjadi inspirasi....

Di tag dibawah

Kumpulan Ilmu Pengetahuan & Teknologi Untuk Peternak Sapi

Produk

Culture

marosok

"Marosok" Sumatera Barat: A Unique Transaction System in West Sumatra, Indonesia

What is Marosok Sumatera Barat? - A Special tradition in doing a transaction called marosok in West Sumatra is a unique way of transaction. The word marosok can be described as an activity of touching, feeling and holding something without seeing it but just trying to feel it using the brain and the feeling.

The tribe of Minangkabau is one of Indonesia’s ethnics which is famous for the ability of doing transaction. It is believed that they inherit the ability of their ancestors from the Melayu kingdoms where the people liked to trade. One of unique tradition is marosok Sumatera Barat, a technique of trading used in trading especially for the livestock such as cows or bulls.


Read More...