Penyakit "FOOT ROT" (Kuku Busuk)

"Jika Anda memiliki atau tinggal dekat peternakan sapi, pernahkah Anda melihat sapi yang berjalan pincang?"

Karena kondisinya itu, sapi tersebut lebih banyak duduk dan hanya makan sedikit dari pakan yang diberikan. Jika Anda pernah melihat kondisi ini, kemungkinan sapi tersebut menderita penyakit kuku busuk. Apakah penyakit kuku busuk itu? Penyakit kuku busuk (atau sering juga disebut sebagai foot rot) merupakan salah satu penyakit yang banyak ditemui pada sapi. 

Penyakit yang banyak ditemukan di peternakan ini, menyerang ternak sapi, baik  sapi potong maupun sapi perah. Penyebab dari penyakit ini adalah kuman Fusiformis Necrophorus. Kuman ini masuk ke dalam celah kaki ketika kaki sapi terluka (biasanya terjadi akibat menginjak atau terkena hantaman benda tajam seperti paku, pecahan kaca atau serpihan kayu) di tempat kotor.

Kuman yang masuk kemudian berkembang dan menyebabkan kelumpuhan sel di telapak kaki sapi dan menyebabkan sapi tidak dapat berjalan. Kuman Fusiformis Necrophorus ini sebenarnya hanya dapat bertahan sekitar tiga minggu di alam bebas (seperti di tanah peternakan sapi atau kotoran sapi). Namun ketika kuman ini masuk ke celah kuku, kuman tersebut dapat bertahan hingga bertahun-tahun lamanya.

 

Penyakit kuku busuk ini sangat mengkhawatirkan peternak karena kerugian yang diakibatkannya, yakni:

  • Penurunan nafsu makan pada sapi (yang disebabkan oleh rasa sakit di area kuku kaki)
  • Kenaikan berat badan yang rendah; Hal ini merupakan konsekuensi dari penurunan nafsu makan pada sapi yang sakit.
  • Fisik sapi yang tidak menarik
  • Penurunan harga jual: Sapi yang lebih kurus dan tampak pincang (karena sakit) tentunya memiliki harga jual yang lebih rendah dibandingkan sapi yang sehat.
  • Penularan penyakit kepada sapi lain: Sapi yang mengidap penyakit kuku busuk dan tidak diobati, berpotensi menularkannya kepada sapi lain yang sehat.
  • Komplikasi penyakit lain: Penyakit kuku busuk yang tidak diobati dengan baik akan mengundang penyakit lainnya dan menjadi komplikasi di dalam tubuh sapi yang sakit.


Untuk mencegah kerugian yang besar, penyakit kuku busuk ini harus segera ditangani begitu terlihat gejala awalnya, seperti berikut ini:

  • Sapi mengalami pembengkakan pada celah kuku dan tumit.
  • Bagian kuku yang sakit mengeluarkan cairan kuning dan berbau busuk. Bau busuk ini merupakan akibat dari matinya jaringan sel yang diserang oleh kuman  Fusiformis Necrophorus.
  • Selaput pada bagian kuku kaki terkelupas. Kondisi ini terjadi sebagai  akibat dari matinya jaringan sel di bagian tersebut.
  • Sapi terlihat pincang dan kesakitan saat berjalan. Jika dibiarkan tanpa tindak lanjut, sapi dapat mengalami kelumpuhan.

 

Lalu, apa yang harus dilakukan peternak jika menemukan sapi dengan gejala di atas? Berikut adalah beberapa hal yang dapat dilakukan pada sapi yang terindikasi penyakit kuku busuk:

  • Rendam kaki sapi yang sakit dengan larutan Formalin 10% atau Copper Sulphate 3%.
  • Jika sapi tidak menunjukkan perbaikan pada kondisi kesehatannya, maka sapi harus disuntik. Saat disuntik, kaki sapi harus dijaga agar tetap kering. Setelah itu, kaki sapi disuntik larutan sulfat dan antibiotik berdasarkan saran dari dokter hewan.
  • Pada perawatan selanjutnya, pengobatan haruslah berada di bawah bimbingan dokter hewan. Rencana-rencana pengobatan yang akan dilakukan harus disetujui dan dilakukan dibawah pengawasan dokter hewan.


Dari semua langkah yang diberikan untuk mengantisipasi penyakit kuku busuk ini, langkah terpenting adalah mencegah datangnya penyakit kuku busuk tersebut (karena pencegahan lebih baik dari pengobatan) dengan cara:

  • Menjaga kebersihan peternakan, terutama ventilasi dan sanitasi di bagian kandang. Peternakan yang bersih akan membuat bakteri dan kuman sulit untuk berkembang.
  • Mengadakan pemeriksaan kesehatan secara berkala, terutama pada bagian kuku sapi. Kuku sapi harus selalu dipastikan sehat dan bersih.

 

Dengan adanya informasi ini, para peternak sapi diharapkan dapat mencegah terjadinya penyakit kuku busuk pada sapi dan meningkatkan kualitas kesehatan ternak sapi yang dikelolanya. Semoga bermanfaat.

Di tag dibawah

Artikel terkait

Tokoh

Artikel Paling Populer

KOMUNITAS PETERNAK

Serba serbi Lebaran Sapi Bagaimana Sejarah dan Tradisinya

Serba-serbi Lebaran Sapi: Bagaimana Sejarah dan Tradisinya?

Siapa yang tidak bahagia saat lebaran tiba? Banyak orang merayakannya dengan melakukan tradisi mudik lebaran, silaturahmi, dan menyantap ketupat bersama keluarga. Namun, apakah perayaan itu juga berlaku untuk lebaran sapi? Simak ulasan berikut ini untuk mengetahui sejarah, tata cara, peralatan, hingga filosofinya.

Baca Selengkapnya...