Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

Ongole, Jenis Sapi Favorit Untuk Kurban

Sapi adalah salah satu hewan yang banyak dikurbankan saat hari raya Idul Adha di Indonesia. Harga sapi per tanggal 10/7/2021 berkisar antara Rp 15-50 juta per ekor, tergantung bobotnya. Saat kondisi pandemi seperti sekarang ini, bobot yang paling laris adalah 200 kilogram. Untuk sapi dengan bobot lebih dari satu ton, biasanya dibeli oleh para penjabat dan selebritas.

Untuk jenis sapi yang favorit untuk kurban, salah satunya adalah Sapi Peranakan Ongole. Sapi peranakan ongole dengan bobot sekitar 800 kilogram yang dibeli oleh diketahui dibeli oleh presiden Jokowi, harga sapinya mencapai Rp 63 juta.

Sapi Peranakan Ongole (sapi PO) sering disebut sebagai Sapi Lokal atau Sapi Jawa atau Sapi Putih. Sapi PO ini merupakan hasil persilangan antara pejantan sapi Sumba Ongole (SO) dengan sapi betina Jawa yang berwarna putih.

Sapi Ongole (Bos Indicus) sebenarnya berasal dari India, termasuk tipe sapi pekerja dan pedaging yang disebarkan di Indonesia sebagai sapi Sumba Ongole (SO). 

Berdasarkan catatan sejarah, Sapi Ongole berasal dari India yang didatangkan oleh pemerintah Kolonial Hindia Belanda ke Indonesia pada tahun 1906-1907. Pada awalnya, pemerintah Hindia Belanda memasukan empat jenis sapi ke pulau Sumba, yakni sapi Madura, sapi Jawa, sapi Bali, dan sapi Ongole.

Dari keempat jenis sapi tersebut ternyata hanya jenis sapi Ongole saja yang mampu beradaptasi dengan baik dan berkembang dengan cukup cepat meskipun berada di daerah yang musim kemaraunya sangat panjang seperti di pulau Sumba.

Oleh karena itu, tujuh tahun kemudian, yaitu pada tahun 1914, pemerintah Hindia Belanda menetapkan pulau Sumba sebagai pusat pembibitan jenis sapi Ongole yang dikawinkan dengan sapi lokal,  menjadi Sapi Sumba Ongole

Warna bulu sapi Ongole sendiri adalah putih abu-abu dengan warna hitam di sekeliling mata, mempunyai gumba dan gelambir yang besar menggelantung. Saat mencapai umur dewasa, sapi jantan mempunyai berat badan kurang dari 600 kg dan yang betina kurang dari 450 kg.

Sedangkan bobot hidup Sapi Peranakan Ongole (PO) bervariasi, mulai 220 kg hingga mencapai sekitar 600 kg. Saat ini Sapi PO yang murni mulai sulit ditemukan, karena telah banyak disilangkan dengan sapi Brahman. Oleh karena itu sapi PO sering diartikan sebagai sapi lokal berwarna putih (keabu-abuan), berkelasa dan gelambir. Sesuai dengan induk persilangannya,

Sapi PO terkenal sebagai sapi pedaging dan sapi pekerja. Mempunyai kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap perbedaan kondisi lingkungan, sapi ini juga memiliki tenaga yang kuat.

Aktivitas reproduksi induknya cepat kembali normal setelah beranak, sedangkan jantannya memiliki kualitas semen yang baik. Keunggulan sapi PO ini antara lain tahan terhadap panas, terhadap ekto dan endoparasit, pertumbuhan relatif cepat walaupun adaptasi terhadap pakan kurang, serta persentase karkas dan kualitas daging baik.