Loading...
idarzh-CNenhi

Menilai Kelayakan Investasi Sapi Perah Hissar

Pada jaman dahulu, banyak peternak yang melakukan investasi sapi perah Hissar, yaitu jenis sapi perah keturunan Zebu, sebuah wilayah di Punjab India, yang didatangkan ke Indonesia.

Ciri umum Sapi Hissar:

  • Warna tubuh dan kepala sapi betina umumnya didominasi putih, sedangkan sapi jantan berwarna keabuan.
  • Bentuk tubuh besar dan bergelambir.
  • Bertanduk (tanduk pada sapi betina ukurannya lebih panjang).
  • Lama laktasi 6-7 bulan.
  • Tingkat kesuburan tinggi dengan daya adaptasi sangat baik.

Yang mendatangkannya adalah beberapa peternak sapi dari Jawa Timur (swasta). Ikut bersama sapi Hissar, dimasukkan juga beberapa jenis sapi Zebu lainnya, seperti Mysore, Ongol, Gujarat dan Gir.

Impor ini pertama kali dilakukan pada tahun 1812 dengan jumlah sapi Hissar sebanyak 50 ekor. Sapi-sapi ini kemudian ditempatkan di peternakan sapi Taman Pembibitan Ternak Pcorotan Karanganyar untuk kemudian dikawinsilangkan dengan sapi lokal jenis Jawa.

Setelah dilakukan kawin silang antara sapi Zebu dan sapi Jawa, dihasilkanlah keturunan sapi perah peranakan dengan postur dan ukuran tubuh lebih besar dari sapi Jawa itu sendiri. Meski sudah cukup berhasil, impor sapi Zebu masih terus dilakukan para peternak Jawa Timur hingga tahun 1897, sebelum akhirnya dihentikan setelah wabah pes ternak menjangkiti India.

Beberapa waktu kemudian, impor sapi kembali digalakkan (kali ini oleh pemerintah Hindia Belanda), sebagai investasi sapi perah untuk memenuhi kebutuhan susu segar bagi warga Eropa yang bekerja di perkebunan-perkebunan milik Belanda. Ternak Sapi jenis Hissar ini lalu banyak dipelihara di Medan, Deli Serdang, Langkat, Karo, dan Simalungun oleh orang India yang dianggap sudah paham betul dengan perawatan sapi ini.

Sayangnya, sejak pertama kali didatangkan, sapi Hissar tidak menunjukkan perkembangan yang berarti. Akhirnya, pemerintah Hindia Belanda menetapkan beberapa wilayah investasi sapi perah Hissar untuk pengembangan secara intensif, yaitu  di Nusantara, hanya di Jawa, Sumatera, dan Sumbawa.

Dari ketiga pulau tersebut, hanya di Pulau Sumbawa lah sapi perah Hissar menunjukkan perkembangan yang sangat baik. Karenanya sejak tahun 1999 pemerintah mendapuk Desa Penyaring, Kecamatan Moyo Utara, Kabupaten Sumbawa, sebagai kawasan resmi pengembangan sapi Hissar nasional. Sejak saat itulah sapi ini kemudian dinamakan sapi Hissar Sumbawa.

Meski dikembangkan secara intensif, sapi Hissar tidak mampu menghasilkan susu sebanyak sapi perah jenis Fries Holland (bahkan hanya bisa menghasilkan 3 liter per hari), hal ini umumnya disebabkan oleh:

  • Faktor genetik atau keturunan
  • Sapi Hissar adalah sapi dengan beragam peran, baik sebagai sapi perah, sapi pedaging, maupun sapi pekerja.

Akibatnya, tak banyak peternak yang tertarik untuk menanam investasi sapi perah Hissar.

 

Demikian penjelasan singkat mengenai asal-usul sapi perah jenis Hissar. Semoga semakin menambah pengetahuan Anda mengenai mamalia yang satu ini, ya!

Susu Murni Tahan Berapa Hari Di Kulkas?

Pernahkah anda mengalami kejadian susu sapi yang menjadi basi padahal sudah anda simpan ? Jika iya, mungkin ada yang salah dengan teknik dan cara menyimpan anda. Susu merupakan sebuah produk dari sapi yang sangat bergizi namun, susu sapi memang memiliki sifat yang mudah sekali rusak oleh sebab itu harus benar-benar diperlakukan dengan tepat.

Sapi Perah Bunting Harus Minum Air Putih Dengan Jumlah Yang Cukup

Walaupun air yang terkandung dalam hijauan yang dikonsumsi bisa mencapai 80% dari total beratnya, namun belum cukup memenuhi kebutuhan air bagi sapi perah bunting. Oleh karena itu tugas anda sebagai peternak adalah menyediakan pasokan air untuk minum sapi selalu tersedia.

Cara Mengolah Daging Sapi Yang Benar Itu Jangan Dicuci Dahulu Jika Tidak Langsung Diolah

Cara mengolah daging sapi memang sangat beragam, mulai dari pemilihan daging sapi, pembersihan daging, hingga bagaimana cara untuk memasak daging sapi yang baik dan benar. Yang mungkin sedikit membingungkan adalah cara membersihkan daging sapi.
  • Ngopi Bareng Peternak Sapi Indonesia 2019 Ngopi Bareng Peternak Sapi Indonesia 2019
    Tak terasa kita sudah di penghujung tahun 2019. Bagaimana, masih punya semangat untuk bisnis sapi? Atau sudah mengambil keputusan untuk beralih pada bidang usaha lain? Bagi yang sudah cukup lama menekuni bidang usaha ini, sepertinya sulit untuk meninggalkannya begitu saja. Bisnis sapi sudah seperti "way of life", alias jalan hidup, karena banyak sekali suka dan duka yang dialami yang menjadikan kita seperti sekarang ini.  
    Read more...