Loading...
idarzh-CNenhi

Terinfeksi Penyakit "BRUCELLOSIS", Sapi Memiliki Resiko Aborsi

Salah satu jenis penyakit yang menyerang sistem reproduksi pada ternak sapi adalah penyakit Bruscellosis yang dapat menyebabkan aborsi (keguguran) atau keluron. Penyakit ini bersifat menular dan disebabkan oleh bakteri genus Brucella. Brucellosis menyebabkan infeksi pada inang yang terjadi secara persisten seumur hidup dan meningkatkan resiko aborsi.

Biasanya abortus atau keguguran (keluron) terjadi pada ternak bunting yang memasuki usia lima sampai delapan bulan. Pada ternak yang terjangkit Bruscellosis, bisa saja tidak mengalami keguguran. Akan tetapi, anak yang dilahirkan nanti biasanya dalam kondisi yang lemah dan rentan terserang penyakit dan pada umumnya tidak bertahan hidup lama.

Bruscellosis menjadi suatu masalah di kalangan peternak lantaran beberapa hal, antara lain:

  • Menular juga kepada manusia.
  • Sukar didiagnosis dan diobati.
  • Kerugian ekonomi yang ditimbulkan cukup besar.
  • Menghambat laju populasi ternak dan pada sapi perah, produksi air susu juga akan menurun.

 

 


Bagaimana Penularan Bruscellosis Terjadi?

Pada sapi, penularan Bruscellosis dapat terjadi melalui makanan dan minuman yang sudah tercemar oleh bakteri Brucella. Penularan juga dapat terjadi melalui selaput lendir konjungtiva, luka terbuka yang bersentuhan dengan kulit ternak yang telah terinfeksi, juga melalui susu yang diminum sang anak dari induk.

Pada manusia, penularan mungkin terjadi apabila mengonsumsi daging maupun daging sapi yang telah terinfeksi bakteri Bruscella yang tidak diolah dengan sempurna (diolah dengan suhu tinggi ).

 

 

Adakah Gejala yang Dapat Diamati pada Ternak yang Terinfeksi Hingga Meningkatkan Resiko Aborsi?

Penyebab lain yang meresahkan peternak khususnya di Indonesia terkait keluron ini adalah sudah menyebarnya kejadian keluron yang diakibatkan oleh Brucellosis ini di hampir seluruh wilayah Indonesia.

Dalam kasus penyakit menular ini, ada beberapa gejala yang dapat peternak amati sebagai indikasi, yakni:

  • Meningkatnya resiko aborsi pada ternak yang bunting pada sekitar usia kebuntingan 5-8 bulan.
  • Keluarnya cairan berwarna keruh pada saat terjadinya keguguran.
  • Pada sapi jantan akan terjadi pembengkakan pada persendian dan testis.
  • Mengalami higroma (pembesaran kantong persendian yang disebabkan isi cairan bening atau fibrinopurulen).
  • Menurunnya produksi susu pada sapi perah.

Yang cukup berisiko adalah pada kandungan susu sapi yang terjangkit Bruscellosis. Kelenjar susu sapi tidak menunjukkan gejala klinis apapun tetapi jika sapi tersebut sudah terserang, maka susu hasil produksinya tentulah mengandung bakteri Brucella.

 

 

Apakah Resiko Aborsi Bisa Dikurangi?

Terutama bagi peternak  yang memiliki peternakan sapi besar, kekhawatiran terhadap penyakit ini pasti muncul. Sebagaimana jenis penyakit lainnya, ada upaya-upaya yang dapat dilakukan sebagai tindakan preventif, yaitu :

  • Berikan vaksinasi pada anak sapi (strain 19).
  • Selalu perhatikan kesehatan dan kondisi sapi, termasuk lingkungannya.
  • Pastikan sanitasi kandang baik dan higienis, begitu pun dengan ternaknya.
  • Secara teratur, lakukan metode pengendalian vaksinasi 45/250 dan diagnosis (uji serologic dengan SAT dan CFT, monitoring MRT, dan isolasi reaktor).
  • Jika ada sebagian dari sapi yang sudah terinfeksi, segera pisahkan dari kelompoknya.
  • Fetus dan plasenta dari ternak terjangkit sebaiknya segera dikubur atau dibakar.
  • Lakukan desinfeksi pada lokasi yang telah terkontaminasi.

 


Lantas Bagaimana Cara Mengobati dan Menghilangkan Resiko Aborsi?

Seperti yang disampaikan sebelumnya, penyakit ini bersifat persisten seumur hidup. Sejauh ini belum ada pengobatan secara efektif yang dapat dilakukan untuk menyembuhkan ternak yang telah terjangkit Brucellocis.

Pada kebanyakan kasus yang terjadi, jika kondisi ternak sudah kronis, pengobatan yang dilakukan adalah dengan pemberian vaksin atau obat dengan dosis yang besar. Oleh sebab itu penting bagi peternak untuk selalu memerhatikan kondisi ternaknya.

Semoga artikel ini membantu dan bermanfaat.

Artikel Yang Banyak Dicari

Sapi Perah Bunting Harus Minum Air Putih Dengan Jumlah Yang Cukup

Walaupun air yang terkandung dalam hijauan yang dikonsumsi bisa mencapai 80% dari total beratnya, namun belum cukup memenuhi kebutuhan air bagi sapi perah bunting. Oleh karena itu tugas anda sebagai peternak adalah menyediakan pasokan air untuk minum sapi selalu tersedia.

Untung Besar Bagi Usaha Ternak Anda, Jika Bisa Mendapatkan Bibit Sapi Pada Umur Idealnya

Seperti kita ketahui, sapi potong adalah sapi yang secara khusus dipelihara untuk diambil daging beserta lemaknya. Lama penggemukan sapi ini umumnya memerlukan waktu 6 bulan dan sudah bisa diambil hasil dagingnya.

Cari Untung Maksimal Dari Usaha Ternak Sapi Dengan Membangun Kandang Ideal

Artikel kali ini akan membahas tentang model kandang sapi potong yang ideal bagi peternak sapi potong. Topik tentang perkandangan sapi potong selalu menarik untuk dibahas, karena sangat berpengaruh pada keberhasilan usaha peternakan Anda.

Kudis Adalah Jenis Penyakit Menular Pada Sapi, Ini Obatnya!

Pernahkah Anda melihat sapi yang menggosok-gosokkan tubuhnya ke kandang seperti sedang menggaruk-garuk bagian tubuh yang gatal? Atau bahkan menggigiti bagian-bagian tertentu pada tubuhnya? Apabila demikian, kemungkinan besar sapi tersebut sedang terserang kudis (scabies), yaitu jenis penyakit kulit menular yang disebabkan oleh hewan tungau.

Tentang Pakan Ruminansia Untuk Sapi Perah Jantan, Apa Yang Paling Cocok?

Sapi perah jantan memiliki nafsu makan tinggi dan juga tumbuh dengan cepat dan lebih besar, oleh sebab itu jenis pakan ruminansia yang diberikan juga berbeda dengan sapi perah betina
  • Ngopi Bareng Peternak Sapi Indonesia 2019 Ngopi Bareng Peternak Sapi Indonesia 2019
    Tak terasa kita sudah di penghujung tahun 2019. Bagaimana, masih punya semangat untuk bisnis sapi? Atau sudah mengambil keputusan untuk beralih pada bidang usaha lain? Bagi yang sudah cukup lama menekuni bidang usaha ini, sepertinya sulit untuk meninggalkannya begitu saja. Bisnis sapi sudah seperti "way of life", alias jalan hidup, karena banyak sekali suka dan duka yang dialami yang menjadikan kita seperti sekarang ini.  
    Read more...