idarzh-CNenhi

Pencegahan dan Pengobatan Sakit Mata Merah dan Bengkak pada Sapi

Penyakitnya disebut sebagai 'pink eye'. Dampak cukup signifikan bagi industri peternakan sapi, Tidak hanya sapi potong, sapi perah pun berpotensi terkena penyakit ini.

Gejala sakit mata merah dan bengkak ini memang dapat terlihat dengan jelas. Inflamasi dan kekeruhan terjadi pada bagian kornea dan konjungtiva. Pada kasus lanjutan, penyakit ini dapat menyebabkan kebutaan.  

Pink eye sangat merugikan peternak sapi karena berat badan sapi yang terkena pink eye akan menurun, susu sapi yang terkontaminasi harus dibuang, penurunan harga jual sapi, dan pengeluaran tambahan untuk biaya pengobatan. Maka dari itu peternak sapi harus mempelajari gejala dan cara penanggulangan penyakit ini.

 

Penyebab dan Gejala Sakit Mata Merah dan Bengkak Pada Sapi

Penyakit pink eye pada sapi disebabkan oleh bakteri Moraxella bovis yang bersifat hemolitik. Bakteri ini bisa saja terdapat pada mata sapi yang terlihat sehat. Bakteri ini juga bisa terbawa oleh vektor, misalnya lalat, dari satu hewan ke hewan lain.

Pink eye biasanya diawali dengan adanya iritasi pada mata yang disebabkan oleh kibasan ekor atau gesekan rumput dan debu. Pink eye menyerang semua tingkatan usia sapi tapi sapi muda lebih rentan terkena penyakit ini. Pada saat musim panas atau kemarau, sakit mata merah dan bengkak ini lebih mudah terjadi, karena pada saat itu terdapat banyak debu dan populasi lalat meningkat.

Penyakit ini menyebar melalui kontak langsung maupun tidak langsung. Kontak tidak langsung melalui vektor yang bersentuhan dengan sekresi mata yang berasal dari hewan yang terinfeksi atau melalui percikan air yang tercemar bakteri M.bovis.

Faktor lingkungan lain yang membuat sapi ternak rentan terkena penyakit pink eye adalah sapi sedang dalam keadaan lelah karena menempuh perjalanan jauh, perubahan cuaca yang mendadak, populasi sapi yang terlalu padat dalam sebuah kandang, dan rendahnya kualitas pakan.

Sapi dengan jumlah pigmen yang rendah pada kelopak matanya lebih rentan terhadap penyakit ini karena lebih sensitif terhadap ultraviolet. Contoh sapi yang berpigmen rendah pada kelopak matanya adalah sapi Hereford, Holstein, dan Shorthorn.

Masa inkubasi bakteri penyebab sakit mata merah dan bengkak ini biasanya selama 2-3 hari, ada juga kasus yang lamanya hingga 3 minggu. Gejala awal yang terlihat adalah mata lembap, terdapat sedikit konstriksi pada pupil, serta sensitif terhadap cahaya. Sapi akan terlihat sering menutupi matanya dan menghindari cahaya. Setelah itu, mata sapi akan mengeluarkan air mata dan pupil terlihat menyempit serta terjadi kekeruhan pada kornea.

Di bagian kelopak mata sapi akan terjadi lakrimasi dan peradangan yang akan pecah dan menimbulkan luka. Kekeruhan pada kornea akan terus bertambah dan menjadi menyeluruh pada hari ke 4 atau 5.  Namun demikian, sebenarnya penyakit ini tergolong self-limiting disease yang dapat sembuh dengan sendirinya. Sapi yang terinfeksi akan menunjukkan tanda kesembuhan pada hari ke 10-15 dan sembuh total pada hari ke 25-50.

 

Pengobatan dan Pencegahan Sakit Mata Merah dan Bengkak Pada Sapi

Pengobatan yang efektif untuk penyakit ini adalah pemberian antibiotik yang long acting, salah satunya benzathine penicillin. Jenis antibiotik lainnya antara lain tetracycline, tulathromycin, florfenicol, atau tilomicosin. Adapun upaya pencegahan penyebaran penyakit ini bisa dilakukan dengan menjaga kebersihan kandang, menjaga kualitas pakan sapi, memilih lokasi penggembalaan yang minim paparan ultraviolet, dan mengatur populasi sapi dalam kandang agar tidak terlalu padat.

Membatasi jumlah lalat yang masuk ke kandang juga bisa dilakukan dengan memasang perangkap atau obat anti serangga. Jika terdapat sapi yang terindikasi terkena penyakit ini maka perlu dilakukan karantina dan diobati sampai sembuh. Sayangnya, vaksin untuk sakit mata merah dan bengkak yang ada saat ini dinilai masih belum efektif. 

Semua Tentang Sapi