Heboh Fenomena Anakan Sapi dengan Indera Penglihatan dan Penciuman Ganda

Pada beberapa waktu lalu pasutri asal Jombang, Slamet (30) dan Misni (31) dikejutkan dengan kelahiran seekor anakan sapi milik mereka yang lahir dengan kondisi tak lazim. Apabila diperhatikan sekilas memang tidak ada yang aneh dengan organ pernafasan anak sapi berwarna hitam putih tersebut. Namun, jika diperhatikan dengan seksama, terdapat 4 lubang pada bagian hidungnya.

Keanehan lainnya semakin diperkuat dengan satu mata yang terdapat pada kening, sehingga membuat anakan sapi tersebut memiliki 3 indera penglihatan.Seperti yang diwartakan oleh detiknews.com pada Selasa (26/03/2019), Misni mengatakan bahwa anak sapi yang terlahir dengan kondisi abnormal tersebut baru saja dilahirkan pada sepekan sebelumny.

Pada waktu tersebut, indukan sapi telah melahirkan sebanyak dua kali. Anak sapi yang pertama diketahui lahir dalam kondisi fisik yang normal. Lain halnya dengan kondisi bayi yang kedua. Saat baru berusia 1 minggu, anak sapi tersebut terlihat lumpuh.

Anakan sapi aneh tersebut merupakan sapi ke-10 yang dimiliki oleh pasangan suami isteri tersebut. Meski kondisi sapinya terbilang unik dan tak biasa, Misni sama sekali tak ada niat untuk menjualnya. Ia bertekad akan tetap memelihara hewan tersebut jika kondisinya semakin membaik. Sembari rutin memberi susu dan merawatnya, Misni juga menyempatkan untuk memeriksakan kondisi ternak peliharaannya tersebut ke dokter hewan.

Kondisi kelainan fisik yang serupa tidak hanya pernah terjadi di Jombang saja. Pada tahun 2016 lalu, warga Desa Tuliskriyo, Kecamatan Sanan Kulon, Kabupaten Blitar juga digemparkan dengan kelahiran anakan sapi betina yang tidak wajar, seperti yang dilansir dari Tribunnews (22/04/2016). Kelahiran tersebut sukses mengundang penasaran warga kampung sekitar untuk menyaksikan langsung fenomena unik tersebut.

Diketahui sapi tersebut merupakan milik dokter hewan setempat bernama Tri Wiyono. Sama seperti hewan milik pasutri Slamet dan Misni, anak sapi tersebut terlahir dengan kondisi bermata tiga dan berhidung dua. Akan tetapi, bedanya bagian mulut anak sapi ini juga berjumlah dua.

Disebutkan sapi tersebut lahir pada waktu Selasa, 19 April 2016 lalu. Pada saat itu, kelahiran sapi tersebut memang sudah diawali gejala tidak normal, yang mana kemunculannya dimulai dari kaki. Padahal seperti halnya manusia, sapi yang lahir seharusnya muncul dengan kepala terlebih dahulu.

Tri sendiri diketahui memang dokter hewan yang juga dikenal sebagai pengusaha sapi perah. Pria tersebut bahkan memiliki 224 ekor sapi di peternakanannya. Slamet yang merupakan pekerja perawat sapi milik dokter Tri mengakui baru pertama kalinya menyaksikan hal aneh tersebut selama bekerja di sana.

Menurutnya, anakan sapi tersebut lahir dari hasil perkawinan suntik. Dalam memberikan asupan, kedua mulut sapi dapat berfungsi sama baik saat diminumkan susu. Meskipun terlahir dalam kondisi fisik yang tak wajar, tetapi nyatanya anak sapi tersebut terlihat tidak memiliki masalah kesehatan sama sekali.

Drh Azis Dariyanto selaku Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Hewan Dinas kabupaten Jombang menuturkan bahwa kondisi kelahiran abnormal tersebut merupakan salah satu kasus yang langka. Menurutnya, kelainan tersebut bisa jadi diakibatkan kegagalan pada saat pembuahan janin.

"Saya kira saat pembuahan kemungkinan akan kembar, dalam perjalanannya kembar tak sempurna. Sehingga janin yang bertahan, tumbuh abnormal," tandas pria yang berprofesi sebagai dokter hewan tersebut.

Meskipun cukup langka, tetapi kondisi kelahiran demikian memang kerap terjadi di beberapa peternakan sapi. Dari beberapa berita yang dikumpulkan, fenomena tersebut kerap ditemukan di Indonesia, terutama di provinsi Jawa Timur yang notabenenya memiliki banyak peternakan sapi. Salah satunya adalah kelahiran sapi berkepala dua di Desa Kedung Glugu, Nganjuk pada 2014 lalu.

Kejadian tersebut rupanya tidak hanya pernah terjadi di Indonesia. Pada beberapa negara di luar negeri, sejumlah kasus serupa juga pernah ditemukan seperti yang dialami seorang petani asal Kentucky, Amerika Serikat bernama Stan McCubin, seperti yang dikutip dari Daily Mail melalui Liputan6.com (21/09/2016). Anak sapi miliknya tersebut lahir dalam keadaan memiliki dua moncong, dua mulut, dan empat mata.

Diketahui kondisi tersebut merupakan sebuah mutasi genetik. Hal yang mencengangkan adalah kebanyakan anakan sapi yang lahir dengan kondisi tersebut biasanya cenderung akan mati selama dalam kandungan. Namun hebatnya, beberapa sapi justru dapat bertahan dan lahir dengan sehat seperti milik Stan. Oleh karena itu, sapi tersebut dinamai Lucky oleh putri Stan yang dalam bahasa Inggris bermakna “beruntung”.

Kondisi mutasi genetik sendiri juga tidak hanya bisa dialami oleh hewan sapi saja, tetapi juga hewan-hewan lainnya termasuk juga manusia. Seperti salah satunya adalah fenomena ektrodaktil pada manusia yang terlahir dengan kondisi tangan atau kaki terpisah seperti capit lobster.

Beberapa hewan selain sapi juga diketahui pernah ditemukan terlahir dalam kondisi yang mirip, seperti anjing bernama Toby di Los Angeles, Amerika Serikat yang dimiliki oleh seorang pria bernama Todd Ray. Tak hanya itu, terdapat juga sejumlah berita mengenai ular berkepala dua, kucing bermata satu, hingga kambing octogoat yang memiliki delapan kaki.

Beberapa fenomena janggal tersebut tak jarang kerap dikaitkan dengan fenomena mistis di sejumlah daerah. Namun demikian, nyatanya sejumlah hal janggal tersebut merupakan suatu kondisi yang dapat dijelaskan secara ilmiah.