Anemia Berat Pada Sapi Adalah Dampak Dari Penyakit Mubeng

Salah satu penyakit yang cukup sering menyerang ternak sapi adalah penyakit surra (trypanosomiasis) atau biasa disebut penyakit sapi mubeng (sempoyongan). Parasit dari penyakit ini hidup dan berkembang di dalam darah induk semang dengan mengambil glukosanya,  akibatnya kadar glukosa dalam darah akan turun. Tentu ketika glukosa dalam darah menurun, kondisi tubuh ternak akan menurun dan berpengaruh pada hal-hal lainnya seperti hilangnya nafsu makan, mudah letih hingga anemia berat.

Cukup banyak masyarakat di Indonesia yang beternak sapi, tetapi belum banyak yang benar-benar menjadikannya sebagai suatu peluang bisnis. Biasanya memiliki ternak sapi tidak lebih dari sekadar investasi cadangan, sehingga pemeliharaan yang juga tidak maksimal. Padahal, memiliki peternakan sapi, baik sapi potong maupun sapi perah, adalah salah satu prospek bisnis yang cukup menjanjikan, dengan catatan bahwa peternakan dikelola dengan baik dan benar.

Sebagai peternak, memerhatikan kondisi ternak dan lingkungan adalah faktor yang sangat krusial untuk mencapai sukses. Mengontrol kesehatan ternak dan menjaga sanitasi dan situasi kondusif peternakan wajib hukumnya.

Hal tersebut merupakan langkah preventif yang perlu dilakukan untuk menghindari berbagai penyakit yang mungkin menyerang ternak. Jika ternak sudah terkena penyakit, mau tidak mau biaya yang dikeluarkan akhirnya lebih besar, dengan risiko ternak belum tentu sembuh bahkan mati. Bukankah mencegah lebih baik daripada mengobati?

Salah satu penyakit yang cukup sering menyerang ternak sapi adalah penyakit surra (trypanosomiasis) yang disebabkan oleh protozoa Trypanosoma evansi.

 


Berbahayakah Penyakit Yang Menyebabkan Anemia Berat ini?

Penularan penyakit surra terjadi akibat lalat penghisap darah yang menjadi perantaranya, seperti Tabanidae, Stomoxys, Lypersoia, Charysops, dan Hematobia. Hewan sejenis kutu-kutuan pun juga dapat menjadi agen penular. Pada beberapa kasus, penyakit ini dapat menyebabkan kematian bagi ternak. Kemungkinan untuk terjangkit penyakit ini biasanya cukup tinggi di musim hujan, sebab kondisi imunitas ternak yang cenderung melemah di musim ini.

Ketika kondisi tubuh ternak sedang tidak dalam kondisi yang prima ditambah dengan kedinginan, terlampau lelah, stres, dan kekurangan asupan pakan, bukan tidak mungkin penyakit surra akan semakin menggerogoti ternak.

 

 

 

Gejala Penyakit Penyebab Anemia Berat

Sebagaimana umumnya terserang penyakit, ternak sapi yang terjangkit yang lebih dikenal dengan nama penyakit mubeng ini juga menunjukkan berbagai gejala seperti di bawah ini :

  • Gerakan sapi seperti mubeng alias sempoyongan. Bahkan tidak menutup kemungkinan, pada kasus yang lebih parah, ternak mengalami kejang. Hal tersebut terjadi karena parasit berada di dalam cairan Cerebrospinal yang mengakibatkan gangguan saraf.
  • Nafsu makan berkurang dan menyebabkan ternak menjadi kurus hingga anemia berat.
  • Daerah dagu ternak juga bisa menjadi busung dan bulu-bulu di tubuh ternak rontok.
  • Selaput lendir menguning.
  • Ternak mudah letih dan gerakannya tidak terlalu aktif dan lincah.
  • Getah radang keluar dari hidung dan mata.

 

 


Tindakan Untuk Mencegah Sapi Terinfeksi Penyakit Mubeng Yang Menyebabkan Anemia Berat dan Cara Pengobatannya

Sebelum terjadi, sebagai langkah preventif, Anda dapat melakukan hal-hal berikut ini.

  • Lakukan penyemprotan insektisida bagi kandang dan ternak secara berkala. Pastikan pilih insektisida yang aman untuk ternak, seperti Asuntol.
  • Sanitasi kandang juga harus Anda perhatikan dengan benar, hindari kandang yang basah, lembab, dan rimbun. Ciptakan suasana kandang yang tidak disukai oleh serangga (lalat).
  • Jangan biarkan sampah sisa-sisa pakan ternak menumpuk dan membusuk di dalam kandang sehingga menarik lalat.
  • Apabila sapi terluka, jangan dibiarkan terinfeksi dan menjadi sasaran empuk bagi lalat.


Jika ternyata ternak Anda sudah terjangkiti penyakit surra, maka sudah pasti Anda harus segera mengambil tindakan, seperti di bawah ini :

  • Pisahkan ternak yang sakit dan yang sehat. 
  • Sapi yang sakit dapat dikarantina dan diberi obat berupa artocyl atau artosol.
  • Konsultasikan segera dengan dokter hewan untuk mendapat penanganan lebih lanjut.

Namun demikian, ternak yang sudah terjangkit penyait surra masih dapat kita konsumsi. Akan tetapi sisa-sisa pemotongan harus dibakar dan dikubur dan lokasi pemotongan juga harus dilakukan sanitasi (diberikan disinfektan).

 

Itulah sekilas informasi mengenai penyakit mubeng pada sapi. Semoga membantu.

Di tag dibawah

Kumpulan Ilmu Pengetahuan & Teknologi Untuk Peternak Sapi

  • Desain Kandang Sapi Perah Untuk Mempercepat Proses Perkawinan Desain Kandang Sapi Perah Untuk Mempercepat Proses Perkawinan
    Kandang merupakan rumah bagi hewan ternak termasuk sapi, oleh karena itu kandang sapi harus dibuat senyaman mungkin untuk mendukung pertumbuhannya. Kandang yang baik juga harus mempermudah peternak dalam memelihara hewan ternaknya. Dengan membuat kandang sapi, diharapkan binatang ternak Anda tidak berkeliaran ke mana-mana dan kotorannya dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin.
    Read more...
  • Mengapa Sapi Madura Menjadi Primadona Jual Beli Sapi di Indonesia? Mengapa Sapi Madura Menjadi Primadona Jual Beli Sapi di Indonesia?
    Sapi Madura termasuk komoditas yang sexy untuk mencari untung dari transaksi jual beli sapi. Merupakan salah satu jenis sapi lokal yang multifungsi, sapi jenis ini sangat cocok untuk diternakkan baik sebagai sapi pedaging maupun sapi pekerja yang handal. Sapi Madura merupakan hasil persilangan antara jenis sapi Bali (Bos Sundaicus) dengan jenis sapi Zebu (Bos Indicus), sehingga ciri-ciri dari kedua jenis sapi tersebut masih dapat ditemukan pada ternak sapi Madura ini.
    Read more...

Produk

Culture

marosok

"Marosok" Sumatera Barat: A Unique Transaction System in West Sumatra, Indonesia

What is Marosok Sumatera Barat? - A Special tradition in doing a transaction called marosok in West Sumatra is a unique way of transaction. The word marosok can be described as an activity of touching, feeling and holding something without seeing it but just trying to feel it using the brain and the feeling.

The tribe of Minangkabau is one of Indonesia’s ethnics which is famous for the ability of doing transaction. It is believed that they inherit the ability of their ancestors from the Melayu kingdoms where the people liked to trade. One of unique tradition is marosok Sumatera Barat, a technique of trading used in trading especially for the livestock such as cows or bulls.


Read More...

Tokoh