idarzh-CNenhi

Sapi Bali, Sapi Favorit Masyarakat Indonesia untuk Idul Adha

Di antara berbagai jenis dan varian sapi, bisa dibilang Sapi Bali merupakan primadona untuk kurban. Pada Idul Adha 2019 ini, dilaporkan permintaan Sapi Bali meningkat hingga 30 persen. Karena tingginya minat masyarakat, harga sapi bali pun naik hingga 5 juta rupiah per ekor.  Menurut direktorat perbibitan dan produksi ternak, Sapi Bali merupakan salah satu binatang khas Indonesia yang merupakan hasil domestikasi banteng asli Indonesia, yaitu banteng Jawa. Domestikasi ini diperkirakan terjadi sekitar 3500 SM.

Dari penampilan luarnya, sapi bali memiliki karakteristik yang membedakannya dari sapi-sapi jenis lain. Ciri yang mencolok adalah tubuhnya yang berwarna merah bata. Pada sapi jantan, warna merah bata ini akan berubah menjadi kehitaman seiring dengan pertambahan umur sapi, yang biasanya terjadi pada usia antara 12 – 18 bulan. Namun, sapi jantan yang dikastrasi tidak akan mengalami perubahan warna ini.

Keempat kakinya yang berwarna putih seperti memakai stoking juga menjadi ciri khas tersendiri, ditambah warna putih berbentuk oval pada bagian pantat. Bibir atas dan bawah dari sapi bali juga berwarna putih lho.

Sapi bali memiliki ekor yang ujungnya berwarna hitam dengan tanduk runcing melengkung ke tengah yang juga berwarna hitam. Pada betina, ada ciri khusus lainnya, yaitu garis belut berwarna hitam pada bagian punggung.

Walaupun biasa juga digunakan untuk membajak sawah, sapi bali difavoritkan untuk menjadi hewan kurban pada saat Idul Adha. Sapi Bali ini menjadi primadona kurban bukan tanpa alasan. Banyak masyarakat mengidolakannya untuk berkurban karena Sapi Bali memiliki beberapa kelebihan berikut.

 

1. Harganya realtif murah dari sapi kelas premium.

Salah satu faktor yang membuat sapi bali menjadi idola adalah harganya yang lebih murah dibandingkan dengan sapi-sapi lain. Sapi Bali biasanya berbobot antara 250 kg hingga 600 kg. Harga yang ditetapkan untuk setiap ekornya adalah sekitar 30 – 35 juta rupiah. Harga ini tentu lebih murah dari sapi limousin yang harganya bisa mencapai 50 juta rupiah per ekor atau sapi simental yang harganya bisa mencapai 80 – 100 juta rupiah per ekor.

 

2. Dagingnya lebih banyak

Sapi Bali cocok digunakan untuk Idul Adha karena dagingnya cukup banyak. Sapi jenis ini memiliki ukuran karkas yang cukup besar. Daging sapi bali bisa mencapai 65% dari bobot hidupnya. Ini tentu jauh lebih banyak dibandingkan sapi limosin yang hanya memiliki berat daging sebesar 55%.

 

3. Dagingnya sangat lembut

Daging Sapi Bali juga dikenal karena kelembutannya yang membuatnya sangat nikmat untuk dimasak. Beberapa penelitian juga menyebutkan bahwa daging Sapi Bali lebih lembut dan berkualitas jika dibandingkan dengan beberapa sapi lainnya. Salah satu juru masak Indonesia, Chef Ragil Imam Wibowo, juga menggunakan Sapi Bali di restorannya, NUSA Indonesia Gastronomy. Menurut Chef Ragil, daging Sapi Bali sangat legit dan nikmat karena pemeliharaannya yang cenderung liar, bukan sebagai sapi pekerja yang ototnya terlatih.  Makanan Sapi Bali yang berupa rumput dan makanan organik juga disimpulkan menjadi faktor penting yang menentukan rasa legit dan nikmat dari dagingnya.

 

4. Bisa diolah menjadi beberapa jenis masakan

Daging sapi bali merupakan daging yang sangat versatile alias serba guna. Daging sapi bali bisa diolah menjadi berbagai macam olahan seperti rendang dan bakso. Beberapa jenis sapi lokal, dagingnya hanya bisa diolah menjadi rendang dan sejenisnya tapi tidak bisa dijadikan bakso. Padahal, bakso merupakan salah satu makanan favorit saat Idul Adha. Selain karena bisa disimpan dalam freezer untuk waktu yang lama, anak-anak kecil dan seluruh anggota keluarga biasanya juga sangat suka makan bakso.

Semua Tentang Sapi