Loading...
idarzh-CNenhi

Sapi Perah Bunting Harus Minum Air Putih Dengan Jumlah Yang Cukup

Walaupun air yang terkandung dalam hijauan yang dikonsumsi bisa mencapai  80% dari total beratnya, namun belum cukup memenuhi kebutuhan air bagi sapi perah bunting.  Oleh karena itu tugas anda sebagai peternak adalah menyediakan pasokan air untuk minum sapi selalu tersedia.

Terlebih lagi untuk sapi yang menyusui, sebab susu sapi yang dihasilkan mengandung 87% air dan sisanya adalah bahan kering. Menurut Sudono, untuk memperoleh satu liter susu dalam sehari, sapi perah perlu minum air putih sebanyak 3,5-4 liter.

Kecukupan air, juga berpengaruh pada kondisi anak sapi atau pedet yang akan dilahirkan oleh sapi bunting, yang jumlahnya dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:

  • Ukuran sapi
  • Kelembapan udara
  • Kandungan air dalam pakan
  • Suhu lingkungan.

 

Faktor lain yang harus diperhatikan pada sapi perah bunting adalah cukup gerak, jadi peternak harus rajin membawanya berjalan-jalan dan melepasnya di padang rumput.

Manfaat banyak bergerak bagi sapi bunting yaitu untuk membuat peredaran darah lancar, sehingga anak dalam kandungan sapi sehat, mempermudah proses melahirkan, dan mencegah plasenta yang tidak terlepas lebih dari 12 jam, yang mengakibatkan induk mengalami retensio sekundinarum.

Retensio sekundinarum merupakan suatu proses kompleks dari berkurangnya suplai darah kemudian diikuti oleh penciutan struktur plasenta maternal dan fetal, perubahan-perubahan degeneratif, dan meningkatnya kontraksi uterus.

Cara merawat sapi bunting selain diberi minum air putih yang cukup, juga harus memperhatikan pakannya. Pakan sangat dibutuhkan oleh hewan ternak supaya dapat terus bertahan hidup, sumber tenaga, serta meningkatkan produktivitas sapi perah.

Pastikan pakan yang Anda berikan mengandung nutrisi seimbang dan berkualitas prima. Pakan yang kaya nutrisi akan menunjang pertumbuhan, kesehatan, serta reproduksi sapi perah. Pakan yang dikonsumsi, harus dapat memenuhi beberapa kebutuhan berikut ini.

  • Kebutuhan Pokok; yaitu kebutuhan pakan yang harus diberikan setiap hari agar keseimbangan dan kesehatan sapi terjaga. Pakan harus dapat memenuhi kebutuhan gizi hariannya. Kebutuhan hidup pokok ini tergantung pada berat badan sapi.
  • Kebutuhan Pertumbuhan; merupakan kebutuhan pakan yang diperlukan ternak untuk menambah bobot tubuh serta pembentukan jaringan tubuh.
  • Kebutuhan Reproduksi; ialah makanan sapi perah yang dibutuhkan guna menunjang proses reproduksi, misalnya sapi tengah bunting.

 

Sedangkan jenis pakan yang diberikan dapat berupa:

  1. Makanan Kasar; Contohnya adalah rumput, daun-daunan, sisa-sisa panen.
  2. Makanan Tambahan dan Konsentrat; berupa vitamin dan obat-obatan (obat cacing, antibiotik, antitoksin, dan sejenisnya). Konsentrat adalah kombinasi berbagai jenis bahan pakan, seperti hasil pertanian (kedelai, jagung, kacang hijau) serta sisa industri pertanian (limbah) seperti dedak, bungkil, ampas tahu, dan sebagainya.

 

Mengenai kebutuhan pakan, juga ada perbedaan antara sapi bunting muda dengan sapi bunting tua sebagai berikut:

Untuk sapi bunting muda dengan umur kandungan 3-6 bulan, Anda harus memberikan pakan konsentrat atau pakan pelengkap yang terdiri dari beberapa campuran bahan seperti dedak, bekatul, biji-bijian, jagung giling, bungkil kelapa, dan sejenisnya minimal 3 kg per hari. Pakan hijauan yang segar juga harus diberikan sebanyak 5 kg per hari untuk seekor sapi bunting.  

Ketika sapi memasuki usia bunting tua yaitu kandungan berumur 6-9 bulan. Perlakuan utama adalah memindahkan ke tempat yang lebih lapang dan tali pengikatnya pun harus dilonggarkan sebagai latihan sebelum memasuki proses melahirkan. Kemudian diberik pakan konsentrat berkualitas, minimal 4 kg per hari, ditambah dengan pakan hijauan segar 5 kg per hari.

 

Menyiapkan makanan yang bergizi dan memenuhi kebutuhan minum air putih, merupakan satu cara agar kesehatan sapi perah bunting terus terjaga.

Cara Mengolah Daging Sapi Yang Benar Itu Jangan Dicuci Dahulu Jika Tidak Langsung Diolah

Cara mengolah daging sapi memang sangat beragam, mulai dari pemilihan daging sapi, pembersihan daging, hingga bagaimana cara untuk memasak daging sapi yang baik dan benar. Yang mungkin sedikit membingungkan adalah cara membersihkan daging sapi.

Cara Merawat Bayi Sapi (Pedet) Sebelum Dan Sesudah Kelahiran

Peternak harus memiliki kemampuan merawat bayi sapi (pedet) mulai dari kandungan hingga proses kelahiran. Karena, tingkat kematian anak sapi perah (pedet) cukup tinggi, bisa mencapai 10% dari jumlah kelahirannya dalam setahun. Jumlah ini bisa saja meningkat atau menurun. Semuanya tergantung dari kemampuan peternak sapi perah dalam memberikan perlakuan terbaik kepada pedet, mulai dari kandungan hingga kemudan lahir.

Apa Saja Kelebihan dan Kekurangan Konstruksi Bangunan Kandang Sapi Perah Tradisional?

Kandang sangat dibutuhkan untuk melindungi sapi perah dari beraneka macam gangguan serta keadaan lingkungan yang kurang menguntungkan. Sebelum memulai beternak, Anda harus mempersiapkan konstruksi bangunan kandang sapi dengan matang. Menurut Williamson dan Payne, kandang sapi perah ada dua jenis, yaitu kandang sapi konvensional dan kandang sapi bebas
  • Ngopi Bareng Peternak Sapi Indonesia 2019 Ngopi Bareng Peternak Sapi Indonesia 2019
    Tak terasa kita sudah di penghujung tahun 2019. Bagaimana, masih punya semangat untuk bisnis sapi? Atau sudah mengambil keputusan untuk beralih pada bidang usaha lain? Bagi yang sudah cukup lama menekuni bidang usaha ini, sepertinya sulit untuk meninggalkannya begitu saja. Bisnis sapi sudah seperti "way of life", alias jalan hidup, karena banyak sekali suka dan duka yang dialami yang menjadikan kita seperti sekarang ini.  
    Read more...