idarzh-CNenhi

Tentang Pakan Ruminansia Untuk Sapi Perah Jantan, Apa Yang Paling Cocok?

Sapi perah jantan memiliki nafsu makan tinggi dan juga tumbuh dengan cepat dan lebih besar, oleh sebab itu jenis pakan ruminansia yang diberikan juga berbeda dengan sapi perah betina

Secara umum, cara ternak sapi perah jantan memang berbeda dengan sapi perah betina yang menghasilkan susu. Perbedaan ini terletak pada kandungan nutrisi pada pakan ruminansia yang diberikan dan juga metode pemberian makannya.

Saat pedet masih berusia kurang dari enam bulan, jantan dan betina dari hewan sapi ini masih dijadikan satu. Setelah itu, jantan akan dipisah karena memiliki nafsu makan tinggi dan juga tumbuh dengan lebih besar.

Sapi perah jantan yang dipisahkan ini nanti akan dibagi lagi menjadi beberapa jenis. Pertama akan dipelihara sebagai jantan, dikebiri lalu dibesarkan dalam kurun waktu tertentu untuk disembelih, dan dipelihara lebih dari satu tahun untuk mendapatkan keuntungan ekonomi yang lebih banyak.

Untuk metode pakan dan minum dari sapi perah jantan selengkapnya bisa Anda simak di bawah ini.

 

1. Sapi Jantan untuk Keperluan Pembibitan 

Dalam pemeliharaan sapi perah, tidak semua jantan akan digunakan sebagai pejantan yang akan membuahi banyak betina. Peternak hanya akan memilih satu sapi perah jantan yang benar-benar memiliki tingkat kesehatan tinggi dan menghasilkan banyak sekali sperma yang bisa digunakan untuk pembuahan. Biasanya satu pejantan bisa membuahi hingga 70 betina setiap tahunnya. Bahkan untuk metode inseminasi buatan, seekor pejantan bisa membuahi lebih dari 10.000 betina.

Setelah pedet jantan dipisah dari betina di usia 6 bulan, pemberian jenis pakan ruminansia yang berimbang perlu dilakukan. Pada tahap ini nutrisi akan diperbanyak untuk menyempurnakan perkembangan organ kelamin jantan pada sapi. Biasanya makanan yang diberikan berupa konsentrat dengan 12 persen protein kasar serta makanan hijau dari daun atau rumput yang memiliki kualitas yang baik.

Saat pejantan berusia 11 bulan, mereka akan mulai dikawinkan sebanyak dua kali sebulan. Jika dalam proses ini kemampuan pembuahannya sangat rendah, maka sapi ini akan dikebiri dan digunakan sebagai sapi penghasil daging.

 

 

2. Sapi Jantan Untuk Keperluan Veal Calves

Seperti yang telah dikatakan sebelumnya, tidak semua pedet jantan akan digunakan sebagai pejantan. Banyak dari pedet sengaja diberi pakan ruminansia yang banyak dan digunakan sebagai Veal Calves atau sapi yang dipanen dagingnya di usia muda. Biasanya saat sapi perah berusia 8-12 bulan, mereka akan mengalami penyeleksian apakah bisa digunakan sebagai pejantan atau tidak. Jika dalam seleksi sapi tidak lolos mereka akan dijadikan Veal Calves.

Pedet jantan dengan kriteria ini akan langsung diberi asupan nutrisi yang cukup banyak. Susu yang diberikan biasanya sekitar 10 persen dari berat badannya. Untuk tambahan, pedet jantan akan diberi pakan ruminansia kering sekitar 0,7 kilogram per kilogram berat badannya. Semakin cepat pedet ini membesar semakin cepat pula penjualannya bisa dilakukan.

 

3. Sapi Jantan Untuk Keperluan Yearling Steer dan Dairy Beef

Tidak semua pedet yang masuk dalam kategori Veal Calves akan disembelih atau dijual saat itu juga. Ada beberapa pedet yang dibiarkan besar selama satu tahun untuk keperluan ekonomis. Biasanya pedet jantan itu akan diberi pakan ruminansia berupa konsentrat sekitar  1-1,5 kilogram dan pakan hijauan setiap harinya, baru dijual dengan harga yang lebih tinggi.

Yearling Steer (sapi jantan yang dibesarkan untuk diambil dagingnya) yang memiliki potensi, akan terus dipelihara hingga memiliki bobot 500 kilogram. Sapi perah jantan yang seperti ini disebut dengan Dairy Beef. Sapi ini jika diberi pakan ruminansia yang berkualitas baik, dapat menghasilkan daging yang banyak.

 

Demikianlah uraian singkat tentang beternak sapi perah jantan khususnya tentang pakan ruminansia yang harus diberikan sesuai dengan tujuan pemeliharaannya. Semoga bisa memberikan tambahan informasi.

Semua Tentang Sapi