Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

Probiotik HERYAKI, Obat Stres Para Peternak Sapi

Sedang stres mengurus usaha ternak sapi, domba dan kambing? Anda bukan satu-satunya, ada banyak peternak mengalami hal yang sama. Rata-rata  mengeluhkan semakin menipisnya keuntungan yang bisa diperoleh. Saat ini memang terjadi penurunan permintaan akan produk lokal, akibat kebijakan pemerintah yang memperbolehkan produk impor membanjiri pasar.

Nasib peternak tradisional memang sedang terpuruk. Selain semakin mahalnya harga bibit dan pakan, pakan hijauan sulit dicari, serta bau menyengat dari limbah yang dihasilkan sering menjadi isyu yang mendisekreditkan peternak. Hal-hal tersebut diatas jelas membuat peternak sapi tradisional tidak akan mampu bersaing dengan produk impor, baik dari sisi harga dan kualitas produknya.

Jika bisa disimpulkan, peternak berharap ada sebuah produk yang bisa memenuhi semua harapannya saat ini yaitu:

  • Meningkatkan nafsu makan ternak, agar pakan yang diberikan tidak tesisa sedikitpun.
  • Meningkatkam konversi pakan menjadi produk, baik itu daging ataupun susu.
  • Mereduksi bau kotoran ternak, agar bisa beternak di lahan sempit dan ramah lingkungan.
  • Dapat digunakan sebagai pengawet dalam pembuatan pakan awetan, dengan demikian peternak bisa menyimpan pakan hijauan dalam waktu yang lama


Dr. Ir. Rd. Hery Supratman, seorang dosen di Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran, mencoba mencari solusi atas permasalahan tersebut. Kemampuan pria kelahiran Bandung ini tidak perlu diragukan, mengingat beliau bukanlah orang baru di dunia peternakan. Banyak sekali kegiatan penelitian yang telah dilakukan, termasuk berbagai prestasi yang telah didapatkan (lihat detailnya DISINI).

Beberapa hasil karyanya diakui sangat membantu pelaku usaha ternak, seperti:

  1. LI-TEST; cairan yang digunakan untuk mendeteksi apakah dedak yang digunakan sebagai bahan baku pakan telah dicampuri dengan sekam.
  2. Produk Fermentasi Aspergillus oryzae, hasil kolaborasi dengan Jhondri S.T (Pranata Labortorium); berguna untuk meningkatkan kesehatan pada organ pencernaan ternak sapi.
  3. Vitaral-mix Lagantor; yang diproduksi oleh PT. Kalbe Farma Tbk, sumber vitamin dan mineral. Digunakan untuk melengkapi kebutuhan vitamin dan mineral yang diperlukan ternak ruminansia.

Hebatnya, semua penelitian yang dilakukan oleh Hery Supratman ditujukan untuk menghasilkan produk yang selain bermanfaat, mudah diaplikasikan juga murah harganya, sehingga dapat dijangkau oleh peternak tradisional.

Pada tahun 2012, Hery Supratman melakukan penelitian tentang pakan yang bisa memberi manfaat maksimal pada pertumbuhan ternak. Mengapa pakan? Karena pakan adalah biaya terbesar yang harus dikeluarkan peternak. Jika bisa mengefisienkan pakan, sudah pasti keuntungan ada ditangan.

Hery Supratman fokus untuk membuat bahan campuran pakan,  tujuannya agar lebih mudah diaplikasikan tanpa merubah pakan yang selama ini sudah digunakan oleh para peternak.

Ia memfermentasi (dalam kondisi anaerob) berbagai macam biji-bijian, untuk mendapatkan cairan probiotik yang mengandung bakteri asam laktat. Bakteri tersebut adalah kelompok bakteri gram-positif yang tidak membentuk spora dan dapat memfermentasi karbohidrat menjadi asam laktat.

Bakteri asam laktat sudah lama diketahui sangat bermanfaat untuk melindungi makanan dari pencemaran bakteri patogen, meningkatkan nutrisi, dan memberikan dampak positif bagi kesehatan.

Penelitiannya kemudian berhasil menemukan cairan probiotik, tidak hanya meningkatkan kecernaan tapi juga menambah nafsu makan ternak berkat aroma buah segar yang muncul dari cairan tersebut.

Uji coba yang dilakukan pada ternak domba, campuran cairan probobiotik ini terbukti dapat meningkatkan nafsu makan dan memperbaiki tingkat kecernaannya. Menurut catatan, ada kenaikan rata-rata 50-80 gram rata-rata per hari, naik mencapai 130 gram rata-rata per hari. Prosentase karkas pun meningkat hingga mencapai 52%.

Model penggemukan domba menggunakan HERYAKI Powder ini nantinya disebut sebagai skala industri pola “satu empat”, maksudnya satu hari repot ngarit dan mengawetkan pakan, empat bulannya kerja santai. Dengan pola seperti ini, bisa dikatakan juga cara menggemukan domba tanpa ngarit, hemat tenaga, bebas bau kandang dan prospektif.

Hasilnya juga luarbiasa, ketika HERYAKI Powder dicoba pada sapi, perubahannya cukup signifikan antara sebelum dan sesudah menggunakan HERYAKI Powder (dapat lihat pada video dibawah artikel ini).

Agar mudah diingat, produk tersebut kemudian diberi merk "HERYAKI". Nama yang unik mirip dengan bahasa jepang, padahal cuma penggabungan nama asli penemu probiotik ini yaitu yaitu  "Hery", dengan nama panggilan akrab di kampus yaitu "Aki".

Agar memudahkan pada saat pengiriman,  Hery Supratman kemudian mengembangkannya dalam bentuk bentuk bubuk (campuran dedak dengan probiotik) yang disebut sebagai "HERIYAKI Powder".

Dalam prakteknya, HERYAKI Powder tidak hanya dapat meningkatkan pertumbuhan berat badan tapi juga bermanfaat untuk hal lainnya yaitu:

  1. MEMPERPENDEK PROSES PEMBUATAN SILASE; Yang biasanya memerlukan waktu 21 hari, cukul 5 hari saja.
  2. MENGHEMAT TENAGA; Peternak hanya perlu memberikan pakan 2 kali sehari, yaitu pada pagi hari sekitar jam 08.00, dan sore hari pada jam 17.00. Hal itu berkat pakan komplit (complete feed) yang dibuat dari  15% silase dengan 85% konsentrat yang masing-masing diolah dengan Probiotik tersebut.
  3. MENGHILANGKAN BAU KOTORAN;  Bau menyengat yang timbul dari faeces dan urine yang selalu ada di kawasan peternakan, tidak lagi bisa tercium dengan jelas, karena berganti dengan aroma seperti buah segar. Efeknya, udara di sekitar lingkungan sekitar kandang juga semakin bersih dan sehat.

 

Media