idarzh-CNenhi

Harga Sapi Termahal Yang Selalu Dicari

Diantara hewan-hewan ternak di Indonesia, yang paling banyak digunakan untuk qurban di Indonesia adalah kambing dan sapi. Sapi yang digunakan qurban merupakan kelas sapi pedaging. Tak pelak, Idul Adha pun menjadi moment istimewa dan ‘bulan panen’ bagi para pebisnis sapi. Permintaan menjadi membumbung. Harga bahkan tak menjadi soal. Menariknya lagi, ada banyak harga sapi termahal di Indonesia, tetapi tetap dicari.

Sapi jenis apakah itu? Berikut ulasannya.

 

 

Sapi Limousin

Seperti namanya, sapi ini berasal dari Limousin di Prancis. Keunggulan sapi ini adalah tubuhnya yang besar, sehingga daging yang dimilikinya pun banyak. Bobotnya bisa mencapai 1,1 tom atau lebih dan tingginya bisa mencapai 160 cm. Jenis sapi ini dikenal memiliki daging yang empuk dan rendah lemak. Kombinasi ‘kelezatan’ dagingnya juga bobotnya yang tak ringan membuat sapi ini termasuk harga sapi termahal. Ya, rata-rata harga sapi ini mencapai Rp 100-an juta.

 

 

Sapi Simental

Sapi kedua yang tak kalah menjadi idaman adalah Simental. Sapi ini juga bongsor seperti halnya Limousin. Hanya saja, jenis sapi yang berasal dari Swiss ini juga bisa digunakan sebagai sapi perah selain sebagai sapi potong. Bagi para peternak sapi, Simental sangat menguntungkan untuk diternakan, karena pertumbuhannya yang cukup cepat. Rata-rata bobot sapi Simental menembus 800-an kilogram. Meski demikian, ada juga jenis sapi ini yang memiliki bobot hingga 1,1 ton bahkan lebih. Sapi yang bisa mencapai tinggi 170 cm ini bisa dijual dengan harga hingga Rp 100 juta.

 

 

Sapi Madura

Bukan hanya sapi ‘bule’ yang merupakan harga sapi tertinggi, melainkan juga sapi-sapi lokal dari Indonesia. Adalah sapi Madura yang dikenal memiliki kualitas baik. Pulau penghasil garam ini memang kondang pula sebagai ‘penghasil sapi’. Apalagi berkat keberadaan tradisi Karapan Sapi. Tak sekedar menjadi sapi pacu, sapi-sapi Madura nyatanya juga ramai diburu saat Idul Adha tiba. Sapi-sapi Madura begitu istimewa lantaran dikenal memiliki daging yang tebal, tulang yang kecil hingga kandungan lemak yang rendah. Rata-rata harga sapi Madura menembus Rp 22-an juta atau lebih.

 

 

Sapi Ongole

Jenis sapi yang satu ini berasal dari India. Tak sulit menemukan jenis sapi yang satu ini, bahkan dengan mudah dijumpai di pedesaan. Banyak para petani-petani yang juga memelihara jenis sapi ini. Ciri fisik yang melekat pada sapi ini adalah warnanya putih dan memiliki gelambir pada sekitar lehernya. Dibandingkan dengan sapi Madura, tubuhnya jauh lebih besar. Tingginya pun bisa menembus 160 cm. Bobotnya rata-rata mencapai 850 kilogram. Harga jual sapi ini mulai Rp 17 juta hingga Rp 20-an juta. Namun, pada beberapa sapi Ongole unggulan, harganya bisa menembus Rp 45 juta.

 

 

Sapi Brahma

Sapi kelima yang acap kali menjadi buruan adalah Sapi Brahma. Sapi jenis ini juga berasal dari India. Nama sapi yang  satu ini sudah sangat familiar di telinga masyarakat Indonesia. Sapi Limousin dan Simental boleh jadi menjadi ‘bintang’ utama dalam pasaran sapi ternak di Indonesia. Namun, soal popularitas di kalangan kebanyakan peternak kecil dan petani, Sapi Brahma lebih melejit namanya. Dibanding dengan harga sapi termahal lainnya, rupiah yang dikeluarkan untuk membeli sapi ini  tak terlalu menjulang, sehingga memungkinkan dikembangkan oleh kebanyakan petani dan peternak. Saat Idul Adha tiba, sapi jenis ini juga acap kali dicari, lantaran tubuhnya yang besar dan berotot. Bobotnya pun bisa menembus 900 kilogram. Harga jualnya mencapai sekitar Rp 40-an juta.

 

Hmmm.. tahun depan mau qurban sapi apa ya?

 

 

  • Ngopi Bareng Peternak Sapi Indonesia 2019 Ngopi Bareng Peternak Sapi Indonesia 2019
    Tak terasa kita sudah di penghujung tahun 2019. Bagaimana, masih punya semangat untuk bisnis sapi? Atau sudah mengambil keputusan untuk beralih pada bidang usaha lain? Bagi yang sudah cukup lama menekuni bidang usaha ini, sepertinya sulit untuk meninggalkannya begitu saja. Bisnis sapi sudah seperti "way of life", alias jalan hidup, karena banyak sekali suka dan duka yang dialami yang menjadikan kita seperti sekarang ini.  
    Read more...