Potensi Sapi Grati, Hasil Persilangan Ternak Lokal dengan Sapi Perah Friesian Holstein

Jenis Sapi perah ini pertama kali dikembangbiakkan karena sulitnya mendapatkan bibit sapi perah Friesian Holstein serta untuk meningkatkan produksinya pada lokasi yang cukup panas. Cara meningkatkan kualitas sapi secara umum adalah dengan kawin silang. Umumnya dilakukan pada ternak sapi lokal, yang dikawinkan dengan sapi asal luar negeri yang dianggap memiliki kualitas yang lebih bagus.

Salah satu hasilnya adalah sapi Grati. Sapi Grati kini dianggap sebagai jenis sapi perah lokal yang berasal dari daerah Grati, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Sapi ini dihasilkan dari persilangan antara sapi perah Friesian Holstein (di Indonesia disebut Fries Holland) dengan sapi Madura, sapi PO, atau sapi Jawa.

Meskipun perawakannya lebih kecil dari Fries Holland, ternak sapi Grati mampu menghasilkan susu lebih banyak dari sapi asal Belanda tersebut. Karena dihasilkan dari sistem kawin silang, banyak orang menyebut sapi ini dengan sapi Peranakan Friesian Holstein (PFH).

Namun Sapi perah jantan dari jenis ini kurang cocok dijadikan sapi potong karena postur tubuhnya yang relatif kecil untuk ukuran sapi pedaging. Sapi Grati termasuk dalam bangsa sapi perah tropis. Di Indonesia, ternak sapi jenis Grati banyak dipakai peternak sebagai bibit sapi perah berkualitas. Beberapa jenis sapi yang masuk kategori sapi perah tropis antara lain:

  • Sapi Red Shindi
  • Sapi Sahiwal
  • Sapi Droughtmaster
  • Sapi Australian Milking Zebu

Sebagai sapi dari hasil kawin silang, sapi Grati tentu memiliki beberapa keunggulan dan performa produksi yang lebih baik dibandingkan sapi perah lokal jenis lain, di antaranya adalah:

  1. Mudah Beradaptasi; Sapi Grati sangat mudah menyesuaikan diri dan berdaptasi dengan kondisi iklim dan cuaca Indonesia yang tropis.
  2. Masa Laktasi Lama; Sapi jenis ini memiliki masa laktasi (masa produksi susu untuk diperah) yang cukup lama, yakni selama 9 bulan.
  3. Produksi Susu; Dibandingkan dengan sapi lokal jenis lain, sapi peranakan ini mampu menghasilkan susu sebanyak 12 sampai 13 liter per ekor dalam setiap harinya.
  4. Perangainya Tenang; Sapi Grati disenangi banyak peternak karena memiliki perangai yang jinak dan tenang sehingga mudah dikendalikan dan diternakkan.

Pun karena diturunkan dari sapi perah Friesian Holstein, sapi Grati memiliki ciri-ciri fisik yang hampir sama dengan sapi FH, seperti:

  • Bulu berwarna belang hitam putih, serta terdapat belang berbentuk segitiga pada bagian dahi.
  • Corak putih terdapat pada bagian dada, perut bagian bawah, ekor, serta kaki.
  • Bentuk kepala lebar, panjang, dan lurus.
  • Tanduk kecil dan pendek, menjurus ke depan.
  • Ukuran dan bobot badan sapi Grati lebih kecil dari sapi Fries Holland.

Itu dia sekilas tentang ternak sapi Grati. Semoga bermanfaat bagi Anda yang ingin beternak sapi jenis ini.

Artikel terkait

Kumpulan Ilmu Pengetahuan & Teknologi Untuk Peternak Sapi

Produk

Culture

marosok

"Marosok" Sumatera Barat: A Unique Transaction System in West Sumatra, Indonesia

What is Marosok Sumatera Barat? - A Special tradition in doing a transaction called marosok in West Sumatra is a unique way of transaction. The word marosok can be described as an activity of touching, feeling and holding something without seeing it but just trying to feel it using the brain and the feeling.

The tribe of Minangkabau is one of Indonesia’s ethnics which is famous for the ability of doing transaction. It is believed that they inherit the ability of their ancestors from the Melayu kingdoms where the people liked to trade. One of unique tradition is marosok Sumatera Barat, a technique of trading used in trading especially for the livestock such as cows or bulls.


Read More...