TRANSLATE

Mesin ATM , Solusi Bagi Produsen dan Konsumen Susu Sapi

Para peternak sapi di Nairobi banyak yang dieksploitasi oleh calo, yang membeli susu dengan harga sangat murah. Padahal. Para peternak sapi perah ini sudah bekerja cukup keras, mulai dengan membersihkan kandang sapi dan memberi makan sapi-sapinya, kemudian memerah secara manual, disaring, dipasteurisasi, dituangkan ke dalam botol susu besar dan siap untuk dikirim.

Konsumen juga dirugikan, karena harga susu sapi menjadi lebih mahal. Tapi sejak tersedia banyak mesin penjual otomatis jenis baru yang dapat mendistribusikan susu, peternak sapi perah dapat menghasilkan keuntungan lebih besar, dan konsumen bisa mendapatkan susu sapi lebih  mudah dan lebih murah. Meskipun kondisi higienis susu tersebut masih menimbulkan pertanyaan.

Mesin Penjual Otomatis memang mulai marak  di seluruh Kenya. Warga memilih untuk membeli susu dari mesin yang mereka sebut ATM itu karena harga produk yang ditawarkan lebih murah. Pemilik toko memilih menggunakan ATM karena mesin itu sangat praktis, mudah digunakan, dirawat dan menggunakan daya listrik yang relatif kecil.  ATM itu digunakan oleh para pemilik toko untuk menjual berbagai macam produk mulai dari susu sapi, minyak goreng hingga air.

Peternak sapi perah cukup menjual susu tersebut kepada pengecer yang akan mengirimkannya ke toko pemilik  ATM,  untuk disimpan dalam sebuah mesin pendingin di belakang mesin ATM yang dikunci, untuk menghindari pencurian dan menjaga kesegarannya. Bahkan pelanggan dapat langsung meminumnya. Susu sapi ini dapat dibeli oleh konsumen melalui ATM  dengan harga 10 sen.

Meski  demikian, produk susu sapi  dalam mesin ATM itu ditengarai dapat menimbulkan risiko kesehatan. Hal disebabkan karena kondisi higienis botol susu sapi mulai dari saat dikumpulkan, dikirim dan dijual, belum memenuhi standar kesehatan yang dikeluarkan Dewan Peternakan Kenya. Demikian yang diungkapkan oleh Martin Njagi, petugas penjamin mutu di koperasi peternak Limuru Dairy.

Michael Njuguna, direktur Neema Technologies Ltd, perusahaan yang membuat mesin ATM susu tersebut mengatakan, banyak peternak sapi di Kenya, yang belum menerapkan material sesuai standar kesehatan makanan. Mereka hanya menggunakan wadah plastik, sehingga tidak dapat menjamin bahwa yang susu sapi  dijual di ATM itu higienis. Para peternak juga belum  membersihkan wadah susu sapinya dengan baik, misalnya dengan menggunakan air panas dan deterjen.

Perusahaan Njuguna memproduksi mesin ATM yang dengan biaya sekitar $600-$700 dan menjualnya seharga $950. Terlepas dari kenyamanan yang disediakan mesin ATM bagi peternak sapi perah, penjual dan pelanggan, higienis susu sapi yang dijual  perlu diperhatikan.