Apakah Memungkinkan Memulai Usaha Dengan Modal Kecil di Bidang Peternakan Sapi Potong?

Beternak sapi potong merupakan salah satu pilihan usaha yang cukup menjanjikan. Bagi Anda yang berencana memulai usaha dengan modal kecil, alangkah baiknya untuk membekali diri terlebih dahulu dengan berbagai pengetahuan yang berkaitan dengan tata laksana pemeliharaannya.

Berikut ini adalah hal-hal yang harus dipersiapkan untuk memulai usaha peternakan sapi potong atau penggemukan sapi.

 

1. Lahan

Pilihlah lahan yang tepat, agar anda bisa memulai usaha dengan modal kecil. Salah memilih lahan berakibat fatal, karena pada akhirnya berhubungan dengan pengeluaran yang tak terduga. Yang pertama harus dilakukan adalah mencari lokasi yang jauh dari permukiman penduduk. Dalam proses pemeliharaannya, peternakan sapi menghasilkan kotoran dalam jumlah besar, yang jika tidak ditangani dengan baik, bisa menimbulkan bau dan mengganggu masyarakat sekitar. Akibatnya ada biaya yang harus dikeluarkan untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Carilah lahan peternakan yang memiliki sumber air bersih yang cukup dan mudah didapat (seperti sungai, danau atau mata air), sehingga tidak memerlukan biaya besar karena harus menggunakan pompa listrik atau peralatan lain untuk mengambilnya.

Jika memungkinkan pilih lokasi yang tidak terlalu jauh dari jalan. Hal ini berkaitan dengan biaya untuk akses pemeliharaan dan proses pendistribusiannya.

 

2. Kandang dan Saluran Sanitasi

Siapkan kandang yang dapat menunjang pertumbuhan dan kesehatan sapi, yaitu yang tepat ukurannya, cukup sinar matahari, dan memiliki sirkulasi udara yang baik. Konsep yang umum dibuat adalah kandang terbuka sebagian dan beratap.

Untuk hasil yang lebih optimal, tempatkan sapi secara terpisah satu sama lain dengan membuat sekat masing-masing berukuran 2x1,5 meter. Hal ini bisa membantu optimalisasi penggemukan sapi, karena sapi tidak perlu berkompetisi dalam mendapatkan pakan, serta tidak kehabisan energi karena banyak berjalan-jalan, seperti jika ditempatkan di kandang kelompok.

Untuk menjaga kebersihan dan kesehatan sapi, siapkan saluran pembuangan untuk memudahkan mengalirkan air saat membersihkan kandang dan memandikan sapi. Jangan lupa untuk menyiapkan lubang galian untuk mengumpulkan kotoran sapi. Dengan cara ini Anda bisa membuat pupuk kandang sebagai pendapatan tambahan.

 

 

3. Pakan

Pakan rata-rata yang dibutuhkan seekor sapi adalah sebesar 2,5% dari bobot tubuhnya.  Alangkah baiknya jika untuk pakan bisa diambil diseputaran lokasi kandang. Artinya, anda dapat memulai usaha dengan modal kecil, karena tidak memerlukan biaya untuk mengangkut pakan. Berikut adalah jenis pakan yang biasa diberikan untuk penggemukan sapi:

  • Pakan hijauan atau pakan alami, yaitu pakan dengan kelompok serat kasar seperti jerami padi, alang-alang, daun tebu, atau daun jagung, serta kelompok serat berkualitas tinggi seperti rumput gajah dan rumput kolonjono.
  • Pakan konsentrat, bisa berupa konsentrat buatan pabrik atau konsentrat alami seperti bekatul, ampas tahu, ampas tebu, ampas bir, atau kulit nanas.

Berdasarkan hasil penelitian, pemberian pakan hijauan saja tidak cukup cepat untuk mendongkrak bobot sapi potong/sapi daging. Untuk itu perlu ditambah konsentrat agar proses penggemukannya bisa lebih cepat.

Berikan pakan konsentrat 2x sehari (pagi dan sore). Agar lebih efektif untuk proses pencernaannya, berikan konsentrat lebih dulu sebelum pakan hijauan. Hal ini berguna agar mikroba rumen yang ada di organ cerna sapi lebih siap dan aktif mencerna pakan hijauan yang seratnya lebih kasar.

 

 

4. Pengendalian Penyakit

Risiko yang paling sering muncul dalam bisnis peternakan adalah wabah penyakit yang menyebabkan kematian. Ada beberapa cara untuk menghindari dan mencegahnya, yang pasti akan lebih ringan dalam hal biaya, daripada harus mengobati sapi yang sakit. Dibawah ini adalah beberapa perlakuan pada sapi di kandang sehubungan dengan hal tersebut yaitu:

  • Mengondisikan kandang agar mendapatkan sinar matahari dan sirkulasi udara yang cukup untuk meminimalisasi perkembangbiakan jamur dan sumber penyakit lainnya.
  • Menjaga kebersihan kandang, pakan, dan air minum.
  • Memberikan vaksin, vitamin, dan obat cacing.
  • Melakukan karantina dan penanganan khusus jika ada salah satu sapi yang terindikasi sakit untuk menghindari penyebaran/penularan.

 

Demikian ulasan singkat mengenai persiapan untuk memulai usaha dengan modal kecil di bidang peternakan sapi.  Untuk pengetahuan dasar tentang cara mengelola usaha budidaya sapi, sila KLIK DISINI.

Semoga bermanfaat!

Kumpulan Ilmu Pengetahuan & Teknologi Untuk Peternak Sapi

Produk

Culture

marosok

"Marosok" Sumatera Barat: A Unique Transaction System in West Sumatra, Indonesia

What is Marosok Sumatera Barat? - A Special tradition in doing a transaction called marosok in West Sumatra is a unique way of transaction. The word marosok can be described as an activity of touching, feeling and holding something without seeing it but just trying to feel it using the brain and the feeling.

The tribe of Minangkabau is one of Indonesia’s ethnics which is famous for the ability of doing transaction. It is believed that they inherit the ability of their ancestors from the Melayu kingdoms where the people liked to trade. One of unique tradition is marosok Sumatera Barat, a technique of trading used in trading especially for the livestock such as cows or bulls.


Read More...