Memilih Model Kandang Sapi Perah Yang Cocok Dengan Temperatur Udara Indonesia

Tata laksana kandang adalah salah satu faktor produksi yang penting namun belum mendapat perhatian dalam usaha peternakan sapi perah. Salah satunya adalah konstruksi kandang yang belum sesuai dengan standar teknis dan kondisi alam seperti temperatur udara, membuat produktivitas ternak kurang maksimal. Faktor lain adalah penggunaan tenaga kerja yang tidak efisien, dan berdampak pada lingkungan sekitar.

Yang paling utama dari kelayakan kandang adalah kenyamanan dan kesehatan bagi ternak itu sendiri. Secara umum, konstruksi kandang harus kuat dan tahan lama. Hal ini berkaitan dengan keselamatan hewan ternak sekaligus jaminan keberlangsungan peternakan.

Kandang sapi perah juga harus memberikan kenyamanan bagi para pekerja yang terlibat dalam proses produksi. Bentuk dan tipe kandang sebaiknya disesuaikan dengan lokasi berdasarkan karakteristik agro ekosistemnya, antara lain temperatur udara di lokasi kandang.

Hal lain yang perlu diperhatikan dalam menentukan model kandang adalah tujuan pemeliharaan dan kondisi fisiologis ternak.

Standar model kandang sapi berkaitan dengan bentuk dan jenis atap, pengaturan ventilasi, dinding, dan alas/lantai. Dinding kandang yang baik adalah yang bisa dibuka dan ditutup. Pada siang hari dinding dapat dibuka agar terkena cahaya matahari dan sirkulasi udaranya baik. Pada malam hari dinding ditutup agar temperatur udara tidak terlalu dingin. Bangunan kandang di daerah dataran rendah sebaiknya lebih tinggi dari tanah di sekitar kandang.

Di daerah dataran tinggi, kandang harus dibuat lebih tertutup agar temperatur udara di dalam kandang stabil dan hangat. Kandang sapi sebaiknya menjadi lokasi khusus yang memang diperuntukkan untuk kegiatan peternakan. Kandang, kantor, gudang pakan, kandang isolasi sebaiknya berada pada satu area peternakan. Lalu bagaimana model kandang sapi perah yang cocok dengan iklim Indonesia?

Indonesia adalah salah satu negara beriklim tropis. Kebutuhan kandang sapi perah di negara beriklim tropis sebenarnya lebih sederhana dibanding negara beriklim subtropis atau dingin. Di daerah tropis, kandang ternak berfungsi untuk melindungi ternak terhadap temperatur udara pada malam hari, panas terik matahari pada siang hari, dan saat hujan. Temperatur udara dan kelembapan udara di daerah tropis seperti Indonesia pada umumnya tinggi. Hal ini berakibat pada proses penguapan dari tubuh sapi yang cenderung terhambat.

Pada kondisi ini sapi lebih berisiko mengalami cekaman panas. Maka dari itu akan lebih baik jika lokasi kandang berada pada ketinggian di atas 800 meter dari permukaan laut. Model kandang yang sesuai dengan kondisi ini adalah yang atapnya tinggi, bangunannya luas, bahan atap yang tidak menghantarkan panas, dan memiliki ventilasi yang cukup. Daerah tropis juga memiliki curah hujan yang tinggi. Maka dari itu bentuk kandang harus mampu melindungi ternak dari air hujan. 

Tipe kandang yang dapat digunakan di negara tropis adalah kandang terbuka dan tertutup. Masing-masing tipe memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihan kandang terbuka antara lain: biaya pembangunan dan operasional murah, serta tidak tergantung dengan listrik. Kekurangannya perlindungan terhadap penyakit, pengaruh lingkungan, dan predator kurang baik.

Sedangkan kandang tertutup memiliki keuntungan, yakni dapat menciptakan suasana yang nyaman bagi ternak, mengurangi kemungkinan stres pada ternak, dan perlindungan terhadap ternak dari pengaruh lingkungan dan penyakit bisa maksimal. Kekurangan tipe kandang tertutup lebih pada biaya yang harus dikeluarkan, karena pembangunan dan operasionalnya yang mahal.

Kandang tertutup tergantung pada ketersediaan listrik untuk menunjang seluruh sistem di peternakan. Selain itu sistem sanitasi, sirkulasi udara, dan manajemen pemberian pakan atau pemerahan susu juga harus diatur dengan baik.  Peternakan sapi perah di Indonesia pada umumnya masih menggunakan bentuk kandang konvensional.

Di dalam kandang konvensional, sapi perah ditempatkan dalam satu atau dua baris dan biasanya dibatasi oleh penyekat. Dengan alasan keterbatasan lahan, kandang model ini lebih banyak digunakan. Sebaiknya jika menggunakan bentuk konvensional, tidak perlu menggunakan penyekat. Kandang petak dengan sekat akan menyulitkan petugas untuk memerah susu.

Di tag dibawah

Kumpulan Ilmu Pengetahuan & Teknologi Untuk Peternak Sapi

  • Tentang BALITNAK, Lembaga Riset Bidang Peternakan di Indonesia Tentang BALITNAK, Lembaga Riset Bidang Peternakan di Indonesia
    Balai Penelitian Peternakan atau biasa disingkat sebagai Balitnak, adalah sebuah lembaga riset yang bertugas untuk  mencari dan meningkatkan manfaat dari sumberdaya peternakan, menghasilkan dan mendiseminasi  inovasi teknologi, membangun jaringan kerjasama dan pertukaran informasi teknologi, serta meningkatkan kualitas sumberdaya manusia, sarana dan prasarana penunjang kegiatan penelitian peternakan.
    Read more...
  • Terinfeksi Penyakit "BRUCELLOSIS", Sapi Memiliki Resiko Aborsi Terinfeksi Penyakit "BRUCELLOSIS", Sapi Memiliki Resiko Aborsi
    Salah satu jenis penyakit yang menyerang sistem reproduksi pada ternak sapi adalah penyakit Bruscellosis yang dapat menyebabkan aborsi (keguguran) atau keluron. Penyakit ini bersifat menular dan disebabkan oleh bakteri genus Brucella. Brucellosis menyebabkan infeksi pada inang yang terjadi secara persisten seumur hidup dan meningkatkan resiko aborsi.
    Read more...

Produk

Culture

marosok

"Marosok" Sumatera Barat: A Unique Transaction System in West Sumatra, Indonesia

What is Marosok Sumatera Barat? - A Special tradition in doing a transaction called marosok in West Sumatra is a unique way of transaction. The word marosok can be described as an activity of touching, feeling and holding something without seeing it but just trying to feel it using the brain and the feeling.

The tribe of Minangkabau is one of Indonesia’s ethnics which is famous for the ability of doing transaction. It is believed that they inherit the ability of their ancestors from the Melayu kingdoms where the people liked to trade. One of unique tradition is marosok Sumatera Barat, a technique of trading used in trading especially for the livestock such as cows or bulls.


Read More...

Tokoh