Loading...
iden

Jika Hidung Sapi Mengeluarkan Lendir Berwarna Hijau Berlebihan, Kena Penyakit Apa Ya?

Ingus adalah sejenis lendir lengket yang ada di dalam rongga hidung. Meski dianggap sebagai kotoran, tetapi perannya sangat penting yaitu sebagai alat untuk mengenali berbagai jenis bau-bauan dengan sangat baik. Selain itu, Kondisi kesehatan bisa terungkap lewat lendir yang keluar dari dalam rongga hidung tersebut.

  • Bening; Lendir dari dalam rongga hidung yang bening masih dianggap normal. Namun jika terus mengalir berlebihan bisa jadi tanda alergi atau akan terserang Flu.  Lendir jernih ini melindungi hidung dari partikel membahayakan yang bertebaran di udara. Umumnya, ingus bening seperti ini mengandung protein, air, antibodi, dan garam.
  •  Putih ; Ada kemungkinan hidung tersumbat karena jaringan hidung yang bengkak dan teriritasi. Bisa juga berasal dari infeksi, flu. alergi, atau dehidrasi. 
  • Kuning; Lendir berwarna kuning adalah tanda bahwa tubuh sedang mempertahankan diri supaya tetap sehat dari flu dan infeksi. Warna kuning tersebut berasal dari sel darah putih yang telah mati.
  • Merah; Satu pertanda bahwa jaringan hidung kering, terdapat kerusakan, atau teriritasi. Warna merahnya berasal dari darah.
  • Coklat;  Dapat menjadi petunjuk iritasi didalam rongga hidung, atau  merupakan dampak dari polusi. Lendir berwarna coklat berasal dari darah yang mengering.
  • Hitam; Lendir yang berwarna hitam bisa terjadi bila menghirup asap atau ada  infeksi jamur didalam tubuh 
  • Hijau; Lendir berwarna hijau yang keluar dari rongga hidung menandakan bahwa ada yang tidak beres didalam tubuh, sehingga sistem kekebalan tubuh bekerja lebih keras. Di dalam lendir yang seperti ini, terdapat banyak sel darah putih yang mati dan kepingan sel lainnya. 

 

Pada ternak sapi, apabila keluar lendir berwarna hijau, atau biasa disebut sebagai ingus hijau yang berlebihan bisa dicurigai telah terinfeksi  sebagai penyakit ingusan atau  malignant catarrhal fever yang disebabkan oleh virus Gamma HerpesviriaeBiasanya, hewan yang menjadi perantara virus tersebut adalah kambing dan domba.

Meskipun gejala ingus hijau tidak tampak pada kedua jenis hewan tersebut, akan tetapi kontak antara sapi dan kambing atau domba kerap kali menjadi salah satu faktor penyebab menyebarnya penyakit tersebut.

Mengingat bahwa sapi potong lebih sering digembalakan daripada sapi perah, hal itulah yang menyebabkan sapi potong lebih sering terserang penyakit ingusan dibandingkan sapi perah.

Bagi para pelaku usaha ternak, penyakit ingus hijau yang menyerang sapi menjadi hal yang cukup meresahkan karena bisa menular kepada sapi lain. Oleh sebab itu. peternak  harus bisa mengenali gejala umum penyakit ingusan yaitu:

  • Sapi mengeluarkan ingus yang awalnya encer kemudian makin lama makin mengental dan menjadi ingus hijau.
  • Air liur menetes dari mulut sapi.
  • Moncong sapi tampak kering, tetapi mengeluarkan nanah.
  • Sapi sulit bernapas karena hidungnya tersumbat kerak ingus hijau.
  • Ternak sapi mengalami demam tinggi.
  • Kornea mata tampak keruh. Pada kondisi yang parah, mata sapi bisa mengalami kebutaan.
  • Kadang-kadang, sapi mengalami sembelit dan diare.
  • Kulit juga bisa mengelupas apabila penyakit ingusan yang diderita sudah akut.
  • Tubuh sapi melemah dan berjalan dengan sempoyongan.
  • Jika kondisi sapi sudah semakin parah, sapi bisa mengalami kelumpuhan total dan bahkan mati.

Penyakit ingus hijau tidak bisa dibiarkan terus berlarut-larut, sayangnya obat untuk penyakit ingusan memang belum ditemukan. Maka yang dapat dilakukan peternak adalah memaksimalkan tindakan pencegahan melalui beberapa cara berikut ini :

  1. Untuk menghindari kontak dengan domba dan kambing, sapi harus dijauhkan dari kedua hewan itu, baik saat digembalakan ataupun lokasi kandangnya 
  2. Kandang, lingkungan dan sapinya harus selalu bersih 
  3. Berikan pakan yang bergizi, untuk meningkatkan kekebalan tubuhnya.
  4. Jika ada sapi yang sakit,  segera diisolasi supaya tidak menular kepada sapi lain yang masih sehat.
        

Kalau kondisi sapi sudah tidak bisa ditolong lagi sebaiknya segera dipotong saja. Daging dari ternak sapi penderita penyakit ingus hijau tetap dapat dikonsumsi dengan syarat bagian kepala dan isi perut harus dimusnahkan.

Semoga penjelasan tentang penyakit ingus hijau beserta cara menanggulangi hal tersebut dapat bermanfaat, khususnya untuk peningkatan kualitas produk bidang peternakan.

tanduk kerbau

ALAT PIJAT KERIK TERAPI GUASA DARI TANDUK Rp21.000

Tanduk, sudah sejak lama digunakan cara untuk pengobatan tradisional Cina yang disebut gua sha. Gua artinya kerok atau gosok, sedangkan sha berarti kemerahan. Tidak main-main, terapi ini sudah dipraktekkan sejak 2.000 tahun silam. Bahkan dapat dikatakan Gua Sha adalah kerokan ala Cina.

Baca selengkapnya...