Loading...
iden

Membandingkan Harga Sapi Limosin dan Simental

Di Indonesia dikenal banyak jenis sapi, mulai dari sapi kupang, sapi Madura, sapi Bali , sapi Brahman , sapi Simental hingga yang paling bongsor adalah sapi Limosin. Masing-masing sapi memiliki karakteristik berbeda dan tentu saja, harganya pun juga berbeda. Dua sapi yang disebut belakangan, yaitu simental dan limosin termasuk sapi primadona. Tubuhnya yang gempal dan bongsor menjadikan kedua jenis sapi itu ‘menggoda’ di mata para pemburu hewan kurban atau pun untuk disembelih diambil dagingnya.

Namun, mengingat ukurannya yang jauh lebih gede daripada sapi-sapi lokal, kedua jenis sapi itu harganya pun lebih tinggi. Berapa sebenarnya harga rata-rata kedua sapi unggulan itu? Menjawab penasaran Anda, kali ini duniasapi.com akan membandingkan harga sapi simental dan limosin. Sebelum masuk lebih jauh tentang perbandingan harganya, ada baiknya kita berkenalan terlebih dahulu dengan kedua jenis sapi tersebut.

 

Sapi simental

Sapi simental merupakan jenis sapi yang paling banyak dijumpai di daratan Eropa. Jenis sapi yang berasal dari Switzerland ini juga populer di banyak negara lain, seperti Perancis , Jerman dan Australia. Sapi ini pun dikembangkan di Indonesia. Meski demikian, sapi simental yang ada di Tanah Air merupakan hasil persilangan dengan sapi lokal. Meski demikian, ciri  mendasar seperti pada sapi mental simental murni tetap terlihat. Ciri tersebut antara lain, kekar beroto dengan warna bulu coklat agak merah. Mukanya berwarna putih, demikian juga dengan lutut dan ekornya yang berwarna senada.

Rata-rata bobot sapi simental jantal dewasa bisa menembus 1,4 ton, sedang betina dewasa bisa mencapai 600 hingga 800 kg. Pertambahan berat badannya pun termasuk cepat, mencapai 1,5 hingag 2,1 kg per hari, sehingga sapi simental sangat dijadikan sapi pedaging unggulan.

 

Sapi Limosin

Sapi limosin aslinya berasal dari Perancis. Jenis sapi ini memiliki ciri dasar bulu berwarna coklat tua dan bertanduk. Selain itu, karakteristik yang paling menonjol dari jenis sapi ini adalah tubuhnya yang tinggi besar. Bagaimana tidak, tinggi sapi ini bisa mencapai 1,5 meter dan bobotnya rata-rata di atas 1 ton. Sangat besar bukan?! Di Indonesia sendiri, sapi ini dikembangkan sebagai sapi pedaging dan juga untuk memenuhi kebutuhan hewan kurban saat Idul Adha.

 

Harga Sapi Limosin dan Simental

Dengan mengetahui perbedaan keduanya, baik asal-usul, ciri dan bobotnya, sudah bisa ditebak bahwa harga sapi simental lebih murah daripada sapi limosin.

Untuk bakalan limosin harganya pun terbilang sudah tinggi. Untuk umur, 5 sampau 6 bulan saja sudah menembus hampir Rp 15 juta. Harga sapi limosin berusia 6 sampai 8 bulan pun sudah mendekati Rp 20 juta. Oleh karena itu, jangan heran jika satu ekor limosin bisa dijual seharga mobil second yang mencapai puluhan juta rupiah. Bagaimana bikin geleng-geleng kepala bukan harga sapinya?

Tak mengherankan jika jelang Idul Adha sapi limosn menjadi pilihan kalangan berada untuk dijadikan hewan kurban, mengingat harganya yang selangit. Presiden Joko Widodo pun memilih hewan kurban sapi jenis limosin pada Idul Adha tahun ini.

Sementara itu, sapi simental dijual dengan harga Rp 10-an juta untuk yang merupakan bakalan. Untuk sapi simental telah dewasa rata-rata dijual dengan harga Rp 18 jutaan hingga Rp 20-an juta, bergantung pada bobot dan kualitasnya.

Menilik harga jualnya yang menggiurkan, terlebih saat jelang Idul Adha, akankah Anda melirik bisnis mengembangkan sapi simental dan sapi limosin ini?

Nyamuk Sapi Adalah Penyebab Demam Tiga Hari

Collicoides sp. adalah jenis nyamuk sapi (nyamuk pengisap darah sapi) yang terinveksi virus Rhabdovirus, kemudian menggigit sapi dan menularkan penyakit demam tiga hari. Ya, umumnya jangka waktu terserangnya penyakit ini tidak lebih dari tiga hari dan dapat sembuh dengan cepat jika tidak ada komplikasi. Kendati demikian, pada ternak penjantan penyakit ini dapat berlangsung hingga lima bulan.

Tentang Pakan Ruminansia Untuk Sapi Perah Jantan, Apa Yang Paling Cocok?

Sapi perah jantan memiliki nafsu makan tinggi dan juga tumbuh dengan cepat dan lebih besar, oleh sebab itu jenis pakan ruminansia yang diberikan juga berbeda dengan sapi perah betina

Tips Belajar Mengolah Daging Sapi agar Empuk dalam Waktu yang Singkat

Berbicara mengenai tips belajar mengolah daging sapi adalah hal yang sangat menarik. Memasak daging sapi agar empuk umumnya dilakukan dengan cara merebusnya dalam waktu yang lama. Hal ini mungkin tak masalah bagi anda yang memiliki banyak waktu di rumah.

How Protecting Your Beef Cattle Australia to the Veterinary Clinic Routinely Can Save Your Business

Yes, checking your beef cattle Australia to the Health Care Clinic is Important for Your Livelihood. Every cow should be regularly examined in cattle veterinary clinic. It's a place where you will learn so many things on the care of the beef cattle. According to health recommendation for cattle, you do not have to wait until they are severely sick to go to the clinic. In order to keep them healthy and fit, you need to schedule your time to get valuable advice from the veterinarian.