Loading...
idarzh-CNenhi

Sejarah Sapi Di Indonesia Yang Dikelola Peternakan Tradisional Hingga Model Investasi Ternak Sapi Online

Bagi yang menggemari minuman susu kaleng, pasti sudah tahu bahwa mayoritas susu kaleng yang dijual di supermarket berasal dari produksi sapi perah. Selain kambing, domba, dan unggas (dengan ayam sebagai jumlah terbanyak dari kelompok unggas), ternak sapi juga termasuk sumber protein hewani yang penting dan dikonsumsi oleh banyak masyarakat. Tidak heran bila banyak sekali peternakan sapi, baik yang untuk mengembangbiakkan sapi penghasil susu maupun sapi potong atau sapi yang  menghasilkan daging.

Menurut hasil riset pada tahun 2005 lalu dari Kementerian Riset dan Teknologi, sapi dapat menghasilkan sekitar 50% kebutuhan daging di dunia. Untuk produksi susu, sapi dapat memberikan sampai 95% kebutuhan susu untuk seluruh dunia.

Singkat  cerita, konsep peternakan sapi, baik sebagai sapi perah maupun sapi potong, sudah dimulai kira-kira sejak 400 SM dan kemungkinan bermula di Asia Tengah, sebelum mulai menyebar ke Eropa, Afrika, hingga keseluruhan benua Asia. Sapi ras Ongole yang aslinya berasal dari India dikirim ke Pulau Sumba menjelang akhir abad ke-19.

Kemudian sapi Ongole dikawinsilangkan dengan sapi ras Red Deen pada 1957. Untuk menyesuaikan dengan iklim tropis di Indonesia, sapi ras peranakan baru pun dihasilkan melalui kawin silang antara sapi peranakan Ongole-Red Deen dengan sapi ras Frisian Holstein. Di Lembang, perusahaan peternakan sapi perah sudah ada sejak 1900-an. Bahkan, di Cisarua dan Lembang juga terdapat pembibitan sapi perah untuk ras Frisian Holstein murni.
    
Jika Anda menyempatkan diri untuk melakukan perjalanan wisata ke Boyolali, Jawa Tengah, Anda dapat melihat banyak peternakan sapi. Mengingat Boyolali adalah daerah pegunungan, wajarlah bila tempat tersebut sangat ideal untuk perkembangan ternak sapi. Sejak awal, Boyolali juga termasuk salah satu cikal bakal berkembangnya usaha peternakan sapi selain Pengalengan dan Lembang (di Jawa Barat) serta Pujon dan Nongkojajar (di Jawa Timur).
    
Untuk dapat membedakan ras-ras sapi, baik yang murni maupun peranakan, Anda harus melihat-lihat gambar-gambar tiap sapi. Meski demikian, agak sulit membedakan antara sapi perah dengan sapi potong, karena sapi perah yang kemudian sudah tidak bisa berlaktasi lagi juga berakhir menjadi sapi potong.

Ada sapi yang berwarna cokelat seperti Red Danish, yang diimpor pada tahun 1956 dari Denmark, meski ternyata tidak bertahan lama di Indonesia. Bahkan, sejak Pusat Penampungan Susu (Milk Collectting Centre) berdiri di Grati pada tahun 1950-an, perusahaan atau koperasi yang bergerak di bidang produksi susu hasil dari sapi perah semakin banyak.

Seperti, Koperasi Bandung Selatan (KPBS) yang berdiri pada tahun 1967 di Pengalengan (sebelum berbadan hukum resmi pada tahun 1979), Koperasi Peternakan dan Pemerahan Susu SAE (Sinau Adandani Ekonomi) di Pujon pada Tahun 1962 (sebelum berbadan hukum resmi pada tahun 1983), dan Koperasi Peternakan Lembu Perah (KPLP) “Setia Kawan” yang berdiri pada tahun 1967 di Nongkojajar (sebelum berbadan hukum resmi pada tahun 1978).

Kisah diatas, menyangkut dengan sapi dan peternak tradisional yang merupakan mayoritas peternak di Indonesia. Memang tidak semuanya berhasil, karena usaha peternakan memerlukan ketelitian dan kesabaran. Banyak hal yang harus diperhatikan, mulai dari  dalam kandang atau akibatnya terhadap lingkungan sekitar. 

Namun tak dapat dipungkiri bahwa banyak sekali masyarakat yang juga ingin beternak sapi. Tapi dengan kondisi saat ini dimana lahan semakin terbatas dan pakan semakin sulit didapat, keinginan tersebut hanya menjadi impian semata. Perkembangan teknologi ternyata bisa mengatasi problem tersebut, anda bisa memelihara ternak tanpa harus menyiapkan lahan dan fasilitas lainnya. Solusinya adalah investasi ternak sapi online.

Investasi adalah kegiatan yang dilakukan untuk mendapatkan keuntungan di masa datang, juga biasa dikenal dengan penanaman modal. Caranya adalah dengan mengeluarkan uang untuk mendapatkan penghasilan tetap atau penghasilan  jangka panjang, dalam hal ini dari produk peternakan sapi. Kurang prospek bagaimana, jika daging dan susu sapi adalah salah satu komoditas yang paling dibutuhkan oleh masyarakat.

Sedangkan online adalah istilah untuk mendefinisikan hubungan  dengan internet atau dunia maya, baik itu terhubung dengan akun media sosial, email dan berbagai jenis akun lainnya. Jadi yang dimaksud dengan investasi ternak sapi online adalah mengeluarkan uang, atau biasa disebut menanam modal di bidang peternakan sapi yang dikelola secara online.

Realitanya, investasi pada ternak sapi dapat dikatakan gampang gampang susah. Perlu modal yang cukup untuk melakukan pembibitan, perawatan, serta kemampuan menyusun strategi bisnis. Selain itu butuh kesabaran, karena tidak selalu menghasilkan keuntungan, terkadang juga mengalami kegagalan. Itu sebabnya, investasi ternak sapi online memerlukan kepercayaan penuh.

Kedua belah pihak wajib membuat surat perjanjian atau kontrak terhadap bisnis ternak sapi yang sedang dijalankan, agar hukum dan ketentuannya jelas. Investor akan memberikan sejumlah dana kepada pengelola, untuk pembelian bibit, perawatan, dan lain sebagainya. Investor yang menyetorkan dana untuk investasi ternak sapi online, memiliki hak untuk memantau penggunaan dana oleh pengelola secara real time, biasanya menggunakan aplikasi

Tetapi  hanya sebatas itu, investor hanya sebagai pemberi dan pemantau dana, untuk urusan pengelolaan diserahkan sepenuhnya oleh pengelola. Pengelola  bertanggung jawab dalam hal pembibitan, perawatan, sampai pada marketingnya. Oleh sebab itu, sebaiknya dari awal sudah harus diterangkan dalam satu perjanjian agar tidak terjadi kesalah pahaman jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Pembagian keuntungan dari investasi ternak sapi online antara investor dan pengelola akan dilakukan setelah semua sapi yang diinvestasikan terjual atau setelah kegiatan pemasaran selesai. Perhitungannya dituangkan dalam satu pembukuan secara transparan agar memuaskan keduabelah pihak.

Demikian penjelasan singkat tentang sejarah peternakan sapi di Indonesia mulai dari model tradisional hingga modern seperti pola  investasi ternak sapi online. Semoga bermanfaat.

Cari Untung Maksimal Dari Usaha Ternak Sapi Dengan Membangun Kandang Ideal

Artikel kali ini akan membahas tentang model kandang sapi potong yang ideal bagi peternak sapi potong. Topik tentang perkandangan sapi potong selalu menarik untuk dibahas, karena sangat berpengaruh pada keberhasilan usaha peternakan Anda.

Aneka Jenis Konstruksi Bangunan Kandang Sesuai Kondisi Fisiologis Sapi

Hewan ternak seperti sapi perah perlu diberi tempat tinggal sesuai dengan kebutuhannya. Sapi-sapi tersebut tidak bisa ditempatkan dalam satu jenis konstruksi bangunan kandang yang sama karena akan memengaruhi kesehatannya. Perkembangan teknologi saat ini memiliki peran penting bagi para peternak. Di Negara maju, penerapan pola beternak modern memperlihatkan hasil yang signifikan. Berbeda dengan cara ternak sapi perah tradisional yang pada akhirnya kalah bersaing di pasar global.

Tentang Pakan Ruminansia Untuk Sapi Perah Jantan, Apa Yang Paling Cocok?

Sapi perah jantan memiliki nafsu makan tinggi dan juga tumbuh dengan cepat dan lebih besar, oleh sebab itu jenis pakan ruminansia yang diberikan juga berbeda dengan sapi perah betina
  • Ngopi Bareng Peternak Sapi Indonesia 2019 Ngopi Bareng Peternak Sapi Indonesia 2019
    Tak terasa kita sudah di penghujung tahun 2019. Bagaimana, masih punya semangat untuk bisnis sapi? Atau sudah mengambil keputusan untuk beralih pada bidang usaha lain? Bagi yang sudah cukup lama menekuni bidang usaha ini, sepertinya sulit untuk meninggalkannya begitu saja. Bisnis sapi sudah seperti "way of life", alias jalan hidup, karena banyak sekali suka dan duka yang dialami yang menjadikan kita seperti sekarang ini.  
    Read more...