Tuberkulosis Adalah Penyakit Yang Menular Pada Sapi, Manusia dan Hewan Lain

Penyebab Tuberkulosis adalah infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis, bahayanya selain menyerang sapi penyakit ini bisa menular baik pada hewan lain maupun pada manusia.

Beternak sapi merupakan jenis usaha bidang peternakan yang menguntungkan. Permintaan daging sapi dari dalam negeri selalu ada, dan mengalami kenaikan pada momen tertentu seperti saat hari raya. Jika ingin beternak sapi, Anda perlu mempelajari tentang jenis-jenis penyakit sapi dan cara pengobatan yang tepat. Upaya pencegahan terjangkitnya penyakit pada sapi dapat mengurangi beban pengeluaran, sehingga bisa memaksimalkan keuntungan yang ingin didapat.

Salah satu penyakit pada sapi, baik sapi potong maupun sapi perah, adalah tuberkulosis. Tuberkulosis pada sapi disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini bisa menular baik pada hewan lain maupun pada manusia. Bakteri tuberkulosis terdiri dari 3 jenis yakni bakteri M. human, M. bovis, dan M. avian. Dari ketiga jenis bakteri ini yang sering menyerang hewan ternak dan manusia adalah M. human dan M. bovis.


Bakteri M. tuberkulosis adalah:

  • Kelompok bakteri gram positif yang berbentuk batang dengan ukuran 1,5 – 2 mikron.
  • Tahan terhadap asam, alkohol, dan desinfeksi.
  • Menyukai tempat yang banyak mengandung oksigen seperti paru-paru.
  • Berkembang dalam waktu yang lama (bulanan hingga tahunan).

Bakteri ini menular melalui udara dan mampu bertahan selama beberapa jam dalam dahak yang dikeluarkan saat sapi batuk.  Selain melalui udara, penularan bakteri ini juga melalui makanan dan minuman yang telah tercemar.

Semua jenis sapi rentan terhadap infeksi bakteri M. tuberculosis, namun bakteri ini lebih sering menyerang anak sapi. Tuberkulosis adalah penyakit zoonosis, artinya penyakit ini banyak diderita oleh manusia. Penularan dari hewan ke manusia berasal dari produk hasil ternak terutama susu. Para peternak sapi yang setiap hari kontak dengan sapi pun sangat rentan tertular penyakit ini.

 

Gejala Umum Sapi yang Terinfeksi bakteri tuberkulosis adalah sebagai berikut:

Pada awal infeksi gejala klinisnya tidak tampak, namun saat sudah dalam tahap lanjutan akan terlihat gejala sebagai berikut:

  • Suhu tubuh meningkat dan fluktuatif terutama pada malam hari.
  • Sesak napas.
  • Batuk-batuk.
  • Nafsu makan menurun.
  • Berat badan menurun drastis.
  • Pada sapi perah disertai pembengkakan pada puting susu.

Pemeriksaan tuberkulosis pada sapi harus melalui uji laboratorium untuk memastikan bahwa gejala yang muncul adalah akibat dari infeksi tuberkulosis. Karena bakteri penyebab tuberkulosis memiliki sifat tahan asam, maka pemeriksaan mikroskopik di laboratorium menggunakan pewarnaan preparat menurut cara Ziehl-Neelsen. Hewan berusia tua yang terinfeksi biasanya akan menunjukkan lesi-lesi tuberkolosis yang lebih jelas dari pada hewan muda.

Sapi merupakan inang sejati untuk penyakit tuberkulosis sapi. Penyakit ini bisa menular pada hewan ternak lain dari spesies mamalia atau unggas. Bakteri M. bovis yang menjadi penyebab penyakit ini akan mampu bertahan hidup dengan baik pada lingkungan yang cukup panas dan lembap serta terlindung dari cahaya matahari. Kondisi peternakan sapi yang selalu basah serta tidak berada pada tempat yang terkena matahari langsung akan menjadi tempat yang menguntungkan bagi bakteri tuberkulosis.

 

Pengobatan dan Pencegahan

Cara mencegah dan mengobati tuberkulosis adalah segera melakukan karantina pada sapi yang sakit dan hubungi dinas kesehatan setempat untuk dilakukan uji tuberculin. Jika sapi tersebut positif terinfeksi tuberkulosis, sapi dapat diberikan obat antibiotik untuk menghentikan siklus hidup bakteri.

Sebaiknya hewan yang sudah terinfeksi disembelih kemudian dibakar dagingnya. Upaya pencegahan infeksi M. Bovis ke manusia dapat dilakukan dengan pasteurisasi susu (bakteri M. Bovis dalam susu akan mati pada suhu pasteurisasi), vaksinasi BCG, dan melakukan pengendalian serta eradikasi.

Sapi-sapi di peternakan perlu diuji tuberculin secara berkala dan jika ditemukan sapi yang terinfeksi segera dipisahkan dari kawanannya. Pencegahan ini tentu lebih baik, karena saat sapi menunjukkan gejala tuberkulosis biasanya sudah terjadi penularan pada sapi-sapi yang lain. Pencegahan ini dapat menekan kerugian ekonomi akibat kematian sapi ternak dan kehilangan efisiensi produksi pada sapi yang sakit.

Di tag dibawah

Kumpulan Ilmu Pengetahuan & Teknologi Untuk Peternak Sapi

  • Kudis Adalah Jenis Penyakit Menular Pada Sapi, Ini Obatnya! Kudis Adalah Jenis Penyakit Menular Pada Sapi, Ini Obatnya!
    Pernahkah Anda melihat sapi yang menggosok-gosokkan tubuhnya ke kandang seperti sedang menggaruk-garuk bagian tubuh yang gatal? Atau bahkan menggigiti bagian-bagian tertentu pada tubuhnya? Apabila demikian, kemungkinan besar sapi tersebut sedang terserang kudis (scabies), yaitu jenis penyakit kulit menular yang disebabkan oleh hewan tungau.
    Read more...
  • Dampak Gempa Bumi Lombok 19 Agustus 2018 Pada Ternak Sapi Dan Cara Penanganannya Dampak Gempa Bumi Lombok 19 Agustus 2018 Pada Ternak Sapi Dan Cara Penanganannya
    Tak hanya manusia, ternak sapi ternyata juga terkena dampak gempa bumi berkekuatan besar, seperti yang  terjadi di Pulau Lombok dan sekitarnya.  Gempa dengan kekuatan 7 skala richter tersebut terjadi pada pukul 21:56 WIB Minggu malam, 19/08/2019. Karena pusat gempa sangat dekat dari permukaan, yaitu pada kedalaman 10 kilometer saja, dampak dari gempa bumi Lombok 19 Agustus 2018 memang luar biasa. Puluhan bangunan luluh lantak seketika.
    Read more...

Produk

Culture

marosok

"Marosok" Sumatera Barat: A Unique Transaction System in West Sumatra, Indonesia

What is Marosok Sumatera Barat? - A Special tradition in doing a transaction called marosok in West Sumatra is a unique way of transaction. The word marosok can be described as an activity of touching, feeling and holding something without seeing it but just trying to feel it using the brain and the feeling.

The tribe of Minangkabau is one of Indonesia’s ethnics which is famous for the ability of doing transaction. It is believed that they inherit the ability of their ancestors from the Melayu kingdoms where the people liked to trade. One of unique tradition is marosok Sumatera Barat, a technique of trading used in trading especially for the livestock such as cows or bulls.


Read More...