Jangan Jadikan Budidaya Ternak Sapi Limosin Sebagai Usaha Sampingan!

Sapi Limosin adalah sapi yang banyak dikembangkan di kawasan Australia. Bentuknya yang besar, panjang, dan berdaging membuat sapi ini digandrungi para peternak dunia sebagai inti usaha, bukan usaha sampingan. Di Indonesia sendiri, sapi limosin banyak diternakkan di berbagai daerah untuk mencukupi kebutuhan daging dalam negeri yang terus meningkat setiap tahunnya. Untuk informasi lengkap tentang cara ternak sapi Limosin, perhatikan ulasan di bawah ini.

 

 

Karakteristik Sapi Limosin

Saat dewasa dan berkembang dengan sempurna, sapi Limosin memiliki tinggi mencapai 1,5 meter.

Bulu dari sapi ini berwarna cokelat tebal dan merata di seluruh tubuh kecuali bagian perut yang cenderung putih. Pada jenis-jenis tertentu terutama persilangan, sapi limosin bisa berwarna lebih cerah seperti kuning atau cokelat muda.

Tanduk dari sapi limosin berwarna cerah serta tidak terlalu besar dan panjang. Sapi limosin tidak memiliki punuk dan tubuhnya memanjang ke belakang.

Dengan perawatan maksimal, sapi limosin betina bisa mencapai bobot 500kg lebih sedangkan sapi jantan bisa mencapai 1.100kg. Cukup potensial untuk dibudidayakan secara serius, bukan sekedar usaha sampingan.

 


Pemilihan Bibit Sapi Limosin

Pemilihan bibit yang tepat akan menentukan apakah peternak akan untung atau rugi. Sama halnya dengan jenis sapi yang lain, memilih bibit sapi Limosin bisa dibilang gampang-gampang susah. Calon peternak sapi Limosin yang akan menggemukkan sapi ini harus pandai melihat ciri fisik secara detail agar tidak terjadi kesalahan.

Sapi limosin yang akan dikembangkan menjadi indukan harus sehat dan organ reproduksinya berfungsi dengan sempurna. Indukan sapi Limosin yang sehat akan menghasikkan bibit yang unggul.

 


Kandang dan Pakan Sapi Limosin

Sapi limosin membutuhkan kandang yang tepat dalam masa penggemukan. Kandang sapi limosin yang tepat biasanya memiliki dinding terbuka, atap agak tinggi, dan memiliki suhu sekitar 38°C. Kandang harus memiliki tempat pakan dan minum yang dibuat dari tembok atau kayu yang tidak melukai sapi saat makan.

Tempat pakan pada kandang juga harus dibuat dengan rapi untuk menghindari ceceran makanan. Kandang juga wajib dibersihkan setiap hari dari kotoran dan urine sapi. Kandang yang kotor akan membuat sapi tidak sehat dan pertumbuhannya jadi terganggu.

Pakan dari sapi limosin bisa dikelompokkan menjadi dua. Pertama pakan berserat seperti rumput hijau, atau jenis-jenis jerami. Selanjutnya pakan konsentrat yang berasal dari biji-bijian, limbah tahu, dan juga beberapa makanan tambahan yang miliki kandungan gizi tinggi.

 

 


Vaksinasi dan Perawatan

Vaksinasi perlu diberikan untuk mencegah adanya cacing di dalam tubuh sapi. Pembersihan kandang setiap hari akan menghindarkan sapi dari penyakit yang berbahaya. Untuk menunjang kesehatan sapi, disarankan untuk memandikan sapi 2 hari sekali.

 

 


Keistimewaan Sapi Limosin

Sapi Limosin Super sangat mudah tumbuh dengan perawatan maksimal. Dalam tempo 6-12 bulan saja, anak sapi bisa dijual kembali dengan bobot yang sangat besar. Memelihara sapi limosin cocok bagi peternak yang ingin mendapatkan keuntungan besar dengan cepat. Oleh sebab itu sangat disayangkan apabila anda memiliki bibit sapi limosin namun hanya dibudidayakan sebagai usaha sampingan.


Demikianlah uraian singkat tentang cara beternak sapi Limosin. Semoga bisa dijadikan rujukan untuk usaha peternakan Anda.