idarzh-CNenhi

Nilgai, Sapi Biru Nan Suci dari India

Jenis sapi apa yang anda kenal? Sapi Limousin, Brahma, Simental, atau Sapi Madura? Nama sapi-sapi tersebut sudah cukup familiar di telingan orang Indonesia, terlebih di kalangan peternak dan petani. Namun, pernahkah Anda mendengar tentang Sapi Biru dari India? Seperti apa ya kira-kira sapi biru itu? Dikenal dengan nama Nilgai, nama hewan ini diambil dari perpaduan bahasa Urdu dan Hindi. Nil berarti biru dan Gai berarti sapi. Secara harfiah Nilgai pun disebut sebagai Sapi Biru.

Hewan dengan nama ilmiah Boselaphus tragocamelus ini ternyata adalah satwa yang sudah dikenal lama dalam budaya India. Mereka bahkan sudah mengenal hewan ini sejak 500 tahun Sebelum Masehi (SM). Orang-orang di Negeri Hindustan mengganggap sebagai hewan yang sangat suci. Hewan ini dianggap suci lantaran dipercaya sebagai penjelmaan Prajapati, yaitu Pencipta Tuhan. Hal tersebut termaktub dalam teks kuno bertajuk Aitreya Brahmana yang ada sejak 500-1000 Tahun sebelum Masehi.

Selain itu, Sapi Biru itu juga dianggap sebagai leluhurnya sapi, hewan yang oleh mereka dianggap pemberi kehidupan. Sebagai kendaraan dewa Siwa, sapi pun disucikan oleh masyarakat India. Meski bernama Sapi Biru, nyatanya Nilgai tak berkelir biru. Tubuhnya justru berwarna abu-abu, sedangkan Nilgai betina rata-rata berwarna cokelat. Badan Nilgai memang besar seperti sapi pada umumnya.

Namun, jika ditelisik lebih detil, Nilgai bukan ‘keluarga sapi’, melainkan jenis antelop atau rusa bertubuh besar. Oleh karena tubuhnya yang bongsor, Nilgai masuk kategori antelop dengan ukuran badan terbesar di dunia. Tubuh Nilgai jantan tingginya bisa mencapai 150 cm. Uniknya, ia memiliki tanduk dan janggut layaknya kambing. Sementara Nilgai betina ukurannya lebih kecil dan berwarna cokelat muda.

Seperti dikutip dari Wikipedia, bobot Nilgai jantan rata-rata mencapai 109-288 kilogram dan Nilgai betina rata-rata mencapai 100-213 kilogram. Hidup hewan ini berkelompok. Dalam satu kelompok biasanya terdapat 10-20 ekor. Biasanya dalam satu kelompok, terdapat 3 hingga 4 pejantan. Di alam rimba, para pejantan dominan terkadang terlibat perkelahian dengan saling mengadu kepala agar bisa menjadi pimpinan dalam kelompok tersebut.

Pejantan dominan tersebut bisasanya akan kawin dengan 1 atau lebih betina. Musim kawin dari hewan ini diketahui berlangsung pada bulan Desember hingga Maret dan bisa dilakukan sepanjang tahun. Masa kehamilan Nilgai rata-rata 8,5 bulan. Adapun anaknya biasanya berbobot 5,9 kg. Umumnya induk Nilgai akan melahirkan 1 atau 2 anak saja.

Selain di India, hewan ini juga bisa dijumpai di Nepal dan Pakistan. Hewan ini hidup di kawasan pegunungan. Di India, hewan ini ditemukan di bagian tengah dan utara. Sementara di Pakistan di bagian timur dan di Nepal terlihat di bagian selatan. Di alam aslinya, mereka diketahui mencari makan pada pagi hingga siang hari. Mamalia ini banyak dijumpai di padang-padang rumput di kaki Pegunungan Himalaya.

Meski habitat asli hewan ini berada di sub-benua India, tetapi Nilgai nyatanya juga bisa dijumpai di Indonesia. Hal ini menyusul langkah beberapa taman safari dan kebun binatang di Indonesia yang mendatangkan antelop raksasa tersebut. Anda bisa melihat Nilgai diantaranya di Kebun Binatang Gembira Loka, Yogyakarta, Taman Safari di Cisarua, Prigen, juga di Bali Safari Marine Park di Gianyar, Bali.

Semua Tentang Sapi