Kudis Adalah Jenis Penyakit Menular Pada Sapi, Ini Obatnya!

Pernahkah Anda melihat sapi yang menggosok-gosokkan tubuhnya ke kandang seperti sedang menggaruk-garuk bagian tubuh yang gatal? Atau bahkan menggigiti bagian-bagian tertentu pada tubuhnya? Apabila demikian, kemungkinan besar sapi tersebut sedang terserang kudis (scabies), yaitu jenis penyakit kulit menular yang disebabkan oleh hewan tungau.

Kudis adalah salah satu penyakit yang sangat mudah menyebar. Penyebarannya terjadi melalui hewan perantara seperti nyamuk dan lalat atau melalui kontak langsung dengan hewan yang terkena. Selain itu, penularan kudis sebenarnya tidak hanya terjadi dari hewan ke hewan yang lain, tetapi juga dari hewan ke manusia, dan dari manusia ke manusia lain.

Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa kudis adalah penyakit yang membawa dampak buruk berupa wabah yang bisa cepat meluas. Apabila dilihat secara kasatmata, tungau yang terdapat pada tubuh ternak sapi tidak selalu terlihat karena pergerakannya dilakukan di bawah lapisan kulit sehingga menimbulkan rasa gatal yang luar biasa. Apabila bagian yang gatal itu terus-menerus digosok-gosokkan ke kandang, maka akan menimbulkan kerontokan pada bulu-bulu sapi.

Tidak hanya itu, kulit ternak sapi juga akan mengelupas sehingga terbentuk kerak berwana abu-abu, luka, dan bahkan pada kasus yang parah, luka tersebut akan mengeluarkan nanah. Apabila dibiarkan dalam jangka waktu yang lama, kudis adalah penyakit yang dapat menyebabkan kematian.

Para pelaku usaha di bidang peternakan, khususnya ternak sapi baik sapi potong maupun sapi perah, selalu berusaha untuk meminimalkan datangnya penyakit di peternakan sapi mereka. Walaupun tidak tergolong penyakit yang berbahaya, keberadaan kudis cukup meresahkan. Beberapa faktor yang dapat memicu penyebaran kudis pada sapi adalah sebagai berikut:

  • Kebersihan sapi dan kandang.
  • Intensitas cahaya di kandang.
  • Kontak dengan ternak lain, seperti kambing dan domba.
  • Banyaknya lalat di sekitar kandang sebagai salah satu hewan penyebar tungau.

Oleh karena itu, untuk menanggulangi kudis pada ternak sapi, berikut ini adalah usaha-usaha pencegahan yang perlu Anda lakukan.

  • Untuk menjaga kebersihan tubuh sapi sekaligus mengurangi kemungkinan adanya tungau yang menempel di tubuh sapi, maka sapi perlu dimandikan setiap hari.
  • Kandang sapi juga harus sering dibersihkan supaya lalat tidak mudah datang dan beterbangan di sekitar kandang untuk membawa tungau.
  • Kondisi kandang sebaiknya dibuat dengan jumlah aliran udara dan intensitas cahaya yang cukup tinggi. Kandang yang lembap menyebabkan tungau lebih mudah berkembang biak.
  • Sapi yang sudah terserang kudis harus dijauhkan (diisolasi) supaya kudis yang diderita tidak menyebar pada sapi-sapi yang masih sehat.
  • Untuk mengurangi risiko penularan kudis ke manusia, sebaiknya lokasi kandang dibuat berjauhan dari tempat tinggal.
  • Pemotongan sapi penderita kudis untuk diambil dagingnya tetap bisa Anda lakukan dengan terlebih dahulu membuang dan memusnahkan bagian kulit yang rusak lalu membakarnya.

Jenis pengobatan pada kudis adalah pengobatan medis atau bisa juga dengan cara tradisional. Pengobatan medis pada kudis sapi biasanya dilakukan oleh dokter hewan melalui suntik Ivermectin. Sementara itu, pengobatan tradisional dapat Anda lakukan dengan cara menggosokkan minyak kelapa yang sudah dicampur dengan kapur barus pada bagian yang terkena kudis.

Bahan lain yang juga bisa Anda gunakan adalah campuran serbuk belerang dengan kunyit dan minyak kelapa yang sudah dipanaskan terlebih dahulu. Sebelum melakukan pengobatan, pastikan bahwa sapi sudah dalam keadaan bersih atau sudah dimandikan supaya kulit yang diobati berada dalam kondisi steril, tidak terkontaminasi kotoran.

Sampai saat ini, kudis adalah jenis penyakit yang dapat menjadi wabah dan selalu menghantui para peternak sapi. Keberadaan penyakit ini  juga menyebabkan menurunnya tingkat produktivitas hasil ternak. Semoga penjelasan tentang kudis pada ternak sapi beserta cara penanggulangannya di atas dapat bermanfaat untuk membantu mengatasi permasalahan pada peternakan Anda.

Di tag dibawah

Kumpulan Ilmu Pengetahuan & Teknologi Untuk Peternak Sapi

  • Tentang BALITNAK, Lembaga Riset Bidang Peternakan di Indonesia Tentang BALITNAK, Lembaga Riset Bidang Peternakan di Indonesia
    Balai Penelitian Peternakan atau biasa disingkat sebagai Balitnak, adalah sebuah lembaga riset yang bertugas untuk  mencari dan meningkatkan manfaat dari sumberdaya peternakan, menghasilkan dan mendiseminasi  inovasi teknologi, membangun jaringan kerjasama dan pertukaran informasi teknologi, serta meningkatkan kualitas sumberdaya manusia, sarana dan prasarana penunjang kegiatan penelitian peternakan.
    Read more...
  • Terinfeksi Penyakit "BRUCELLOSIS", Sapi Memiliki Resiko Aborsi Terinfeksi Penyakit "BRUCELLOSIS", Sapi Memiliki Resiko Aborsi
    Salah satu jenis penyakit yang menyerang sistem reproduksi pada ternak sapi adalah penyakit Bruscellosis yang dapat menyebabkan aborsi (keguguran) atau keluron. Penyakit ini bersifat menular dan disebabkan oleh bakteri genus Brucella. Brucellosis menyebabkan infeksi pada inang yang terjadi secara persisten seumur hidup dan meningkatkan resiko aborsi.
    Read more...

Produk

Culture

marosok

"Marosok" Sumatera Barat: A Unique Transaction System in West Sumatra, Indonesia

What is Marosok Sumatera Barat? - A Special tradition in doing a transaction called marosok in West Sumatra is a unique way of transaction. The word marosok can be described as an activity of touching, feeling and holding something without seeing it but just trying to feel it using the brain and the feeling.

The tribe of Minangkabau is one of Indonesia’s ethnics which is famous for the ability of doing transaction. It is believed that they inherit the ability of their ancestors from the Melayu kingdoms where the people liked to trade. One of unique tradition is marosok Sumatera Barat, a technique of trading used in trading especially for the livestock such as cows or bulls.


Read More...

Tokoh