Cacing Pita Adalah Jenis Cacing Yang Paling Banyak Menyerang Sapi, Segera Lakukan Pengobatan Agar Tidak Merugi!

Tidak hanya dialami oleh manusia, kehilangan nafsu makan ternyata juga sering dialami oleh sapi, baik sapi potong maupun sapi perah. Apa penyebabnya ? Salah satu kemungkinannya adalah cacing pita. Akibatnya, sapi menjadi semakin kurus. Bagi yang sedang menggeluti bidang ternak sapi, mungkin Anda pernah memiliki pengalaman serupa.

Cacing pita (cestoda), cacing yang hidup di usus sapi lalu mengikuti aliran darah menuju otot dan masuk ke dalam daging, adalah salah satu dari tiga jenis cacing yang paling sering menyerang sapi. Jenis lainnya adalah:

  1. Cacing hati (trematode), yaitu cacing berbentuk mirip daun dan pipih yang menyerang organ hati dan saluran empedu.
  2. Cacing gilig (nematoda), yaitu jenis cacing yang berukuran sangat kecil dan hidup di dalam usus halus sapi.

Selain kurang nafsu makan, ciri-ciri lain yang menandai adanya cacing pita pada tubuh sapi, yaitu diare berkepanjangan, mata sayu, bulu yang kusam, kasar, dan berdiri, serta tubuh yang lemah. Lalu bagaimana hal itu bisa terjadi? Keberadaan cacing sebagai parasit yang bersarang di dalam tubuh sapi memang dapat menimbulkan berbagai masalah. Penyakit ini biasa disebut sebagai cacingan (helminthiasis).

Bagi para peternak sapi, cacing pita menimbulkan banyak kerugian, seperti :

  • Sapi mengalami penurunan berat badan secara drastis.
  • Pertumbuhan pedet (anak sapi) terhambat.
  • Jumlah susu yang dihasilkan sapi perah makin menurun.
  • Kualitas daging yang dihasilkan sapi potong memburuk.
  • Jeroan sapi, khususnya hati harus dibuang karena apabila dikonsumsi, cacing dapat masuk dan menyerang tubuh manusia.

Untuk menanggulangi penyakit akibat cacing pita, berikut ini adalah beberapa hal yang perlu Anda perhatikan, mulai dari upaya pencegahan hingga pengobatan sebagai berikut:

1. Sanitasi Kandang

Mengingat bahwa cacing pita mudah berkembang biak di tempat lembap dan berair, maka supaya tetap kering, kandang harus sering dibersihkan dari kotoran yang menumpuk serta air kencing yang menggenang. Selain itu, sisa pakan yang tidak habis sebaiknya segera dibuang atau dijadikan kompos. Apabila tidak dilakukan, sisa pakan akan menumpuk dan menjadi lembek pada bagian bawahnya sehingga akan mudah menjadi tempat cacing pita beserta larvanya berkembang biak.

2. Pemilihan Pakan

Larva cacing pita biasanya menempel pada rumput-rumput basah. Oleh karena itu, apabila sapi akan digembalakan, maka waktu yang paling tepat adalah siang atau sore hari. Hal tersebut dimaksudkan supaya larva sudah tidak menempel lagi pada rumput-rumput yang sudah mengering oleh sinar matahari.

3. Populasi Inang

Salah satu hewan perantara cacing pita yang menyerang sapi adalah siput air tawar. Di dalam tubuh siput, larva berkembang biak kemudian keluar dengan jumlah yang lebih banyak dan menyebar ke rumput-rumput dan dedaunan yang basah. Oleh sebab itu, untuk mengurangi jumlah cacing pita, perlu dilakukan pemusnahan inang-inang perantara. Anda dapat memelihara bebek kemudian menjadikan siput-siput itu sebagai makanannya.

4. Pemberian Obat Cacing

Untuk mencegah berkembangbiaknya cacing pita pada sapi, maka obat cacing perlu diberikan dua bulan sekali secara rutin. Akan tetapi, apabila sapi sudah terlanjur terkena penyakit itu, maka pengobatan biasanya akan dilakukan oleh dokter hewan. Obat yang biasa digunakan, yaitu jenis Benzimidasol, Imidathiazol, dan Avermectin.

Sementara itu, pengobatan secara tradisional juga dapat dilakukan melalui pemberian bawang putih yang ditumbuk lalu diminumkan atau dicampur konsentrat. Khusus untuk sapi yang terkena cacing gilig (nematoda), pengobatan akan lebih efektif apabila menggunakan buah nanas dengan catatan hanya untuk sapi yang sedang tidak hamil.

Semoga, info ini berguna dan dapat membantu meningkatkan jumlah produksi hasil ternak sapi anda.

Di tag dibawah

Kumpulan Ilmu Pengetahuan & Teknologi Untuk Peternak Sapi

  • Biogas Kotoran Sapi Sebagai Alternatif BBM Satu Harga PERTAMINA Biogas Kotoran Sapi Sebagai Alternatif BBM Satu Harga PERTAMINA
    Transportasi adalah salah satu kebutuhan keluarga yang memerlukan biaya cukup besar.  Bagi yang memiliki kendaraan sendiri, seperti sepeda motor, biaya bahan bakar minyak (BBM) merupakan pengeluaran wajib yang harus diperhitungkan selain parkir. Apalagi jika kendaraannya wajib menggunakan jenis bahan bakar dengan oktan tinggi. Ditambah lagi BBM satu harga PERTAMINA yang pada prakteknya dipengaruhi banyak hal, salah satunya adalah harga minyak dunia yang cenderung semakin mahal.
    Read more...
  • Nyamuk Sapi Adalah Penyebab Demam Tiga Hari Nyamuk Sapi Adalah Penyebab Demam Tiga Hari
    Collicoides sp. adalah jenis nyamuk sapi (nyamuk pengisap darah sapi) yang terinveksi  virus Rhabdovirus, kemudian menggigit sapi dan menularkan penyakit demam tiga hari. Ya, umumnya jangka waktu terserangnya penyakit ini tidak lebih dari tiga hari dan dapat sembuh dengan cepat jika tidak ada komplikasi. Kendati demikian, pada ternak penjantan penyakit ini dapat berlangsung hingga lima bulan.
    Read more...

Produk

  • Cara Memasak Daging Has Dalam (Tenderloin) Yang Terkenal Empuk dan Lezat Cara Memasak Daging Has Dalam (Tenderloin) Yang Terkenal Empuk dan Lezat
    Tips dan trik mengolah daging sapi kali ini mungkin akan sangat disukai dan ditunggu karena akan membahas mengenai tenderloin atau daging has dalam sapi. Daging jenis ini letaknya di bawah bagian rusuk dan tulang belakang yang memang jarang aktif bergerak dan digunakan oleh sapi. Karena itulah, daging ini sangat empuk,…
    Read more...
  • Cantik Alami dan Awet Muda Berkat Susu Sapi Cantik Alami dan Awet Muda Berkat Susu Sapi
    Ternyata susu sapi murni tak hanya bisa bermanfaat untuk kesehatan tubuh saja, susu sapi murni juga bisa digunakan oleh para wanita agar cantik alami dan awet muda. Sejak jaman dahulu, susu sapi murni dipercaya sangat ampuh untuk mendapatkan penampilan cantik alami dan awet muda, utamanya dalam hal kelembutan dan kelembapan…
    Read more...

Culture

marosok

"Marosok" Sumatera Barat: A Unique Transaction System in West Sumatra, Indonesia

What is Marosok Sumatera Barat? - A Special tradition in doing a transaction called marosok in West Sumatra is a unique way of transaction. The word marosok can be described as an activity of touching, feeling and holding something without seeing it but just trying to feel it using the brain and the feeling.

The tribe of Minangkabau is one of Indonesia’s ethnics which is famous for the ability of doing transaction. It is believed that they inherit the ability of their ancestors from the Melayu kingdoms where the people liked to trade. One of unique tradition is marosok Sumatera Barat, a technique of trading used in trading especially for the livestock such as cows or bulls.


Read More...

Tokoh