Penyakit "HELMINTHIASIS"

"Tidak hanya dialami oleh manusia, kehilangan nafsu makan ternyata juga sering dialami oleh sapi, baik sapi potong maupun sapi perah."

Apa penyebabnya ? Salah satu kemungkinannya adalah cacingan. Akibatnya, sapi-sapi itu menjadi semakin kurus. Bagi yang sedang menggeluti bidang ternak sapi, mungkin Anda pernah memiliki pengalaman serupa.

Nah, ciri-ciri lain yang menandai adanya penyakit cacingan pada sapi, yaitu diare berkepanjangan, mata sayu, bulu yang kusam, kasar, dan berdiri, serta tubuh yang lemah. Lalu bagaimana hal itu bisa terjadi?

Keberadaan cacing sebagai parasit yang bersarang di dalam tubuh sapi memang dapat menimbulkan berbagai masalah. Penyakit ini biasa disebut sebagai cacingan (helminthiasis). Ada tiga jenis cacing yang paling sering menyerang sapi yaitu :

  • Cacing hati (trematode), yaitu cacing berbentuk mirip daun dan pipih yang menyerang organ hati dan saluran empedu.
  • Cacing gilig (nematoda), yaitu jenis cacing yang berukuran sangat kecil dan hidup di dalam usus halus sapi.
  • Cacing pita (cestoda), yaitu cacing hidup di usus lalu mengikuti aliran darah menuju otot dan masuk ke dalam daging.

 

Bagi para peternak sapi, penyakit cacingan menimbulkan banyak kerugian, seperti :

  • Sapi mengalami penurunan berat badan secara drastis.
  • Pertumbuhan pedet (anak sapi) terhambat.
  • Jumlah susu yang dihasilkan sapi perah makin menurun.
  • Kualitas daging yang dihasilkan sapi potong memburuk.
  • Jeroan sapi, khususnya hati harus dibuang karena apabila dikonsumsi, cacing dapat masuk dan menyerang tubuh manusia.

Untuk menanggulangi permasalahan tersebut, berikut ini adalah beberapa hal yang perlu Anda perhatikan, mulai dari upaya pencegahan hingga pengobatan sebagai berikut:

 

1.Sanitasi Kandang

Mengingat bahwa cacing mudah berkembang biak di tempat lembap dan berair, maka supaya tetap kering, kandang harus sering dibersihkan dari kotoran yang menumpuk serta air kencing yang menggenang. Selain itu, sisa pakan yang tidak habis sebaiknya segera dibuang atau dijadikan kompos. Apabila tidak dilakukan, sisa pakan akan menumpuk dan menjadi lembek pada bagian bawahnya sehingga akan mudah menjadi tempat cacing beserta larvanya berkembang biak .

 

2.Pemilihan Pakan

Larva cacing biasanya menempel pada rumput-rumput basah. Oleh karena itu, apabila sapi akan digembalakan, maka waktu yang paling tepat adalah siang atau sore hari. Hal tersebut dimaksudkan supaya larva sudah tidak menempel lagi pada rumput-rumput yang sudah mengering oleh sinar matahari.

 

3.Populasi Inang

Salah satu hewan perantara cacing yang menyerang sapi adalah siput air tawar. Di dalam tubuh siput, larva berkembang biak kemudian keluar dengan jumlah yang lebih banyak dan menyebar ke rumput-rumput dan dedaunan yang basah. Oleh sebab itu, untuk mengurangi jumlah cacing, perlu dilakukan pemusnahan inang-inang perantara. Anda dapat memelihara bebek kemudian menjadikan siput-siput itu sebagai makanannya.

 

Pemberian Obat Cacing

Untuk mencegah cacingan pada sapi, maka obat cacing perlu diberikan dua bulan sekali secara rutin. Akan tetapi, apabila sapi sudah terlanjur terkena penyakit itu, maka pengobatan biasanya akan dilakukan oleh dokter hewan. Obat yang biasa digunakan, yaitu jenis Benzimidasol, Imidathiazol, dan Avermectin.

Sementara itu, pengobatan secara tradisional juga dapat dilakukan melalui pemberian bawang putih yang ditumbuk lalu diminumkan atau dicampur konsentrat. Khusus untuk sapi yang terkena cacing gilig (nematoda), pengobatan akan lebih efektif apabila menggunakan buah nanas dengan catatan hanya untuk sapi yang sedang tidak hamil.

 

Semoga, info ini berguna dan dapat membantu meningkatkan jumlah produksi hasil ternak sapi anda.

Di tag dibawah

Artikel terkait

Pakar Ternak

Artikel Paling Populer

Most Popular Articles

KOMUNITAS PETERNAK

Serba serbi Lebaran Sapi Bagaimana Sejarah dan Tradisinya

Serba-serbi Lebaran Sapi: Bagaimana Sejarah dan Tradisinya?

Siapa yang tidak bahagia saat lebaran tiba? Banyak orang merayakannya dengan melakukan tradisi mudik lebaran, silaturahmi, dan menyantap ketupat bersama keluarga. Namun, apakah perayaan itu juga berlaku untuk lebaran sapi? Simak ulasan berikut ini untuk mengetahui sejarah, tata cara, peralatan, hingga filosofinya.

Baca Selengkapnya...