Loading...
iden

Nyamuk Sapi Adalah Penyebab Demam Tiga Hari

Collicoides sp. adalah jenis nyamuk sapi (nyamuk pengisap darah sapi) yang terinveksi  virus Rhabdovirus, kemudian menggigit sapi dan menularkan penyakit demam tiga hari. Ya, umumnya jangka waktu terserangnya penyakit ini tidak lebih dari tiga hari dan dapat sembuh dengan cepat jika tidak ada komplikasi. Kendati demikian, pada ternak penjantan penyakit ini dapat berlangsung hingga lima bulan.

Memiliki ternak sapi merupakan suatu aset yang sebenarnya cukup menguntungkan, sebab sapi merupakan komoditas ternak yang strategis. Selain tenaganya yang dapat kita manfaatkan sebagai ternak pekerja, dagingnya dapat diolah menjadi sumber protein hewani yang banyak digemari, pun termasuk kulitnya yang dapat diolah menjadi berbagai bentuk.

Jika Anda seorang peternak sapi,  Anda wajib memerhatikan dan menjaga kondisi ternak agar tetap baik. Kendati demikian, ada kalanya penyakit tetap datang menyerang ternak sapi. Oleh karena keterbatasan ternak yang tidak dapat berbicara untuk mengadu, kecermatan dan perhatian peternak sangatlah berperan penting.

Secara umum, kita dapat mengamati keadaan sapi yang kurang sehat melalui beberapa hal seperti di bawah ini:

  • Pergerakan; Dalam keadaan normal (sehat), ternak sapi biasanya bergerak aktif dan lincah. Sementara dalam kondisi sakit, ternak cenderung kurang aktif (bahkan dalam beberapa waktu, sapi lebih sering berbaring dan tidak banyak bergerak).
  • Mata; Mata yang pucat dan sayu pada ternak bisa jadi merupakan gejala awal dari kondisi ternak yang kurang sehat ataupun kelelahan.
  • Nafsu makan; Jika ternak sedang tidak dalam kondisi sehat, nafsu makannya biasanya menurun dan tidak menutup kemungkinan tubuhnya terlihat lebih kurus.
  • Suara napas; Pada kondisi normal, napas sapi akan terdengar halus, teratur, dan tidak tersengal-sengal. Namun pada beberapa kasus ketika sapi terjangkit suatu penyakit, napasnya akan terdengar tidak teratur dan tersengal-sengal, seolah-olah sedang mengorok. Penyakit ngorok yang disebabkan oleh bakteri yang menyerang saluran pernapasan sapi akan menyebabkan sapi memiliki gejala seperti ini.

Pada dasarnya ada banyak jenis penyakit yang dapat menyerang ternak sapi, baik sapi potong maupun sapi perah. Setiap gejala yang ditunjukkan pun akan berbeda. Pada tulisan ini, jenis penyakit pada sapi yang akan diuraikan adalah "demam" yang disebabkan oleh nyamuk sapi.

 

 

Gejala Bovine Ephemeral Fever (BEF), Penyakit Yang Ditularkan Melalui Gigitan Nyamuk Sapi

Bovine Ephemeral Fever (BEF) atau penyakit demam tiga hari temasuk dalam kategori penyakit ringan yang menyerang ternak (sapi dan kerbau). Kendati tidak sampai menyebabkan kematian, ternak yang terserang BEF biasanya akan mengalami nyeri pada otot dan kesakitan.

Amati kondisi peternakan dan perhatikan kondisi ternak Anda. Jika ternak mengalami gejala-gejala seperti di bawah ini, bisa jadi ternak Anda terserang penyakit demam.

  • Ternak terlihat lemah dan lesu. Aktivitasnya terlihat tidak lincah dan aktif, matanya sayu dan terlihat kuyu.
  • Suhu tubuh ternak tinggi dan caranya bergerak terlihat pincang. Hal ini disebabkan karena rasa nyeri pada otot.
  • Nafsu makan turun.
  • Keluar cairan pada bagian mata dan hidung ternak.
  • Jika Anda memiliki sapi perah produktif, lalu produksi susu sapi menurun disertai gejala-gejala yang lain, kemungkinan ternak Anda mengalami demam.
  • Tubuh agak gemetar.
  • Frekuensi napas dan detak jantung lebih cepat.
  • Pencernaan terganggu–kontraksi rumen terhenti dan pada beberapa kasus disertai diare atau konstipasi.

 

 

Pencegahan dan Penanganan Demam pada Sapi Yang Diakibatkan Oleh Nyamuk Sapi

Sebelum demam menjangkit ternak, pastikan Anda sudah melakukan langkah-langkah pencegahan. Tidak terlalu susah, cukup dengan melakukan penyemprotan insektisida secara rutin untuk membunuh nyamuk sapi dan menjaga sanitasi kandang.

Apabila ternak sudah terlanjur terkena demam, Anda bisa memberikan obat tradisional kepada ternak dengan meminumkan larutan gula merah dan garam dapur. Pastikan ternak Anda mengonsumsi air yang cukup banyak, jangan sampai dehidrasi. Untuk hasil yang lebih baik, segera konsultasikan dengan dokter hewan.

 

Semoga membantu!

Anemia Berat Pada Sapi Adalah Dampak Dari Penyakit Mubeng

Salah satu penyakit yang cukup sering menyerang ternak sapi adalah penyakit surra (trypanosomiasis) atau biasa disebut penyakit sapi mubeng (sempoyongan). Parasit dari penyakit ini hidup dan berkembang di dalam darah induk semang dengan mengambil glukosanya, akibatnya kadar glukosa dalam darah akan turun. Tentu ketika glukosa dalam darah menurun, kondisi tubuh ternak akan menurun dan berpengaruh pada hal-hal lainnya seperti hilangnya nafsu makan, mudah letih hingga anemia berat.

Cara Mengolah Daging Sapi Yang Benar Itu Jangan Dicuci Dahulu Jika Tidak Langsung Diolah

Cara mengolah daging sapi memang sangat beragam, mulai dari pemilihan daging sapi, pembersihan daging, hingga bagaimana cara untuk memasak daging sapi yang baik dan benar. Yang mungkin sedikit membingungkan adalah cara membersihkan daging sapi.

Apparently, Sausages in Indonesia Are Not From Beef

Sausage is certainly one of favorite foods in the world. It is produced in different countries under different names. As a result, people know different types of sausage, depending upon the ingredients, production process, taste, and casing. For instance, Italian people have Bologna sausage, French people have Lyon Sausage, and people of England know Berkshire, Lincolnshire, or Wiltshire sausage. The sausage is mostly named after the city or area, where it is made.