Loading...
iden

Kualitas Pakan Yang Diberikan, Menentukan Harga Pedet Jawa Ketika Dijual

Pemberian makan dan minum pada anak sapi jawa adalah sesuatu yang sangat krusial. Salah memberi pakan, akan membuat pertumbuhannya terhambat, risiko kematian dan menurunnya harga pedet jawa ketika dijual. Untuk itulah, sejak pedet lahir di hari pertama manajemen pemberian pakan dan minum harus dipersiapkan dengan baik.

Saat indukan ternak sapi jawa sedang hamil tua, Anda bisa menyiapkan beberapa hal penting terkait pakan dan minum yang tersaji secara di bawah ini. Perhatikan dengan baik-baik setiap langkahnya agar harga pedet jawa yang akan anda jual bisa cukup tinggi.

 

 

1. Pemberian Kolostrum Hari ke-1 hingga ke-4 Pasca Kelahiran

Hari pertama adalah hari yang sangat penting bagi kelangsungan hidup pedet jawa apakah nanti tumbuh sehat, tumbuh cacat, atau bahkan mati beberapa hari pasca dilahirkan. Untuk membuat pedet jawa tumbuh dengan maksimal, sejak hari pertama pasca dilahirkan, pedet jawa harus segera mendapatkan kolostrum dengan menghisap langsung dari ambing indukannya. Sekitar 30 menit pasca dilahirkan kolostrum harus segera didapatkan pedet jawa.

Setelah kolostrum pertama diberikan, pedet jawa bisa diberi kolostrum selanjutnya secara berkala sebanyak 2 liter setiap pemberian per harinya. Di hari ke-2 hingga ke-4, pemberian bisa dilakukan sebanyak 3x dengan banyak satu kali pemberian berkisar 1,5-2 liter. Pemberian kolostrum pada 4 hari pertama ini akan menentukan apakah pedet bisa bertahan atau tidak. Apabila pemberian berjalan lancar, pedet punya kemungkinan hidup sebesar 95 persen, dan harga pedet jawa bisa meningkat.

 

2. Pemberian Kolostrum Hari ke-5 hingga Minggu ke-12

Setelah melewati fase pertama yang sangat krusial dan rawan terjadi kematian, pedet jawa akan terlihat lebih lincah dari sebelumnya. Pada fase ini pedet jawa akan tetap diberi susu dari induk hingga pasca penyapihan datang. Pemberian susu pada pedet biasanya disesuaikan dengan bobot badannya. Untuk pedet sjawa biasanya berkisar 8-10% dari bobot dikalikan satu liter. Misal pedet dengan bobot 50 kilogram akan mendapatkan susu sebanyak 4-5 liter setiap harinya.

Pemberian susu dengan metode ini harus dilakukan hingga pedet jawa berusia 2 bulan atau 8 minggu. Setelah pedet jawa memasuki bulan ketiga, fase penyapihan perlu dilakukan secara bertahap dengan mengurangi jumlah susu yang diberikan dan mulai mengenalkan makanan berupa konsentrat. Proses penyapihan pedet  jawa harus dilakukan dengan baik agar bisa segera mengonsumsi pakan padat jawa untuk mempercepat pertumbuhan badannya.

 

 

3. Pemberian Pakan Awal Pasca Penyapihan

Memasuki minggu ke-8 (bisa juga memasuki awal bulan ke-2) pedet jawa sudah harus diberi pengenalan pada pakan padat seperti calf starter. Pemberian ini digunakan untuk terapi agar pedet jawa tidak terlalu bergantung dengan susu yang berasal dari indukannya. Selain itu, pemberian calf starter juga akan memudahkan proses penyapihan hingga pedet jawa bisa makanan sendiri dan tumbuh menjadi besar.

Penyapihan pada pedet jawa bisa dilakukan setelah hewan ini mampu mengonsumsi 0,5-0,7 kg konsentrat per kilogram berat tubuh setiap hari atau jika bobotnya sudah mencapai 60 kilogram.

 

4. Penetapan Veal Calves pada Pedet Jawa

Hingga usia 8-12 minggu pedet jawa akan diteliti apakah bisa digunakan sebagai pejantan atau betina penghasil anak. Apabila kriteria itu tidak masuk, maka pedet jawa akan dipisah dan digunakan sebagai Veal Calves atau sapi muda yang akan dikonsumsi. Biasanya sapi jenis ini akan mendapatkan pakan yang banyak agar bobotnya naik signifikan sehingga harga pedet jawa juga semakin tinggi.

Demikianlah penjelasan singkat tentang pakan dan minum untuk pedet jawa. Semoga Anda bisa beternak sapi dengan baik dan menghasilkan keuntungan yang berlipat.

Coba Bunyikan Klakson Telolet 4 Corong Di Peternakan Sapi, Apa Yang Akan Terjadi ?

“Om Telolet Om”, istilah ini mendadak tenar di dunia maya. Bahkan pada hari Rabu tanggal 21 Desember 2016 yang lalu, “Om Telolet Om” menjadi trending topik dunia di akun media sosial Twitter. Telolet sejatinya adalah bunyi suara klakson telolet 4 corong yang dipasang pada bis malam. Sedangkan “Om Telolet Om” adalah sebuah kode bagi supir bis untuk membunyikan klakson mobilnya yang berbunyi "Telolet Telolet".

Program Perkawinan Untuk Sapi Perah Friesian Holstein Dara

Sapi perah Friesian Holstein dara, merupakan fase usia sapi perah yang siap untuk dikawinkan. Hal ini sesuai dengan peranan sapi dara pada usaha ternak sapi perah, yakni sebagai calon indukan. Pada saat sapi dara sudah mencapai usia layak dikawinkan, peternak perlu melakukan manajemen perkawinan sapi. Sapi perah dara yang berusia di atas satu tahun dan mendapat pakan yang baik akan memiliki berat badan yang ideal, sehingga secara fisik dapat dikawinkan.

This Food Comes From Milk That is Processed Using Papaya Leaves

If you have a trip to the Province of South Sulawesi, Indonesia, do not forget to try Dangke, the original Indonesian cheese. Cheese has been an important food product for people of Indonesia. The most popular type of cheese comes from European countries, particularly Italia. However, the local cheese called dangke is produced in Enrekang Regency, South Sulawesi.