Hati-hati Dengan Racun Gulma, Bisa Menyebabkan Kematian Pada Sapi Bali

Kematian terjadi sebagai reaksi keracunan tanaman Lantana camara atau kerasi. Tanaman ini sejenis tanaman perdu yang menjadi indikator lahan kritis. Ciri tanaman ini adalah daunnya kecil dan kasar, berbau tidak sedap, dan memiliki biji-biji yang kecil dan bulat.

Sapi Bali merupakan salah satu jenis sapi ternak unggulan yang berasal dari Bali dan banyak terdapat di berbagai wilayah di Indonesia. Sapi asli Indonesia ini mudah beradaptasi dan memiliki nafsu makan yang tinggi. Sapi Bali memiliki tulang yang relatif lebih kecil dari sapi jenis lain, namun memiliki daging yang lebih tebal.  Karena keistimewaan inilah banyak peternak sapi yang memilih sapi ini untuk dibudidayakan sebagai sapi potong.

Selain dari manfaat tersebut, sapi Bali juga memiliki keunikan tersendiri yang bisa menjadi kerugian bagi industri peternakan sapi Bali, yaitu menjadi satu-satunya jenis sapi ternak yang dapat terserang penyakit Bali Ziekte.

Tanaman lantana camara penyebab penyakit Bali ZiektePenyakit ini timbul sebagai reaksi terhadap racun gulma Lantana camara atau kerasi. Ciri tanaman ini adalah daunnya kecil dan kasar, berbau tidak sedap, dan memiliki biji-biji yang kecil dan bulat.

Tanaman ini dapat tumbuh dengan mudah dan bisa beradaptasi pada kondisi lingkungan yang kering, serta tumbuh liar di padang rumput atau areal lahan kosong sehingga akan sangat mudah termakan oleh sapi Bali yang sedang digembalakan.

 

Gejala yang Muncul pada Sapi yang Terkena Racun Gulma

Sapi Bali yang mengonsumsi tanaman ini akan menunjukkan reaksi alergi yakni munculnya histamine dalam kadar yang tinggi. Tanaman Lantana camara mengandung Lantadene-A yang bersifat racun khususnya terhadap organ hati. Organ hati sapi yang mengonsumsi tanaman ini akan melepaskan beberapa zat yang dapat memicu peningkatan kepekaan kulit terhadap sinar matahari (fotosensitisasi).

Penampilan fisik dari sapi Bali yang terkena Bali Ziekte adalah suhu tubuhnya meningkat, nafsu makan menurun atau hilang sama sekali, kulitnya melepuh disertai gatal-gatal terutama di sekitar telinga dan anus. Jika sapi Bali mengonsumsi serat tanaman Lantana camara dalam jumlah besar, akan muncul juga infeksi sekunder karena racun dari tanaman ini.

Akibatnya bisa terjadi kematian pada sapi Bali tersebut. Sapi Bali yang terkena racun gulma Lantana camara kemudian terinfeksi Bali Ziekte, organ tubuh bagian dalamnya akan berwarna kekuningan. Hal ini karena racun Lantana camara menyerang hati dan menyebabkan tingginya kadar bilirubin sehingga seluruh organ tubuh sapi berwarna kekuningan.

Peternak sapi Bali biasanya kurang menyadari gejala penyakit Bali Ziekte, karena gejalanya memang tidak terlalu nampak. Secara umum gejala klinis yang ditunjukkan sapi Bali yang mengidap penyakit Bali Ziekte selain demam adalah mata berlendir, dan terdapat radang pada selaput lendir yang akan menjadi luka dangkal yang tertutup.

Gejala lainnya adalah mengalami kerusakan kulit, yakni kulit akan mengering dan mengelupas menyerupai kerupuk dan akan terlepas meninggalkan luka. Lalu bagian kulit sapi yang tidak berpigmen dan tidak berbulu serta terkena sinar matahari terus menerus juga sering mengalami luka-luka. Secara umum tingkat kematian sapi Bali karena penyakit ini cukup rendah namun mengakibatkan kerugian bagi peternak sapi karena laju pertambahan bobot sapi rendah.

 


Pengobatan dan Pencegahan

Sapi Bali yang terkena Bali Ziekte pada tingkat yang akut akan sulit disembuhkan. Tetapi apabila sapi memakan Lantana camara dalam jumlah yang masih sedikit, tingkat kesembuhannya masih di antara 70-90%.

Pengobatan yang bisa dilakukan adalah memberikan obat antihistamin pada sapi yang terkena penyakit. Adapun cara pencegahan dan penanganan Bali Ziekte pada sapi Bali adalah dengan menjauhkan sapi dari tanaman Lantana camara. Dan sapi yang menunjukkan gejala racun gulma Lantana camara dan sudah terpapar Bali Ziekte segera dihindarkan dari panas matahari dan diberi minum dan pakan yang cukup.

Luka yang timbul akibat penyakit ini bisa diolesi minyak dan dijaga agar tidak terjadi infeksi. Usaha pengobatan alami juga bisa dilakukan yakni dengan meminumkan air kelapa pada sapi yang sakit karena air kelapa diyakini bisa menetralkan racun.

Di tag dibawah

Kumpulan Ilmu Pengetahuan & Teknologi Untuk Peternak Sapi

Produk

Culture

marosok

"Marosok" Sumatera Barat: A Unique Transaction System in West Sumatra, Indonesia

What is Marosok Sumatera Barat? - A Special tradition in doing a transaction called marosok in West Sumatra is a unique way of transaction. The word marosok can be described as an activity of touching, feeling and holding something without seeing it but just trying to feel it using the brain and the feeling.

The tribe of Minangkabau is one of Indonesia’s ethnics which is famous for the ability of doing transaction. It is believed that they inherit the ability of their ancestors from the Melayu kingdoms where the people liked to trade. One of unique tradition is marosok Sumatera Barat, a technique of trading used in trading especially for the livestock such as cows or bulls.


Read More...